Obat sesak napas tersedia dalam bentuk alami dan obat-obatan di apotek atau resep dokter
Ilustrasi seorang pria yang sedang mengalami sesak napas

Mengalami sesak napas bisa menjadi pengalaman yang sangat menakutkan bagi sebagian orang. Namun, Anda tidak perlu panik saat mengalaminya karena ada beberapa pilihan obat sesak napas yang dijual bebas di apotek maupun dengan bahan-bahan alami.

Sesak napas (dyspnea) digambarkan sebagai sensasi tertekan yang dirasakan di dada. Selain itu, Anda juga bisa mengalami kesulitan bernapas dan merasa seperti dibekap sesuatu.

Banyak hal dapat mengakibatkan sesak napas, misalnya olahraga intens, temperatur ekstrem, hingga obesitas. Namun tidak jarang, sesak napas juga menandakan masalah kesehatan tertentu yang harus Anda periksakan ke dokter.

Cara alami mengatasi sesak napas

Sebelum mencoba obat sesak napas yang dijual di apotek maupun resep dokter, Anda bisa mencoba cara-cara alami yang dipercaya dapat melegakan napas. Meski khasiatnya belum terbukti secara ilmiah, tidak ada salahnya mencoba melegakan jalan napas Anda dengan tips berikut ini.

1. Bernapas lewat hidung

Bernapas lewat hidung adalah cara paling sederhana untuk mengatur irama napas Anda. Selain itu, gerakan ini juga bisa membuat Anda bernapas lebih dalam dan efektif.

Caranya melakukannya adalah:

  • Lemaskan otot leher dan pundak
  • Perlahan ambil napas melalui hidung selama 2 detik dengan posisi bibir terkatup
  • Keluarkan napas lewat mulut dengan bibir seolah ingin bersiul
  • Biarkan udara keluar dari mulut secara perlahan agar napas lebih teratur.

Gerakan ini bermanfaat untuk mengeluarkan udara yang terperangkap di paru-paru. Gerakan yang sama juga bisa dilakukan sambil Anda mengangkat beban atau menaiki tangga.

2. Duduk agak bungkuk

Posisi duduk agak bungkuk ini mirip dengan saat Anda beristirahat sehingga tubuh lebih rileks dan napas lebih teratur. Caranya, duduklah di kursi dengan telapak kaki menyentuh lantai, taruh lengan di atas paha agar lebih rileks atau telapak tangan menyangga dagu. Pastikan otot leher dan pundak Anda juga rileks.

3. Berdiri dengan punggung bersandar

Posisi ini juga dapat membantu tubuh rileks dan melancarkan sistem pernapasan. Caranya, senderkan punggung hingga pinggang ke tembok, tangan menggantung di depan paha, dan lemaskan bahu Anda.

Obat sesak napas yang bisa didapat di apotek

Jika cara-cara melegakan jalan napas tersebut tidak menyelesaikan masalah Anda, ada beberapa obat sesak napas yang bisa Anda beli di apotek. Ada obat yang dijual bebas, ada pula yang hanya bisa Anda dapatkan menggunakan resep dokter.

1. Inhaler

Obat sesak napas ini digunakan dengan cara dihirup dan biasanya digunakan oleh penderita sesak napas akibat asma. Kelebihannya adalah dapat membuat otot di saluran pernapasan menjadi lebih rileks sehingga membuka jalan napas dengan cepat.

Obat inhaler terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Short-acting beta-agonist yang biasanya menjadi pilihan pertama untuk meredakan sesak napas akibat asma. Obat sesak napas ini biasanya berbentuk albuterol dan levalbuterol.
  • Antikolinergik yang digunakan untuk mengurangi tumpukan lendir di jalan napas. Obat sesak napas ini bekerja lebih lama dibanding short-acting beta-agonist. Contoh obat sesak napas ini, antara lain ipratropium, tiotropium, aclidinium, dan glycopyrronium.
  • Kortikosteroid oral yang digunakan untuk melegakan jalan napas.
  • Obat kombinasi, yakni perpaduan antara short-acting beta-agonist dengan antikolinergik.

Jika Anda tidak bisa menggunakan inhaler, atau sesak napas terjadi pada anak-anak, dokter bisa merekomendasikan penggunaan alat bernama nebulizer. Alat ini berbentuk mesin yang menguapkan obat sesak napas ke jalan napas.

2. Kortikosteroid

Obat yang mengandung steroid atau kortikosteroid merupakan penanganan utama pada pasien sesak napas akibat asma. Bersamaan dengan konsumsi obat antiperadangan, kortikosteroid dapat mengontrol sekaligus mencegah asma datang kembali.

Obat sesak napas jenis ini biasanya digunakan dengan cara dihirup. Obat yang tergolong kortikosteroid, yaitu beclomethasone, budesonide, fluticasone, dan mometasone.

Kortikosteroid hirup yang beredar di pasaran terdiri dari tiga bentuk sesuai dengan penggunaannya. Obat-obatan tersebut adalah hidrofluoroalkane (dahulu dikenal sebagai inhaler dosis meter), inhaler bubuk kering, dan cairan yang digunakan pada nebulizer.

3. Antibiotik

Antibiotik digunakan bila sesak napas Anda disebabkan oleh infeksi bakteri di paru-paru yang mengakibatkan pneumonia. Hanya saja, Anda sebaiknya hanya meminum antibiotik setelah berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Ikuti petunjuk pemakaian yang diresepkan oleh dokter. Penggunaan antibiotik yang salah atau berlebihan dapat mengakibatkan resistensi antibiotik.

Penanganan sesak napas pada dasarnya dilakukan sesuai penyebabnya. Selain obat-obatan di atas, dokter juga bisa meresepkan obat sesak napas berupa obat anticemas hingga penggunaan bronkodilator untuk sesak napas yang disebabkan oleh penyakit paru obstruksi kronis (PPOK).

Anda juga sebaiknya jangan meremehkan sesak napas. Segera kunjungi dokter bila Anda mengalami masalah kesehatan ini.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/shortness-of-breath/basics/definition/sym-20050890
Diakses pada 4 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/home-treatments-for-shortness-of-breath
Diakses pada 4 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/asthma/asthma-treatments
Diakses pada 4 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/asthma/guide/asthma-control-with-anti-inflammatory-drugs
Diakses pada 4 Februari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314963.php
Diakses pada 4 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bronchodilators/
Diakses pada 4 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/bronchodilators/
Diakses pada 4 Februari 2020

AAAAI. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/conditions-dictionary/beta2-agonists-(bronchodilators)
Diakses pada 4 Februari 2020

Artikel Terkait