Cegah Penyalahgunaan, Kenali Kegunaan, Contoh Obat Stimulan, dan Kemungkinan Efek Samping


Stimulan adalah zat, sekaligus golongan obat, yang mampu merangsang sistem saraf pusat. Konsumsi obat jenis ini dapat membuat Anda lebih waspada, menciptakan perasaan senang, dan tidak kenal lelah. Salah satu contoh obat golongan stimulan adalah amphetamin. Obat atau makanan minuman dengan kandungan stimulan dapat menimbulkan kecanduan.

0,0
obat golongan stimulan adalah amphetaminePenyalahgunaan obat golongan stimulan bisa menyebabkan kecanduan
Stimulan adalah golongan obat yang mampu merangsang sistem saraf pusat (SSP) sehingga mampu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Beberapa jenis obat, sering kali disalahgunakan. Itu sebabnya, simak penjelasan lengkap mengenai manfaat, cara kerja, contoh obat, dan kemungkinan efek samping yang mungkin muncul akibat penyalahgunaan.

Kegunaan jenis obat stimulan 

Penggunaan zat stimulan dalam bentuk obat dengan dosis tertentu dapat memberi manfaat untuk mengatasi kondisi medis, peningkatan kinerja, dan tujuan relaksasi. Kegunaan obat golongan stimulan ini adalah membuat seseorang merasa lebih terjaga, fokus, waspada, percaya diri, dan energik. Pada dosis sedang jenis obat ini mampu menciptakan perasaan gembira dan euforia, meningkatkan kemampuan fisik dan mental, mengurangi perasaan lelah akibat kerja.Obat jenis stimulan juga digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi medis, seperti:
  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
  • Narkolepsi
  • Asma
  • Obesitas
  • Hidung tersumbat 
  • Sinus
  • Hipotensi akibat anestesi 

Cara kerja obat stimulan 

Stimulan bekerja dengan cara merangsang sistem saraf pusat (SSP) sehingga mempercepat perjalanan pesan antara otak dan tubuh. Zat stimulan mampu meningkatkan bahan kimia tertentu di dalam otak, seperti dopamin dan norepinefrin. Itu sebabnya, obat golongan ini dapat meningkatkan aktivitas otak dan menciptakan respons terhadap aktivitas yang menyenangkan. Setiap jenis obat stimulan memiliki cara kerjanya masing-masing untuk meningkatkan aktivitas saraf pusat. 

Jenis obat stimulan 

Jenis dan contoh obat stimulan antara lain:
  • Amphetamine (Adderall, Vyvanse), obat stimulan yang mampu meningkatkan energi, euforia, libido, dan kognisi.
  • Metamfetamin (Desoxyn), obat stimulan sistem saraf pusat yang berkontribusi pada kontrol impuls dan hiperaktif. Jenis obat ini diresepkan untuk mengatasi ADHD.
  • Methylphenidate (Ritalin, Concerta), obat stimulan yang menyebabkan peningkatan kadar dopamin dan norepinefrin
  • Armodafinil (Nuvigil), obat stimulan yang mampu meningkatkan kewaspadaan, mengobati kantuk berlebih yang disebabkan oleh gangguan tidur
  • Kokain (C-Topical, Numbrino), obat stimulan yang menyebabkan peningkatan kadar dopamin
  • Nikotin (Nicorette), bahan utama berbagai produk tembakau. Akan tetapi, obat berbahan nikotin juga dijadikan produk medis untuk membantu berhenti merokok
  • Varenicline (Chantix), obat yang digunakan untuk memodifikasi perilaku dan membantu berhenti merokok
Tidak hanya tersedia dalam bentuk obat, zat stimulan alami juga terkandung dalam makanan dan minuman, seperti theobromine (cokelat), kafein (kopi, teh, kola), dan theophylline (teh). 

Efek samping penyalahgunaan zat stimulan

Penggunaan stimulan dalam dosis yang berlebihan dapat menyebabkan over-stimulasi. Hal ini dapat mengakibatkan penggunanya mengalami gejala berikut ini:
  • Cemas
  • Panik
  • Kejang
  • Peningkatan tekanan darah
  • Sakit kepala
  • Peningkatan suhu tubuh 
  • Mual
  • Kram perut 
  • Kurang nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Gangguan tidur 
  • Tindakan penyerangan (agresi)
  • Curiga dan takut berlebihan (paranoid)
Selain itu, dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Stat Pearls Publishing menyatakan bahwa penggunaan jangka panjang obat stimulan dapat meningkatkan risiko stroke dan infark miokard serta efek kardiovaskuler lainnya. Mengingat obat ini mampu merangsang psikomotorik, penyalahgunaan zat stimulan juga kerap terjadi. Zat stimulan yang disalahgunakan biasanya digunakan dengan cara dihirup, ditelan, diisap, atau disuntikkan dan tergolong obat-obatan terlarang (narkotika).

Catatan dari SehatQ

Untuk mencegah penyalahgunaan, pemberian obat atau zat stimulan harus dengan resep dokter. Pasalnya, jika diminum sembarangan, seseorang berisiko mengalami efek samping, kecanduan, bahkan hingga overdosis.Dengan berkonsultasi, dokter akan membantu menentukan jenis dan dosis yang tepat. Dengan begitu, efek samping bisa dihindari.Informasikan pula obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, termasuk herbal artau suplemen. Pasalnya, penggunaan zat stimulan bersamaan dengan obat lain dapat menyebabkan interaksi obat yang mengarah pada masalah kesehatan lain. Jika masih ada pertanyaan terkait stimulan dan kegunaannya dalam pengobatan medis, Anda juga bisa berkonsultasi secara online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
obat penenangnarkobapenyalahgunaan obatobat bebas terbatas
Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/46568/2/BAB%20I%20PENDAHULUAN.pdf
Diakses 11 Agustus 2021
Pusat Informasi Obat Nasional. http://pionas.pom.go.id/node/13554/obat-spesifik/stimulan
Diakses 11 Agustus 2021
Alcohol and Drug Foundation. https://adf.org.au/drug-facts/stimulants/
Diakses 11 Agustus 2021
Web MD. https://www.webmd.com/add-adhd/adhd-stimulant-therapy
Diakses 11 Agustus 2021
Stimulants. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539896/
Diakses 11 Agustus 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-do-stimulants-for-adhd-work-20895
Diakses 11 Agustus 2021
Drugs.com https://www.drugs.com/
Diakses 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait