Jenis Olahraga Hipertensi untuk Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

0,0
10 Apr 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu olahraga hipertensi adalah lompat taliLompat tali merupakan salah satu jenis olahraga hipertensi jenis aerobik
Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi risiko seseorang terkena tekanan darah tinggi. Salah satunya adalah gaya hidup aktif atau rajin berolahraga.Pengaruh olahraga terhadap tekanan darah tidak hanya bermanfaat dalam mencegah darah tinggi. Bagi Anda yang memiliki tekanan darah tinggi, beberapa jenis olahraga hipertensi juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Jika olahraga ini dilakukan secara rutin dan dikombinasikan dengan gaya hidup sehat, Anda mungkin tidak akan memerlukan obat lagi untuk mengatasi tekanan darah tinggi.

Pengaruh olahraga terhadap tekanan darah tinggi

Pengaruh olahraga terhadap tekanan darah tinggi sangat signifikan. Aktivitas fisik yang rutin dilakukan lewat olahraga dapat memperkuat jantung.Jika kondisi jantung kuat, kerja organ ini semakin efektif dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Hasilnya, tekanan pada dinding arteri dapat berkurang dan tekanan darah bisa turun.Gaya hidup aktif, misalnya rajin olahraga untuk hipertensi, dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik hingga 9 mmHg.Selain mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi secara langsung, melakukan berbagai jenis olahraga hipertensi secara rutin turut membantu mengontrol berat badan. Hal ini juga termasuk salah satu faktor risiko tekanan darah tinggi.

Jenis-jenis olahraga hipertensi

Ada banyak sekali jenis olahraga yang dapat dilakukan secara rutin. Namun, untuk dapat menurunkan tekanan darah tinggi, berikut adalah jenis-jenis olahraga hipertensi yang direkomendasikan.

1. Latihan aerobik

Pengaruh olahraga terhadap tekanan darah dapat diperoleh melalui latihan kardiovaskuler atau aerobik. Latihan ini dapat membantu memperkuat jantung dan menurunkan tekanan darah.Latihan aerobik tidak hanya terbatas pada senam hipertensi saja. Pada dasarnya, setiap jenis olahraga yang dapat meningkatkan detak jantung dan pernapasan, termasuk dalam latihan aerobik. Beberapa contoh olahraga hipertensi jenis aerobik yang bisa Anda lakukan, yaitu:
  • Berjalan
  • Naik tangga
  • Joging
  • Lompat tali
  • Senam hipertensi
  • Bersepeda (statis atau biasa)
  • Berenang
  • Basket
  • Tenis.
Selain lewat olahraga untuk darah tinggi, Anda juga dapat merasakan manfaat yang sama dengan melakukan pekerjaan rumah. Mencuci baju dengan tangan, mengepel, atau memangkas rumput bisa jadi latihan aerobik yang bermanfaat bagi hipertensi. Anda disarankan untuk melakukan olahraga hipertensi jenis aerobik selama 150 menit per minggu untuk latihan sedang dan 75 menit per minggu untuk latihan berat. Durasi olahraga dapat dilakukan selama 30 menit dalam satu hari.

2. Angkat beban

Latihan angkat beban bermanfaat untuk membangun dan menguatkan otot yang dapat membakar lebih banyak kalori sepanjang hari. Dalam jangka panjang, latihan angkat beban sangat baik bagi kesehatan jantung, persendian, dan tulang. Meski demikian, angkat beban dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara. Oleh karena itu, pastikan Anda telah mendapatkan persetujuan dokter untuk menjadikan angkat beban sebagai olahraga hipertensi.Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan olahraga angkat beban, antara lain:
  • Penggunaan teknik yang tepat untuk meminimalisir risiko cedera.
  • Jangan menahan napas saat mengangkat beban, tetaplah bernapas dengan tenang dan teratur selama latihan.
  • Hindari mengangkat beban terlalu berat. Cukup gunakan beban lebih ringan yang mampu Anda angkat berkali-kali dengan frekuensi lebih banyak.
Segera hentikan latihan angkat beban jika Anda mengalami kelelahan berlebihan, pusing, kesulitan bernapas, sakit, atau tekanan pada dada.

3. Latihan peregangan

Latihan peregangan membuat Anda lebih fleksibel, membantu Anda bergerak lebih baik, dan membantu mencegah cedera. Selain itu, studi juga menunjukkan pengaruh olahraga terhadap tekanan darah yang signifikan dengan melakukan latihan peregangan. Melakukan latihan peregangan selama 30 menit, tepatnya sebanyak 5 kali dalam seminggu, dianggap memiliki dampak yang lebih signifikan dalam menurunkan tekanan darah, dibandingkan dengan jalan kaki dalam durasi yang sama. Meski demikian, olahraga hipertensi jenis aerobik sebaiknya tetap dilakukan karena memiliki banyak manfaat sebagai olahraga untuk darah tinggi.Untuk tetap menjaga tekanan darah, lakukan olahraga untuk hipertensi secara rutin. Setidaknya diperlukan 2-3 bulan untuk merasakan pengaruh olahraga terhadap tekanan darah.Manfaat olahraga hipertensi bisa terus dipertahankan selama Anda masih melakukannya. Selalu lakukan olahraga untuk darah tinggi secara hati-hati. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai porsi olahraga yang tepat untuk kondisi Anda.Jika Anda punya pertanyaan tekanan darah tinggi atau hipertensi, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
hipertensitekanan darah tinggi
Web MD. https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/safe-exercise-tips#1
Diakses 26 Maret 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20045206
Diakses 26 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/is-stretching-better-than-walking-for-reducing-blood-pressure
Diakses 26 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait