Garam epsom bisa menjadi salah satu obat bisul alami
Salah satu obat bisul yang alami adalah garam epsom

Anda mungkin pernah punya bisul yang mengganggu di salah satu bagian tubuh. Meski tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri, bentolan bernanah ini tetap harus diwaspadai. Pasalnya, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat Anda butuh obat bisul dan prosedur medis dari dokter.

Kapan Anda butuh obat bisul dari dokter?

Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika bisul dibarengi dengan kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Bisul yang dialami oleh bayi, anak-anak, serta orang dewasa berusia di atas 65 tahun.
  • Penderita memiliki sistem imun yang lemah, misalnya menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker, menjalani transplantasi organ, serta mengidap HIV/AIDS.
  • Bisul yang tumbuh di wajah atau tulang belakang.
  • Ukuran bisul yang semakin besar.
  • Bisul tidak kunjung sembuh dalam dua minggu.
  • Demam.
  • Bisul menyebar ke bagian tubuh lain.
  • Bisul yang semakin sakit.

Melalui pemeriksaan dokter, obat bisul dapat diberikan sesuai dengan kondisi yang Anda alami.

Obat bisul yang direkomendasikan oleh dokter

Obat bisul yang diresepkan bisa tergantung pada keadaan pasien. Beberapa cara mengobati bisul yang umumnya dianjurkan meliputi:

  • Obat antibiotik

Antibiotik berfungsi melawan bakteri yang menyebabkan infeksi. Dokter umumnya dapat meresepkan obat ini untuk menangani bisul yang tergolong parah.

Contoh kondisi yang memerlukan antibiotik meliputi bisul yang berjumlah lebih dari satu, tumbuh di wajah karena lebih rentan memicu komplikasi, disertai selulitis, serta dialami oleh orang dengan sistem imun lemah. Untuk menanganinya, dokter bisa memberikan jenis antibiotik golongan dicloxacillin atau cephalexin.

Namun jika penyebab bisul adalah methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), Anda membutuhkan antibiotik yang lebih keras. Kenapa?

Pasalnya, bakteri MRSA resistan terhadap obat, sehingga lebih sulit disembuhkan. Untuk bisul akibat bakteri ini, dokter dapat memberikan antibiotik jenis clindamycin atau doxycycline.

Ingatlah bahwa obat antibiotik harus dihabiskan sesuai anjuran dokter. Jangan pernah berhenti meminumnya tanpa konsultasi medis dulu.

Berhenti mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter dapat memicu resistansi antibiotik. Ini berarti, antibiotik tersebut tidak akan manjur lagi dalam memberantas bakteri, sehingga dibutuhkan jenis antibiotik yang lebih keras untuk mengatasinya.

  • Prosedur drainase

Membuka dan mengeringkan bisul dapat dilakukan dengan prosedur drainase. Pada prosedur ini, dokter akan memberikan bius lokal pada area bisul, sehingga tidak terasa sakit saat drainase dilakukan.

Setelah bius bekerja, dokter menyayat bisul dengan agar nanah bisa keluar. Begitu semua nanah sudah keluar, Anda akan menerima obat antibiotik untuk memberantas bakteri sekaligus mencegah infeksi lebih lanjut.

  • Obat pereda nyeri

Anda akan merasa jauh lebih baik setelah bisul kering. Tetapi jika bisul masih terasa sakit, dokter juga mungkin memberikan obat antinyeri. Anda bisa mengonsumsinya selama 1-2 hari ke depan.

Waktu pemulihan bisa memakan waktu 1-2 minggu, tergantung dari ukuran bisul. Agar proses ini berjalan lebih cepat, pertimbangkan pula untuk menempelkan kompres hangat pada luka bekas drainase. Lakukan langkah ini sebanyak 3-4 kali per hari.

Apabila bisul Anda tidak termasuk parah, Anda bisa saja tidak memerlukan obat bisul dari dokter. Obat-obatan maupun cara alami mungkin sudah cukup untuk menyembuhkan bisul.

Obat bisul dengan bahan-bahan alami

Bisul berukuran kecil biasanya dapat sembuh sendiri tanpa penanganan medis. Ada beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mempercepat kesembuhannya. Apa sajakah cara tersebut?

1. Tempelkan kompres hangat

Suhu hangat akan meningkatkan tekanan di pori-pori yang terinfeksi. Dengan ini, nanah dan darah di dalam bisul bisa tertarik ke permukaan kulit. 

Gunakan handuk bersih yang telah direndam dalam air hangat. Tempelkan handuk di atas permukaan bisul selama 10 hingga 15 menit. Ulangi sebanyak 3-4 kali sehari, atau sampai bisul pecah sendiri.

Setelah bisul pecah, lakukan langkah-langkah berikut untuk membantu proses penyembuhan:

  • Bilas luka menggunakan sabun antibakteri.
  • Tutupi luka dengan perban atau kain kasa yang steril.
  • Mengganti perban dan kain kasa sebanyak 2-3 kali sehari
  • Cuci tangan dengan sabun antibakteri sebelum dan sesudah menyentuh atau mengganti balutan di atas bisul
  • Mencuci pakaian dan tempat tidur dengan air panas, dan keringkan di area yang panas saat Anda sudah sembuh

2. Manfaatkan garam epsom

Ternyata, garam epsom juga bisa menjadi obat bisul yang alami. Cara menggunakannya pun cukup mudah.

Larutkan garam epsom dengan air hangat, lalu rendam handuk bersih di dalamnya. Kemudian, tempel handuk bersih ini di atas bisul selama 20 menit.

Lakukan kompres garam epsom tersebut setidaknya tiga kali dalam sehari sampai bisul Anda pecah dengan sendirinya.

3. Gunakan tea tree oil

Tea tree oil memiliki sifat antibakteri dan antiseptik. Berkat itu, minyak ini dipercaya bisa membantu dalam menangani infeksi bakteri penyebab bisul.

Campurkan lima tetes tea tree oil dengan satu sendok teh minyak kelapa atau minyak zaitun. Lalu, teteskan campuran ini pada kapas dan oleskan ke bisul hingga merata.

Anda bisa melakukan langkah ini sebanyak 2-3 kali per hari. Terus lakukan sampai bisul sembuh.

Namun ingatlah bahwa tea tree oil sebaiknya hanya digunakan setelah dicampur dengan minyak kelapa atau minyak zaitun. Pasalnya, minyak ini bisa memicu sensasi perih dan terbakar bila dioleskan begitu saja.

4. Gunakan bubuk kunyit

Dalam bubuk kunyit, terkandung senyawa antibakteri dan antiperadangan yang bermanfaat sebagai obat bisul alami. Anda bisa menggunakannya dengan dua cara berikut:

5. Meminum bubuk kunyit

Rebus satu sendok teh bubuk kunyit dalam air atau susu. Lalu minumlah setelah dingin. Anda bisa mengonsumsinya sebanyak tiga kali sehari.

Ingatlah bahwa obat-obatan alami tidak boleh dijadikan sebagai pengobatan utama untuk masalah kulit Anda, termasuk bisul. Pemeriksaan dari dokter tetap dibutuhkan guna mendapatkan perawatan yang benar.

Meski bisul tidak membahayakan, Anda tetap tidak boleh membiarkannya begitu saja. Perhatikan kondisi bisul saksama agar Anda bisa mendeteksi perubahan yang mencurigakan.

Apabila bisul belum sembuh juga dalam dua minggu, makin membesar, terasa sakit, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi, segeralah periksakan ke dokter agar bisa memperoleh obat bisul yang tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-abscess
Diakses pada 4 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-boils
Diakses pada 4 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/abscess-drainage
Diakses pada 4 Desember 2019

Medical News Todayhttps://www.medicalnewstoday.com/articles/319939.php
Diakses pada 4 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/abscess#1
Diakses pada 4 Desember 2019

Artikel Terkait