Jenis Obat Keputihan Saat Hamil yang Aman untuk Ibu dan Janin

(0)
19 Aug 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Obat keputihan saat hamil bisa antijamur, antibakteri, atau antivirusObat keputihan saat hamil bisa diberikan tergantung penyebabnya
Mengalami keputihan saat hamil adalah hal yang normal terjadi. Namun, keputihan yang keluar memiliki warna dan bau yang tidak biasa, bisa menandakan infeksi di area vagina.Infeksi tersebut harus segera diatasi dengan obat keputihan saat hamil yang aman dan efektif, sebelum memberikan dampak buruk pada ibu maupun janin.Obat yang digunakan untuk mengatasi keputihan saat hamil bisa berbeda, tergantung dari penyebabnya. Sehingga, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat tertentu.

Apa penyebab keputihan saat hamil?

Pengobatan keputihan yang terjadi saat hamil bisa berbeda-beda tergantung penyebabnya. Sehingga, ada baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu soal hal-hal yang dapat memicu keputihan pada ibu hamil, seperti berikut ini.

• Keputihan normal

Keputihan normal pada ibu hamil bisa muncul karena perubahan atau fluktuasi hormon di tubuh. Saat hamil, leher rahim dan dinding vagina juga akan melunak, membuat tubuh memproduksi lebih banyak cairan keputihan untuk melindungi tubuh dari infeksi.Pada akhir masa kehamilan atau trimester akhir, posisi kepala bayi yang sudah mulai ada di dekat leher rahim, bisa menekan organ tersebut dan membuat produksi keputihan meningkat.

• Infeksi jamur

Jika keputihan yang keluar saat hamil berwarna putih keruh dan disertai gumpalan-gumpalan, maka Anda kemungkinan sedang mengalami infeksi jamur. Infeksi jamur sering terjadi pada ibu hamil, karena berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh membuatnya jadi lebih rentan terhadap infeksi.Keputihan yang disebabkan oleh infeksi jamur biasanya juga akan disertai dengan rasa sakit saat buang air kecil, gatal, dan area vagina terasa panas.

• Infeksi bakteri

Ibu hamil yang mengalami infeksi bakteri, biasanya akan mengeluarkan keputihan yang berwarna abu-abu disertai bau amis yang menyengat. Infeksi bakteri pada vagina atau vaginosis bakteri bisa terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri di vagina.

• Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi di masa kehamilan. Salah satu ciri yang cukup khas pada kondisi ini adalah keluarnya keputihan yang berwarna hijau atau kuning.Infeksi ini dapat membahayakan ibu maupun janin yang dikandungnya, karena meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan.

• Gangguan kehamilan

Keputihan yang keluar saat hamil juga bisa menandakan gangguan kehamilan. Jika berwarna merah muda, maka ada kemungkinan keputihan tersebut menandakan keguguran atau kehamilan ektopik.Keguguran dan kehamilan ektopik juga dapat ditandai dengan keputihan berwarna merah gelap. Jika ini sampai terjadi, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Obat keputihan saat hamil yang aman

Obat keputihan saat hamil hanya bisa efektif apabila diberikan sesuai penyebabnya, seperti berikut ini.

1. Obat antijamur

Keputihan pada ibu hamil yang disebabkan oleh infeksi jamur bisa disembuhkan dengan obat antijamur berupa krim atau secara supositoria (dimasukkan melalui anus). Obat ini akan membantu meredakan infeksi dalam waktu tujuh hari.Jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi kondisi ini antara lain:

2. Obat antibiotik

Ibu hamil yang mengalami infeksi bakteri bisa menjalani terapi pengobatan dengan mengonsumsi antibiotik. Selain dalam bentuk obat minum, antibiotik juga bisa diberikan dalam bentuk salep atau gel yang dapat dioleskan langsung ke vagina.Jenis antibiotik yang diberikan biasanya adalah clindamycin atau metronidazole. Jika diberikan dalam bentuk obat minum, antibiotik tersebut harus dikonsumsi dua kali sehari selama 7 hari. Sementara itu dalam bentuk obat oles, penggunaannya harus dilakukan setiap hari sebelum tidur selama 5 hari.

3. Pengobatan untuk infeksi menular seksual pada ibu hamil

Apabila keputihan yang terjadi disebabkan oleh infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri, maka ibu hamil akan diobati menggunakan antibiotik. Sementara itu infeksi yang terjadi disebabkan oleh virus, akan diobati menggunakan obat antivirus.Untuk keputihan yang keluar akibat gangguan kehamilan, dokter akan melakukan prosedur yang sesuai dengan kondisi. Pada kasus keguguran atau kehamilan ektopik, misalnya, prosedur seperti kuretase mungkin akan dilakukan.Para ibu hami yang merasa terganggu dan khawatir akan keputihan yang dialami, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan. Dengan begitu, kehamilan akan terjaga dengan baik.
kehamilanmasalah kehamilankeputihan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-discharge-during-pregnancy#1
Diakses pada 5 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323433#discharge-colors-and-their-meaning
Diakses pada 5 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/candidias-yeast-infection
Diakses pada 5 Agustus 2020
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/bacterial-vaginosis-during-pregnancy/
Diakses pada 5 Agustus 2020
March of Dimes. https://www.marchofdimes.org/complications/bacterial-vaginosis.aspx
Diakses pada 5 Agustus 2020
CDC. https://www.cdc.gov/std/pregnancy/stdfact-pregnancy-detailed.htm
Diakses pada 5 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait