Bukan Pakai Masker Bedah, Ini Jenis Masker Anti Polusi yang Direkomendasikan

(0)
Ada berbagai jenis masker anti polusi yang beredar di pasaran guna melindungi diri dari debu dan polusiSetiap orang yang berisiko tinggi terpapar polusi atau debu jalanan disarankan menggunakan masker
Polusi udara, termasuk yang sempat terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu, dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan tubuh. Maka dari itu, bagi setiap orang yang berisiko tinggi terpapar polusi atau debu jalanan di luar ruangan sangat disarankan untuk menggunakan masker. Hal ini juga berlaku bagi Anda yang berkendara menggunakan transportasi umum. Ada berbagai jenis masker anti polusi yang beredar di pasaran. Namun, penting diketahui bahwa tidak semua jenis masker dapat melindungi diri dari polusi dan debu jalanan.

Masker medis tidak digunakan untuk masker antipolusi

Salah satu jenis masker yang sering digunakan oleh banyak orang saat berada di fasilitas dan transportasi umum adalah masker bedah atau masker medis, atau dikenal pula dengan masker operasi. Padahal, jenis masker yang umumnya terbuat dari kertas atau kain tersebut tidak dirancang untuk mencegah kontaminasi udara berupa partikel-partikel kecil. Meski partikel-partikel kecil tidak terlihat dengan mata telanjang, tetapi ini tetap dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Selain itu, masker bedah tidak dirancang menutup wajah penggunanya dengan rapat. Akibatnya, Anda yang menggunakan masker hidung berisiko terkontaminasi partikel bakteri yang bisa menembus melalui celah-celah masker yang tidak rapat dan masuk ke saluran pernapasan. Masker hidung atau masker bedah sebenarnya digunakan untuk mencegah penyebaran penyakit dari si pemakai. Masker ini bertujuan mencegah Anda menyebarkan penyakit melalui tetesan air liur atau ingus ke udara yang mungkin saja mengandung kuman. Masker medis juga berfungsi melindungi diri dari percikan cairan tubuh orang lain saat batuk dan bersin sehingga Anda tidak turut tertular penyakit. 

Jenis masker anti polusi yang direkomendasikan 

Salah satu jenis masker yang tepat untuk mencegah polusi udara adalah jenis masker respirator berjenis N95 dan N99. Masker N95 adalah jenis masker berbentuk setengah bulat dan berwarna putih yang dilengkapi dengan lapisan penyaring untuk mencegah partikel-partikel kecil berbahaya di udara. Meski dapat melindungi dari partikel kecil dan halus yang berbahaya, masker N95 tidak dapat melindungi Anda dari uap kimia, gas, karbon monoksida, bensin, timah, atau lingkungan dengan kadar oksigen yang rendah. Masker N95 hadir dengan ukuran yang sesuai menutupi area hidung dan mulut. Dengan demikian, kemungkinan untuk terpapar polusi semakin rendah. Sesuai namanya, masker N95 berfungsi melindungi penggunanya dari seluruh polutan dan partikel-partikel kecil sebanyak 95 persen. Penggunaan masker anti polusi ini tidak boleh sembarangan. Pasalnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan masker N95 agar dapat bekerja efektif dalam melindungi diri Anda dari polusi udara dan debu di jalanan. Masker N95 tidak dirancang untuk anak-anak atau Anda yang memiliki banyak rambut pada wajah. Ini karena masker jenis ini tidak dapat menutupi wajah Anda dengan sempurna sehingga menyisakan celah dan partikel-partikel kecil dapat menembusnya.Masker N95 memerlukan usaha lebih keras bagi penggunanya untuk bernapas. Oleh karena itu, masker anti polusi ini tidak disarankan bagi orang-orang yang memiliki masalah pernapasan kronis, jantung, atau kondisi medis lainnya yang membuat mereka sulit bernapas.Bagi Anda yang memiliki kondisi tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai boleh tidaknya Anda menggunakan masker N95 untuk mencegah polusi. Selain masker anti polusi N95, ada masker N99 yakni menawarkan tingkat perlindungan yang lebih tinggi pada penggunanya, yakni hingga mencapai 99 persen. Bagi Anda yang cukup sensitif terhadap partikel polutan sebaiknya pilih masker N99 dengan perlindungan yang maksimal. 

Bagaimana cara memilih masker antipolusi untuk mencegah polusi udara?

Ada beberapa kriteria masker yang perlu diperhatikan sebelum memilih masker untuk melindungi diri dari polusi udara, yakni:

1. Sesuaikan ukuran

Pastikan masker memiliki ukuran yang pas menutupi hidung, mulut, dan dagu. Jika ukuran masker terlalu besar maka fungsi masker akan sia-sia karena udara yang kotor tetap dapat masuk melalui celah-celah masker. Sebaliknya, apabila terlalu kecil maka masker tidak dapat menutupi area wajah tertentu sehingga masih memungkinkan Anda terpapar polusi udara. Solusinya, pilihlah masker dengan tali yang ukurannya bisa disesuaikan dengan wajah Anda. Untuk anak-anak, sebisa mungkin pilihlah masker yang sesuai usianya. Sebaiknya jangan menggunakan masker antipolusi untuk orang dewasa karena fungsi masker tidak akan bekerja dengan maksimal nantinya. 

2. Perhatikan kegunaan

Utamakan kegunaan masker yang akan Anda gunakan ketimbang model atau gayanya. Misalnya, banyak orang menggunakan masker bedah karena lebih ringan dan tampilannya menarik, tetapi fungsinya tidak sesuai untuk mencegah polusi udara masuk ke pernapasan. 

3. Utamakan kualitas

Pastikan masker antipolusi yang akan digunakan mematuhi Standar Nasional Indonesia ataupun standar internasional, seperti Standar Personal Protective Equipment yang dikeluarkan oleh CE dan EN 149: 2001 + A1: 2009 FFP2 R (R singkatan dari daur ulang).Pastikan untuk selalu melindungi diri Anda dari paparan polusi udara dan debu jalanan menggunakan masker antipolusi yang tepat.Jika Anda merasa bingung atau kesulitan dalam memilih masker anti polusi yang sesuai dengan kondisi Anda, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian, Anda juga akan mendapatkan rekomendasi yang tepat mengenai cara pakai masker. 
hidup sehatpola hidup sehat
U.S. Food & Drug Administration. https://www.fda.gov/medical-devices/personal-protective-equipment-infection-control/masks-and-n95-respiratorsDiakses pada 19 Desember 2019Occupational Safety and Health Administration. https://www.osha.gov/Publications/respirators-vs-surgicalmasks-factsheet.htmlDiakses pada 19 Desember 2019Disease Prevention & Control. https://www.sfcdcp.org/communicable-disease/healthy-habits/how-to-put-on-and-remove-a-face-mask/Diakses pada 19 Desember 2019Medanta. https://www.medanta.org/patient-education-blog/how-to-choose-the-right-anti-pollution-mask-for-yourself/Diakses pada 19 Desember 2019Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/niosh/topics/hcwcontrols/recommendedguidanceextuse.htmlDiakses pada 19 Desember 2019Air Quality Index. http://aqicn.org/mask/Diakses pada 19 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait