Bukan Cuma Lecet, Ini Dia Berbagai Jenis Luka yang Mungkin Anda Alami


Secara umum, jenis luka dibedakan menjadi dua, yaitu luka terbuka dan luka tertutup. Luka terbuka umumnya merusak jaringan kulit dan menyebabkan perdarahan (baik ringan maupun berat. Sementara itu, luka tertutup tidak mempelihatkan darah yang mengalir ke luar tubuh serta tak ada jaringan kulit yang rusak.

0,0
27 Oct 2021|Rena Widyawinata
jenis luka terbuka dan tertutupPerawatan luka akan bergantung pada jenis luka yang dialami
Mengalami luka tentu bukan hal yang langka untuk setiap orang. Bahkan, hal sesederhana digigit nyamuk pun bisa menyebabkan luka jika Anda terus menggaruknya. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada berbagai jenis luka yang mungkin terjadi?
Secara umum, jenis luka dibagi menjadi dua, yaitu luka terbuka dan tertutup, alias luka dalam. Luka dalam tak seperti luka terbuka yang mungkin memunculkan darah yang terlihat nyata. Akan tetapi, keduanya sama-sama tak bisa diremehkan.Mengingat karakteristiknya berbeda, penanganan macam-macam luka pun berbeda. 

Jenis luka terbuka

Indian Journal of Plastic Surgery mendefinisikan luka terbuka adalah cedera yang terjadi di kulit atau jaringan yang lebih dalam. Terdapat beberapa jenis luka terbuka, yaitu:

1. Luka lecet (abrasi)

Lecet merupakan jenis luka yang umum terjadi
Lecet merupakan jenis luka yang umum terjadi
Luka lecet, atau abrasi, terjadi ketika kulit bergesekan dengan permukaan yang kasar atau keras. Hal ini menyebabkan kulit Anda baret. Biasanya, luka lecet terjadi ketika Anda terjatuh. Darah yang keluar akibat luka abrasi biasanya tidak banyak. Namun, Anda perlu segera membersihkan luka untuk mencegah terjadinya infeksi.Mengutip StatPearls Publishing, luka lecet adalah jenis luka yang paling ringan dalam proses penyembuhan luka. Biasanya, luka ini juga tidak akan menimbulkan bekas.

2. Luka robek (laserasi)

Jenis luka laserasi terjadi ketika tercipta robekan pada kulit Anda. Teriris pisau atau gunting, tersayat kertas, atau peralatan lainnya bisa menyebabkan luka robek.Umumnya, luka sayat dapat diobati dengan mudah di rumah. Akan tetapi, jika sayatan atau robekan yang terjadi cukup dalam, kondisi ini bisa membuat perdarahan lebih sulit berhenti.Dalam kondisi ini, Anda mungkin membutuhkan pertolongan medis. Sebagai pertolongan pertama, Anda bisa melakukan beberapa hal untuk menghentikan perdarahan, yaitu:
  • Cuci luka dengan air mengalir
  • Tekan luka dengan kasa steril atau kain bersih untuk menghentikan perdarahan
  • Jika darah merembes kain, tambahkan lagi kain bersih atau kasa di atasnya dan tekan
  • Angkat area yang terkena luka lebih tinggi agar perdarahan cepat berhenti
  • Saat perdarahan berhenti, ganti kasa atau kain dengan yang baru

3. Luka koyak (avulsi)

Luka tusuk umumnya menyebabkan perdarahan yang lebih banyak
Luka tusuk umumnya menyebabkan perdarahan yang lebih banyak
Avulsi setipe dengan luka robek atau laserasi. Namun, robekan yang terjadi pada luka avulsi umumnya lebih dalam dan berat.Kulit memiliki 3 lapisan utama, yaitu epidermis (paling luar), dermis, dan subkutan (jaringan lemak bawah kulit). Pada luka robek (laserasi), lapisan yang terluka umumnya epidermis dan jaringan yang berada di bawahnya.Namun, pada luka koyak, robekan yang terjadi meliputi 3 lapisan utama kulit. Itu sebabnya, kondisi ini membutuhkan pertolongan medis segera.Luka avulsi dapat terjadi akibat kecelakaan kerja atau kecelakaan kendaraan bermotor. Tak hanya itu, Mayo Clinic menyebut luka koyak dapat terjadi akibat tulang yang patah.Ini terjadi ketika bagian tulang yang terhubung dengan otot (tendon) dan ligamen patah dan merobek kulit. 

4. Luka tusuk (puncture wound)

Luka tusuk biasanya disebabkan oleh benda yang runcing, seperti paku atau gigitan binatang. Sama seperti luka koyak, puncture wound juga cenderung dalam. Perbedaannya terletak di lebar luka yang terjadi. Luka tusuk cenderung tidak menyebabkan perdarahan hebat seperti pada luka koyak atau laserasi. Mengingat luka yang terjadi cukup dalam, Anda perlu membersihkannya untuk mencegah infeksi. Akan tetapi, jika luka tusuk cukup dalam dan benda yang menusuk masih menancap, Anda sebaiknya tidak buru-buru mencabutnya. Pergilah ke dokter jika Anda tidak yakin.Pasalnya, mencabut benda yang menusuk bisa saja mengakibatkan perdarahan dalam, seperti tertusuk pisau misalnya.

5. Luka operasi (insisi)

Sesuai namanya, luka operasi adalah jenis luka yang muncul akibat proses pembedahan atau operasi. Luka sayatan saat operasi (insisi) bisa bervariasi ukurannya bergantung jenis operasi yang dijalani.Beberapa bisa menimbulkan bekas luka, beberapa bisa pulih sepenuhnya.Orang yang mendapatkan luka operasi akan lebih rentan mengalami infeksi, khususnya pada 30 hari pasca-operasi.Untuk perawatan luka bekas operasi di rumah, pastikan Anda memperhatikan instruksi dokter. Pasalnya, ada beberapa cara menutup luka operasi yang dilakukan dokter, yang mungkin membutuhkan perawatan yang berbeda-beda.Luka operasi (insisi) dapat ditutup dengan jahitan, stapler medis, atau perekat steril. Pastikan Anda selalu mencuci tangan sebelum menangani bekas luka Anda.

6. Luka bakar

Penanganan luka bakar tergantung pada jenis derajatnya
Penanganan luka bakar tergantung pada jenis derajatnya
Luka bakar adalah kerusakan jaringan kulit akibat adanya suhu panas, entah itu berbentuk cair, padat, atau uap. Artinya, walau disebut luka bakar, luka ini tidak selalu berarti disebabkan oleh api.Uap air panas atau air panas sekalipun dapat menyebabkan luka bakar.Luka ini umumnya dapat pulih sempurna, tapi ini juga tergantung pada derajat luka bakar yang dialami. Meski begitu, untuk derajat yang cukup berat, seseorang membutuhkan bantuan medis sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi, atau bahkan kematian.Terdapat 3 derajat luka bakar:
  • Derajat 1: kulit kemerahan, tapi tidak melepuh
  • Derajat 2: kulit memerah, melepuh, dan muncul gelembung berisi air
  • Derajat 3: area yang terdampak cukup luas, warna kulit tampak putih, terkadang tak terasa sakit karena saraf yang rusak 

Macam-macam luka tertutup

Jenis luka tertutup biasanya ditandai dengan memar
Jenis luka tertutup biasanya ditandai dengan memar
Selain luka terbuka, jenis luka lainnya adalah luka tertutup. Luka tertutup adalah luka yang terjadi di bagian dalam tubuh. Umumnya, ditandai dengan memar atau lebam. Luka tertutup biasanya tidak menyebabkan perdarahan yang dapat dilihat oleh mata. Permukaan kulit juga tetap rapat.Ada macam-macam luka tertutup, yaitu: 
  • Kontusio

 Kontusio adalah jenis luka dalam yang menyebabkan rusaknya pembuluh darah kecil dan kapiler, otot dan jaringan penopangnya, begitu perdarahan atau luka yang terjadi pada organ dalam.Cedera olahraga adalah salah satu jenis kontusio. Gejala luka kontusio antara lain lebam yang menyakitkan disertai perubahan warna kulit menjadi kemerahan atau kebiruan di area yang terdampak. 
  • Hematoma

 Merupakan perdarahan yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil dan kapiler. Kondisi ini menyebabkan darah berkumpul di titik tertentu.Gejala hematoma antara lain memar yang terasa sakit disertai bengkak yang terasa lunak.  
  • Crush injury

 Crush injury merupakan luka tertutup yang terjadi ketika bagian tubuh terhimpit di antara dua benda yang berat. Bentuk luka tertutup yang muncul bisa memar kecil, hingga yang paling berat, kerusakan bagian tubuh.

Penanganan luka terbuka dan tertutup

Tergantung jenis luka yang dialami, tujuan pengobatan dan cara menanganinya pun berbeda. Pada luka terbuka, misalnya, tujuan perawatan luka berfokus untuk mencegah terjadinya infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka.Cara merawat luka terbuka, antara lain:
  1. Cuci tangan dan bersihkan luka dengan air mengalir untuk mencegah infeksi
  2. Hindari penggunaan sabun dan alkohol untuk membersihkan luka yang ringan
  3. Jika terjadi perdarahan, tekan luka dengan kasa steril atau kain bersih
  4. Apabila luka yang terjadi cukup kecil, Anda tak perlu memplesternya
  5. Jika luka yang terjadi cukup besar, Anda bisa menutupnya dengan perban atau kasa steril (pastikan tangan Anda bersih sebelum menangani luka)
  6. Gantilah perban setiap hari atau saat perban terlihat basah
Untuk luka terbuka, Anda harus memperhatikan apakah terdapat tanda-tanda infeksi, seperti luka yang membengkak, memerah, dan terasa hangat. Tanda luka infeksi lainnya adalah munculnya nanah. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik jika luka infeksi.Sementara itu, perawatan luka tertutup bertujuan untuk meminimalisir rasa sakit dan mencegah perdarahan dalam yang lebih besar lagi. Perawatan luka tertutup biasanya dapat dilakukan dengan metode RICE, yakni rest (istirahat), ice (kompres dingin), compress (kompres), dan elevation (meninggikan posisinya).Mengompresnya dan membebatnya dengan perban elastis membantu mengurangi mobiltas pada area terdampak. Dengan begitu, proses pemulihan bisa lebih cepat.Anda mungkin juga perlu menjalani rontgen atau pemeriksaan pencitraan lainnya untuk memastikan organ dalam Anda baik-baik saja. Obat antinyeri mungkin juga diperlukan untuk meredakan rasa sakit yang Anda alami.Jika memar dan rasa sakit tak kunjung hilang atau malah memburuk, segera konsultasikan dengan dokter Anda.Anda juga bisa mengumpulkan berbagai informasi mengenai macam-macam luka dan penanganannya lewat konsultasi online dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
luka bakarpenyembuhan lukainfeksi luka pasca operasibekas luka
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/wounds-how-to-care-for-them
Diakses pada 16 September 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/15709-incision-care
Diakses pada 16 September 2021
Indian Journal of Plastic Surgery. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3495387/
Diakses pada 16 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/avulsion-fracture/expert-answers/faq-20058520
Diakses pada 16 September 2021
StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554465/
Diakses pada 16 September 2021
StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545166/
Diakses pada 16 September 2021
U.S. National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19616.htm
Diakses pada 16 September 2021
U.S. National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/ency/article/007645.htm
Diakses pada 16 September 2021
Wound Care Centers. https://www.woundcarecenters.org/article/wound-basics/closed-wound-basics
Diakses pada 16 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait