logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

3 Jenis Obat Keputihan di Apotik yang Bisa Anda Pilih Berdasarkan Penyebabnya

open-summary

Obat keputihan di apotik antara lain metronidazole, clyndamycin, tinidazole, miconazole, dan butoconazole. Penggunaanya tergantung dari penyebab keputihan yang terjadi. Obat-obatan ini ada yang bisa dibeli bebas dan harus dengan resep.


close-summary

3.51

(244)

25 Jan 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Obat keputihan di apotek jenis antibiotik adalah metronidazole, clindamycin dan tinidazole

Obat keputihan di apotek antara lain antibiotik dan antijamur

Table of Content

  • Kapan obat keputihan perlu dikonsumsi? 
  • Obat keputihan di apotik yang aman digunakan
  • Agar keputihan abnormal cepat sembuh

Keputihan bisa jadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan oleh para wanita di seluruh dunia. Jika keputihan ini sudah sangat mengganggu atau bahkan sampai menyebabkan infeksi, Anda dapat membeli obat keputihan di apotek yang terjamin keamanannya.

Advertisement

Keputihan adalah cairan atau lendir yang keluar dari vagina. Lendir ini berfungsi menjaga kesehatan alat kelamin wanita agar terhindar dari infeksi. Keputihan yang normal biasanya tidak berbau, berwarna putih atau bening, serta tebal dan lengket.

Wanita umur berapa pun dapat mengalami keputihan, tapi lendir yang dihasilkan biasanya akan meningkat saat sedang hamil, menggunakan alat KB, dan dalam masa subur.

Meski demikian, keputihan bisa saha menjadi tanda infeksi sehingga harus mendapatkan pengobatan yang tepat.

Kapan obat keputihan perlu dikonsumsi? 

Tidak semua keputihan harus dihilangkan menggunakan obat. Keputihan yang dirawat dengan obat adalah keputihan yang disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti infeksi bakteri, jamur, maupun penyakit menular seksual.

Berikut ciri-ciri keputihan tidak normal yang perlu diobati dengan konsumsi obat keputihan: 

  • Berwarna cokelat atau terdapat bercak darah

Keputihan yang berwarna cokelat atau bercampur dengan bercak darah mungkin menandakan siklus menstruasi tidak normal. Dalam kasus yang jarang, keputihan yang serupa flek ini dapat disebabkan oleh kanker serviks atau endometrium. Keputihan abnormal ini biasanya juga dibarengi dengan gejala lain, seperti perdarahan lewat vagina dan nyeri panggul.

  • Berwarna kuning dan menggumpal

Keputihan berwarna kuning mungkin saja menandakan penyakit menular seksual, seperti gonore. Biasanya, kondisi ini diikuti dengan munculnya bau tidak sedap. Keputihan ini bisa dibarengi dengan gejala seperti pendarahan saat tidak sedang menstruasi, nyeri panggul, dan rasa sakit saat buang air kecil.

  • Berwarna kuning atau abu-abu disertai busa dan bau busuk

Keputihan jenis ini biasanya menandakan penyakit menular seksual, yakni trikomoniasis. Keputihan ini juga disertai rasa nyeri dan gatal ketika buang air kecil.

  • Berwarna merah muda

Keputihan dengan ciri ini menandakan peluruhan dinding rahim setelah melahirkan. Jika Anda tidak melahirkan dan menemukan keputihan dengan warna ini, waspadai adanya luka pada area kelamin.

  • Berwarna putih, kental, dan seperti keju

Keputihan dengan warna dan karakteristik ini menandakan infeksi jamur Candida. Keputihan ini juga disertai bengkak dan nyeri di sekitar vulva, rasa gatal, dan nyeri saat berhubungan seksual.

  • Berwarna putih, keruh, atau kuning dengan bau amis

Keputihan ini menandakan infeksi bakteri (vaginosis bakteri). Keputihan ini biasa disertai sensasi terbakar, kemerahan, dan bengkak pada vagina atau vulva.

Jika Anda tidak yakin dengan penyebab keputihan abnormal yang Anda alami, jangan sembarangan membeli obat keputihan di apotek. Sebaliknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Baca Juga

  • 10 Ciri-Ciri Wanita Subur yang Mudah Dikenali, dan Cara Tahunya
  • Hati-Hati, Kenali Ciri Keputihan Abnormal Tanda Kanker Serviks
  • Obat Keputihan yang Aman dan Efektif Digunakan

Obat keputihan di apotik yang aman digunakan

Keputihan yang normal memang tidak membutuhkan pengobatan apa pun. Akan tetapi, jika keputihan sudah terlalu banyak akibat masalah kesehatan tertentu, Anda tentu perlu mengobatinya.

Setelah mengenali penyebab keputihan abnormal yang Anda alami, berikut beberapa obat keputihan di apotek yang dapat Anda pilih berdasarkan penyebabnya:

1. Keputihan akibat infeksi bakteri

Keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri (vaginosis bakteri) dapat diobati dengan pemberian antibiotik.

Obat keputihan di apotek berupa antibiotik harus disertai dengan resep dokter. Beberapa pilihan antibiotik untuk keputihan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, antara lain:

  • metronidazole
  • clindamycin
  • tinidazole

Dokter dapat meresepkan antibiotik tablet minum atau obat oles. Pastikan Anda mengikuti anjuran dokter agar penyembuhan berlangsung lebih cepat.

2. Keputihan akibat infeksi jamur

Keputihan akibat infeksi jamur dapat disembuhkan dengan obat antijamur, baik krim, obat minum, ataupun supositoria. Beberapa pilihan obat antijamur untuk keputihan yang dapat Anda beli secara bebas di apotik, antara lain:

  • miconazole
  • clotrimazole
  • butoconazole
  • tioconazole

Dokter juga dapat meresepkan obat lain, seperti fluconazole, yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

3. Keputihan akibat penyakit menular seksual

Bila keputihan disebabkan oleh trikomoniasis atau gonore, Anda bisa membeli obat yang mengandung metronidazole atau tinidazole tablet di apotek. Namun, pastikan Anda memeriksakan diri terlebih dulu ke dokter agar obat yang diberikan tepat sasaran.

Keputihan juga bisa disebabkan oleh atrofi vagina akibat menopause. Untuk kondisi ini, Anda dapat menggunakan krim atau tablet yang mengandung estrogen yang bisa dibeli di apotek dengan resep dokter.

Agar keputihan abnormal cepat sembuh

Selama menggunakan obat keputihan di apotek, Anda juga harus menjaga higienitas area kewanitaan. Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak membuat area tersebut menjadi lembap.
  • Jangan mencuci vagina, bahkan dengan sabun khusus area kewanitaan karena hal itu akan membunuh bakteri baik yang juga terdapat pada vagina.
  • Lakukan hubungan seksual yang aman, misalnya dengan menggunakan pelindung dan tidak bergonta-ganti pasangan, untuk menghindari penyakit menular seksual.
  • Membasuh kelamin dari depan ke belakang saat buang air kecil dan besar.

Anda juga bisa minum yogurt untuk membantu bakteri baik di vagina melawan aktivitas bakteri jahat yang berlebihan. Bila kondisi Anda tidak membaik setelah beberapa hari menggunakan obat keputihan di apotek, segera konsultasikan dengan dokter.

Advertisement

keputihanvaginosis bakteri

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved