Jenis Obat Pencahar untuk Tangani Sembelit yang Aman

(0)
12 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Obat pencahar untuk atasi sembelit ada yang alami dan obat biasaObat pencahar bisa atasi sembelit
Saat mengalami sembelit alias konstipasi, ada beberapa obat yang bisa dikonsumsi untuk mengobatinya. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi kondisi ini disebut sebagai obat pencahar atau laksatif.Obat pencahar adalah obat yang dapat membantu melancarkan pergerakan tinja di saluran pencernaan agar bisa dikeluarkan dengan cepat. Untuk mencapai tujuan ini, obat pencahar punya beberapa cara kerja, seperti dengan melunakkan tinja dan menstimulasi kerja usus.Namun, penggunaan obat laksatif sebaiknya dibatasi karena ada beberapa efek samping yang mungkin timbul. Sehingga, sebelum mengonsumsi obat ini, Anda disarankan untuk mencoba cara alami yang bisa atasi sembelit.

Jenis obat pencahar alami

Konsumsi obat pencahar disarankan sebagai jalan terakhir untuk Anda yang merasa sulit buang air besar (BAB). Sebab, tidak ada patokan terlalu jelas mengenai frekuensi BAB yang normal.Seseorang bisa saja terbiasa buang air tiga kali sehari tapi orang lain ada yang biasanya hanya buang air sebanyak tiga kali seminggu. Sehingga untuk menentukan Anda sembelit atau tidak, harus disesuaikan dengan kebiasaan tersebut.Jika frekuensi buang air memang dirasa berkurang cukup drastis dan perut sudah terasa tidak enak, Anda bisa coba mengatasinya dengan cara yang alami terlebih dahulu. Misalnya banyak minum air putih, lebih rutin olahraga, dan perbanyak konsumsi serat.Serat dan nutrisi lain yang baik untuk atasi konstipasi bisa didapatkan dari ragam asupan yang dipercaya bisa dijadikan obat pencahar alami, seperti:

1. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kubis, dan sayur kale dinilai dapat mengatasi sembelit. Sebab, asupan sehat ini kaya akan serat dan nutrisi lain yang baik untuk kesehatan saluran pencernaan.Sayuran hijau juga kaya akan kandungan magnesium. Kurangnya kadar magnesium di tubuh dipercaya bisa menyebabkan konstipasi.

2. Apel

Apel adalah salah satu buah yang paling banyak mengandung serat, terutama pectin. Pectin adalah jenis serat larut yang dapat berperan sebagai laksatif.

3. Kopi

Bagi beberapa orang, kopi bisa bersifat sebagai laksatif yang akan menstimulasi usus dan memicu BAB. Sebab, kopi yang masuk saluran pencernaan bisa bereaksi dengan hormon gastrin. Hormon inilah yang membantu pemecahan makanan di lambung dan mengingkatkan pergerakan usus.

4. Buah beri

Beberapa jenis buah beri seperti stroberi, blueberry, dan blackberry memiliki kandungan serat yang tinggi. Bahkan, buah-buahan ini mengandung kedua jenis serat baik yang larut maupun yang tidak larut. Keduanya bisa membantu mengatasi sembelit dengan cara yang berbeda.

5. Lidah buaya

Daging lidah buaya alami dinilai dapat menjadi obat pencahar alami, karena mengandung anthraquinone glycosides. Komponen ini mampu mengalihkan sirkulasi air agar bisa lebih banyak masuk ke usus, sehingga tinja lebih mudah bergerak keluar dari sistem pencernaan.

6. Minyak zaitun

Mengonsumsi minyak zaitun juga dipercaya dapat mengatasi sembelit. Sebab saat masuk ke saluran pencernaan, minyak ini bisa berperan sebagai pelumas yang akan memudahkan pergerakan tinja untuk keluar dari saluran cerna.

7. Kefir

Kefir adalah semacam yogurt yang terbuat dari fermentasi susu. Karena mengandung probiotik, minuman ini bisa memperbaiki kesehatan saluran pencernaan sekaligus meningkatkan sistem imun.

Jenis obat pencahar yang aman dikonsumsi

Apabila setelah menggunakan cara alami konstipasi tak juga reda, maka Anda dapat mulai mengonsumsi obat pencahar biasa. Ada beberapa jenis obat pencahar yang dibagi berdasarkan cara kerjanya dalam membantu mengeluarkan tinja. Berikut ini penjelasan jenis beserta contoh obatnya.

• Obat pencahar yang meningkatkan penyerapan air

Obat pencahar ini bekerja dengan cara menambah serat larut ke tinja yang sedang dibentuk di saluran pencernaan. Sehingga, tinja yang terbentuk akan berukuran lebih besar namun lebih lunak. Dengan begitu, tinja jadi akan lebih mudah keluar.Contoh obat pencahar yang termasuk jenis ini antara lain:
  • Psyllium
  • Polycarbophil
  • Metilselulosa

• Obat pencahar stimulan

Obat pencahar stimulan merupakan jenis yang paling keras. Obat ini bekerja dengan cara membuat saluran pencernaan berkontraksi sehingga tinja bisa terdorong keluar. Contoh obat ini adalah:
  • Bisakodil
  • Dantron
  • Natrium dokusat
  • Natrium pikosulfat
Obat jenis ini hanya boleh digunakan selama beberapa hari. Sebab jika dikonsumsi dalam jangka panjang, organ saluran pencernaan kita akan kehilangan “ingatan” untuk berfungsi dengan benar. Jadi, Anda akan terus-menerus sulit buang air besar kecuali minum obat pencahar terlebih dahulu.

• Obat pencahar yang melunakkan tinja

Obat pencahar jenis ini akan membuat tinja menyerap lebih banyak air sehingga konsistensinya lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Contoh obat jenis ini adalah docusate.

• Obat pencahar osmotik

Saat Anda mengonsumsi obat pencahar osmotik, usus akan mampu menampung lebih banyak cairan, sehingga tinja yang lewat akan menyerapnya dan konsistensinya akan berubah lebih lunak. Contoh obat ini adalah polietilen glikol dan solusi magnesium hidroksid.

Hati-hati dengan efek samping obat pencahar

Sama halnya dengan obat-obatan lainnya, obat pencahar juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Efek samping yang terjadi biasanya ringan dan akan hilang apabila Anda menghentkan konsumsi obat ini.
Beberapa kondisi yang umum muncul sebagai efek samping obat pencahar antara lain:
Mengonsumsi terlalu banyak obat pencahar bisa membuat Anda diare. Selain itu, usus Anda juga bisa tersumbat oleh tinja kering berukuran besar yang sulit keluar. Kadar garam dan mineral lain di tubuh pun bisa jadi tidak seimbang.Jika setelah mengonsumsi obat ini Anda merasa tidak enak badan, berkonsultasilah pada dokter untuk mengetahui kondisi ang sedang dialami. Baik dengan bahan alami maupun menggunakan obat dokter, konstipasi adalah kondisi yang perlu diatasi secepatnya.
sembelitpencernaankonstipasiobat pencahar
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/20-natural-laxatives
Diakses pada 17 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation/in-depth/laxatives/art-20045906
Diakses pada 17 Juni 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/laxatives/
Diakses pada 17 Juni 2020
Family Doctor. https://familydoctor.org/laxatives-otc-products-for-constipation/
Diakses pada 17 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/10279
Diakses pada 17 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait