Ini Jenis-Jenis Obat Diabetes yang Dianjurkan oleh Dokter

(0)
10 Dec 2019|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Diabetes tipe 1 memerlukan obat diabetes berupa suntikan insulinInsulin umumnya diberikan lewat suntikan
Mengontrol kadar gula darah adalah tujuan utama dari pengobatan diabetes. Dengan ini, pasien dapat terhindar dari berbagai komplikasi serius dan berbahaya.Jenis obat diabetes untuk penderita kencing manis tergantung dari tipe diabetesnya, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Dokter akan mengevaluasi kondisi Anda agar tipe obat yang tepat guna.

Jenis-jenis obat diabetes rekomendasi dokter

Penggunaan obat-obatan sangat penting bagi pasien diabetes. Pasalnya, obat dapat membantu dalam mengendalikan kadar gula darah di tubuh penderita.Ada berbagai jenis obat diabetes yang direkomendasi oleh dokter. Tiap jenisnya akan memengaruhi tubuh dengan cara berbeda-beda.Beberapa obat diabetes umumnya bisa diminum langsung. Namun ada pula jenis lainnya harus diberikan melalui suntikan. Apa sajakah jenis-jenis obat diabetes tersebut?

Obat diabetes tipe 1

Orang dengan diabetes tipe 1 tidak dapat menghasilkan insulin dalam tubuhnya. Karena itu, mereka harus menggunakan insulin setiap hari guna mengendalikan kadar gula darahnya.Insulin umumnya digunakan dengan cara disuntik. Pasien dapat melakukan penyuntikan sendiri di rumah atau dibantu oleh petugas medis.Selain dalam bentuk suntik, insulin juga tersedia dalam bentuk pompa portabel. Alat ini akan memompa insulin secara otomatis ke dalam tubuh penderita, sehingga lebih praktis.Tipe insulin yang digunakan sebagai obat diabetes pun bervariasi. Variasi ini muncul karena adanya perbedaan pada kecepatan kerja insulin, efek maksimalnya pada gula darah, dan durasi kerjanya dalam tubuh. Berikut pejelasannya:
  • Rapid-acting insulin

Insulin kerja cepat membutuhkan waktu 15 menit untuk menurunkan kadar gula darah. Obat ini mencapai puncak kinerjanya pada 30-90 menit setelah dikonsumsi. Sayangnya, efeknya hanya bertahan selama tiga sampai lima jam.Beberapa contoh obat diabetes ini meliputi rapid-acting insulin meliputi insulin lispro, insulin aspart, dan insulin glulisine. Obat ini dapat disuntikkan langsung sebelum makan, tidak perlu menunggu beberapa menit hingga jam.
  • Short-acting insulin atau regular-acting insulin

Insulin kerja singkat memerlukan waktu sekitar 30 hingga 60 menit untuk menjadi aktif dalam aliran darah. Contohnya adalah regular insulin.Puncak kinerja short-acting insulin akan muncul setelah waktu dua hingga empat jam dikonsumsi, dan efeknya dapat bertahan selama lima sampai delapan jam. Obat ini dapat disuntikan 30 menit sebelum makan.
  • Immediate-acting insulin

Insulin jenis ini mulai bekerja pada satu sampai empat jam sejak penyuntikan. Immediate-acting insulin akan mencapai puncak kinerjanya dalam waktu delapan jam.Obat diabetes ini bisa memberikan efek selama 12-16 jam. Contohnya adalah insulin isophane atau insulin NPH.
  • Long-acting insulin

Sesuai namanya, long-acting insulin memerlukan waktu hingga empat jam untuk sampai ke dalam aliran darah, dan bisa bertahan selama 14-24 jam. Contoh obat diabetes ini meliputi insulin glargine, insulin detemir, serta insulin degludec.
  • Premixed insulin

Insulin campuran merupakan kombinasi dari jenis-jenis insulin yang telah disebutkan sebelumnya. Obat diabetes ini mulai bekerja dalam waktu lima menit hingga satu jam setelah pemberian, dan mampu bertahan selama 10-24 jam.Contoh premixed insulin meliputi kombinasi insulin lispro protamine dan insulin lispro, insulin aspart protamine and insulin aspart, serta insulin NPH and regular insulin.Suntikan non-insulin juga bisa digunakan oleh pasien diabetes tipe 1. Misalnya, amylin analog untuk mengendalikan gula darah dan glukagon yang dapat mencegah penurunan kadar gula darah yang terlalu rendah.

Obat diabetes tipe 2

Obat diabetes bagi pasien diabetes tipe 2 berfungsi membantu tubuh untuk menggunakan insulin dengan lebih efektif atau menurunkan kadar gula berlebih di dalam darah. Umumnya, obat yang digunakan adalah obat minum (oral). Namun insulin juga terkadang diperlukan dalam beberapa kasus.Jenis-jenis golongan obat diabetes untuk diabetes tipe 2 meliputi:
  • Biguanide

Biguanide akan menurunkan kadar gula darah dengan mengurangi jumlah gula yang diproduksi oleh hati. Obat dari kelompok biguanide yang paling umum adalah metformin.
  • Sulfonilurea

Sulfonilurea bekerja dengan cara merangsang sel-sel beta pada pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin. Beberapa contoh obat diabetes ini meliputi glimepiride, gliclazide, glyburide, chlorpropamide, dan tolazamide.
  • Alpha-glukosidase inhibitors

Alpha-glukosidase inhibitors dapat mengurangi kadar gula darah dengan membantu tubuh dalam memecah makanan yang mengandung pati dan gula. Agar hasilnya maksimal, obat diabetes ini harus diminum sebelum Anda makan. Acarbose dan miglitol merupakan contohnya.
  • Dopamine agonist

Para pakar menduga bahwa dopamine agonist dapat mencegah resistansi insulin dan memperbaiki ritme kerja tubuh. Obat ini mempengaruhi kerja hormon dopamine sehingga hipotalamus akan mendapat sinyal untuk menurunkan toleransi glukosa, asam lemak bebas (Free fatty acid), dan trigliserida. Salah satu contoh obat diabetes ini adalah bromocriptine.
  • Dipeptidyl peptidase-4 inhibitors

Dipeptidyl peptidase-4 inhibitors atau DPP-4 inhibitors dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi lebih banyak insulin dan menurunkan gula darah tanpa menyebabkan hipoglikemia. Contoh obat diabetes ini meliputi alogliptin, alogliptin-metformin, linagliptin, saxagliptin, serta sitagliptin-metformin.
  • GLP-1 receptor agonist

Cara kerja GLP-1 receptor agonist adalah dengan meningkatkan pertumbuhan sel-B dan jumlah insulin yang digunakan oleh tubuh. Obat diabetes ini dapat mengurangi nafsu makan dan kadar glukagon yang dipakai oleh tubuh, sehingga bermanfaat untuk penderita diabetes.GLP-1 receptor agonist juga dianjurkan sebagai bagian dari pengobatan pada pasien diabetes yang juga mengidap gagal jantung, atherosclerosis, dan gangguan ginjal kronis yang lebih dominan dari diabetesnya.Contoh GLP-1 receptor agonist meliputi albiglutide, dulaglutide, exenatide, liraglutide, dan semaglutide.
  • Meglitinide

Meglitinide diperlukan oleh tubuh untuk membantu proses pelepasan insulin. Namun obat diabetes ini juga dapat menurunkan gula darah terlalu rendah, sehingga belum tentu cocok untuk semua pasien kencing manis.Nateglinide, repaglinide, dan repaglinide-metformin merupakan beberapa contoh golongan meglitinide.
  • Sodium-glucose transporter 2 inhibitors

SGLT2 inhibitors akan membantu dalam membuang gula darah dari dalam tubuh penderita melalui urine. Dengan ini, ginjal tidak lagi menyimpan terlalu banyak glukosa.Sama seperti GLP-1 receptor agonist, penggunaan obat diabetes ini juga dianjurkan sebagai salah satu alternatif untuk penderita diabetes dengan gagal jantung, atherosclerosis, dan gangguan ginjal kronis yang lebih mendominasi.Jenis obat yang termasuk SGLT2 inhibitors meliputi dapagliflozin, dapagliflozin-metformin, canagliflozin, canagliflozin-metformin, empagliflozin, empagliflozin-metformin, empagliflozin-linagliptin, serta ertugliflozin.
  • Thiazolidinesdione

Thiazolidinesdione berfungsi menurunkan gula darah di dalam hati, sekaligus membantu sel-sel lemak dalam menggunakan insulin. Rosiglitazone, rosiglitazone-glimepiride, pioglitazone-alogliptin, pioglitazone-glimepiride, dan pioglitazone-metformin merupakan contoh obat diabetes ini.Perlu diingat bahwa thiazolidinesdions dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Karena itu, dokter akan memantau fungsi jantung penderita diabetes secara ketat selama pengobatan.Ada banyak macam obat diabetes yang tersedia untuk mengendalikan diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Penderita juga seringkali membutuhkan obat-obatan lain guna menangani kondisi yang terkait dengan diabetes. Mulai dari penyakit jantung, kolesterol tinggi, hingga hipertensi.Agar menemukan kombinasi obat yang efektif, Anda membutuhkan konsultasi dengan dokter. Melalui pemeriksaan medis, dokter bisa menentukan jenis obat yang paling sesuai untuk kondisi Anda.
diabetes melitus tipe 1diabetes melitus tipe 2obat antidiabetes
Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/medications-list
Diakses pada 10 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/long-acting-insulin#types
Diakses pada 10 Desember 2019
Medical News Today.  https://www.medicalnewstoday.com/articles/311300.php
Diakses pada 10 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait