3 Jenis Obat Batuk Berdahak yang Beredar Bebas dan Efek Sampingnya

Batuk berdahak dapat diatasi dengan obat batuk berdahak yang dijual bebas tanpa resep dokter
Batuk berdahak terkadang sangat mengganggu sehingga perlu segera diobati

Semua orang yang pernah mengalami batuk berdahak paham bahwa kondisi ini sangat mengganggu aktivitas, bahkan sampai mengurangi kualitas tidur Anda. Tidak heran jika Anda berpikir untuk meminum obat batuk berdahak yang banyak dijual di toko obat maupun apotek. Tetapi, apakah batuk berdahak memang hanya bisa diatasi dengan minum obat?

Batuk sebetulnya merupakan reaksi tubuh terhadap adanya benda asing, seperti debu, alergen, polusi, atau asap rokok, yang masuk ke sistem pernapasan. Sementara batuk berdahak adalah batuk yang terjadi ketika saluran pernapasan memproduksi terlalu banyak lendir sehingga Anda akan merasa ada yang mengganjal di tenggorokan atau dada.

Bagaimana cara memilih obat batuk berdahak yang tepat?

Untuk mengatasi batuk berdahak, Anda harus mengetahui terlebih dahulu penyebab saluran pernapasan memproduksi lebih banyak lendir. Pada kebanyakan kasus, batuk berdahak hanya disebabkan oleh virus common cold (pilek) atau flu sehingga Anda tidak perlu minum obat batuk apa-apa.

Sementara itu, batuk berdahak yang disebabkan oleh bakteri harus diatasi dengan antibiotik. Jangan sembarangan meminum antibiotik jika batuk Anda hanya disebabkan oleh virus karena bisa menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik di kemudian hari.

Lampu kuning lain yang harus Anda perhatikan adalah pemberian obat batuk berdahak untuk anak atau bayi. Akademi Dokter Anak Amerika (AAP), menyarankan anak di bawah usia 4 tahun tidak boleh diberi obat batuk tanpa resep dokter.

Mengenal jenis obat batuk berdahak yang ada di pasaran

Pada dasarnya, terdapat tiga jenis obat batuk berdahak yang beredar di pasaran, di antaranya:

  • Antitusif

Obat batuk berdahak ini bekerja dengan cara menekan batuk sehingga Anda tidak akan sering batuk. Meski demikian, obat antitusif tidak bisa digunakan untuk mengatasi batuk berdahak yang disebabkan oleh merokok atau masalah pernapasan lainnya (contohnya bronkitis kronis dan emfisema), kecuali diresepkan oleh dokter.

Obat batuk berdahak jenis antitusif adalah kodein dan dekstrometorfan. Efek samping yang mungkin Anda rasakan adalah mual dan muntah. Dalam kasus yang lebih jarang, Anda bisa mengalami reaksi alergi, seperti biang keringat, gatal atau bengkak (terutama di area wajah, lidah, dan tenggorokan), sakit kepala hebat, hingga sesak napas.

  • Ekspektoran

Obat batuk berdahak yang satu ini bekerja dengan merangsang pengeluaran dahak dari saluran pernapasan atau disebut sebagai proses ekspektorasi. Selain itu, ekspektoran juga menstimulasi mukosa lambung agar secara refleks merangsang sekresi kelenjar saluran pernapasan sehingga dahak yang tersumbat dapat lebih mudah keluar dari tubuh.

Jenis obat batuk berdahak ekspektoran adalah ammonium klorida dan gliseril guaiakolat. Ammonium klorida sendiri jarang digunakan untuk obat batuk yang berdiri sendiri, namun lebih sering dicampur dalam obat ekspektoran lain atau antitusif dan memiliki efek samping berupa insifisiensi hati, ginjal, dan paru-paru bila diminum berlebihan

Sementara obat gliseril guaiakolat biasanya berbentuk sirup 100mg/5ml. Namun, waspadai efek sampingnya, berupa kantuk, mual, dan muntah.

  • Mukolitik

Mukolitik adalah jenis obat batuk berdahak yang bekerja dengan mengencerkan lendir di saluran pernapasan dengan memecah benang-benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari sputum. Jenis obat mukolitik yang banyak terdapat di pasaran adalah golongan bromheksin, ambroksol, dan asetilsestein.

Bromheksin adalah obat batuk berdahak yang biasa digunakan di instalasi gawat darurat untuk mengeluarkan dahak seseorang. Rasa obat ini sangat pahit dan harus diberikan dengan terlebih dahulu memerhatikan kondisi kesehatan pasien, terutama karena bromheksin tidak boleh diminum oleh penderita asam lambung.

Ambroksol memiliki prinsip kerja mirip bromheksin. Sementara asetilsistein biasanya digunakan secara semprotan (nebulization) atau obat tetes hidung dan memiliki efek samping berupa spasme bronkus (pada penderita asma), mual, muntah, stomatitis, pilek, hemoptisis, dan terbentuknya sekret berlebihan sehingga perlu disedot.

Saat mengonsumsi obat batuk berdahak yang dibeli di apotek, sangat penting untuk membaca terlebih dahulu kemasan atau brosur yang menyertainya. Baca aturan pakainya dan jika sakit Anda tidak sembuh dalam dua minggu, hentikan pemakaian obat dan periksakan diri ke dokter.

Adakah obat batuk berdahak yang alami?

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan saat batuk sebetulnya bukan minum obat batuk berdahak yang dijual di pasaran. Sebaliknya, ada beberapa cara alami untuk meredakan batuk sehingga Anda dapat beristirahat sambil menunggu batuk yang disebabkan oleh virus tersebut sembuh dengan sendirinya.

Cara-cara alami yang dipercaya dapat mengurangi batuk, antara lain:

  • Menjaga lingkungan tetap lembap, misalnya dengan mandi air hangat.
  • Minum air yang banyak, termasuk air putih atau teh hangat, hingga sup atau wedang jahe.
  • Konsumsi madu, bisa diminum satu sendok makan sebelum tidur atau dijadikan teh madu.
  • Konsumsi peppermint, misalnya dalam bentuk teh atau permen menthol karena peppermint dipercaya dapat mengencerkan dahak.

Jika Anda sudah minum obat batuk berdahak yang dijual di pasaran atau mencoba cara alami, tapi batuk tidak sembuh juga dalam dua minggu, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/wet-cough
Diakses pada 15 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/natural-cough-expectorants-cough
Diakses pada 15 Desember 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/bahaya-membeli-antibiotik-sendiri
Diakses pada 15 Desember 2019

American Academy of Family Physicians. https://familydoctor.org/cough-medicine-understanding-your-otc-options/
Diakses pada 15 Desember 2019

Universitas Sumatera Utara. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/23349/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
Diakses pada 15 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-54333/antitussive-oral/details
Diakses pada 15 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed