7 Jenis Keputihan Saat Hamil, Kenali Mana yang Berbahaya


Ada beberapa keputihan yang bisa terjadi saat hamil. Jenis keputihan saat hamil yang normal adalah berwarna bening atau putih susu.

(0)
30 Jan 2021|Azelia Trifiana
Ada beberapa jenis keputihan yang mungkin terjadi saat hamilAda beberapa jenis keputihan yang mungkin terjadi saat hamil
Ketika sedang mengandung, seorang perempuan bisa beberapa kali merasakan cairan keluar dari vagina. Jenis keputihan saat hamil beragam dan belum tentu berbahaya. Indikator masalah adalah saat cairan vagina yang keluar beraroma menyengat serta berwarna tidak biasa.Bahkan sejak awal diketahui mengandung, baik volume maupun frekuensi keputihan bisa jadi lebih banyak. Ini adalah salah satu tanda-tanda kehamilan yang paling awal.

Jenis keputihan saat hamil

Sangat wajar jika ibu hamil mendapati ada keputihan yang lebih banyak dari biasa. Justru ini sangat bermanfaat karena dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih dan vagina.Lebih jauh lagi, saat mengandung warna dari cairan yang keluar bisa lebih beragam. Apa saja jenisnya?

1. Bening atau putih

Warna keputihan bening seperti putih telur atau putih susu bisa berarti leukorrhea. Ini adalah jenis keputihan yang normal, terutama jika aromanya tidak terlalu menyengat.Meski demikian, perubahan kuantitas dan konsistensi juga bisa berarti ada masalah. Apabila ibu hamil mengeluarkan keputihan terus menerus dengan konsistensi kental seperti jelly, coba konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Ini bisa jadi tanda persalinan prematur.

2. Putih kental

Cairan vagina yang kental dengan warna putih tulang seperti cottage cheese bisa mengindikasikan terjadinya infeksi jamur. Terjadinya infeksi jamur cukup umum, terutama bagi ibu hamil.Umumnya, gejala lain yang muncul adalah rasa gatal, hingga sensasi terbakar dan nyeri ketika buang air kecil dan berhubungan seksual.

3. Kekuningan atau kehijauan

Keluarnya cairan vagina berwarna kekuningan atau kehijauan menandakan adanya infeksi menular seksual seperti chlamydia atau trichomoniasis. Selain itu, biasanya juga disertai dengan kemerahan dan iritasi di kelamin. Namun ada juga infeksi yang tidak menimbulkan gejala apapun.Lebih jauh lagi, infeksi menular seksual dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan yang bisa berdampak pada ibu dan juga bayi. Komplikasi ini terkadang tidak terlihat hingga persalinan selesai.Hanya saja, bisa berpengaruh terhadap sistem saraf dan pertumbuhan anak. Bahkan, komplikasi juga bisa menyebabkan infertilitas pada perempuan.

4. Keabuan

Jenis keputihan saat hamil yang berwarna keabuan bisa menjadi indikasi adanya infeksi vagina berupa bacterial vaginosis. Umumnya, keputihan semacam ini juga disertai aroma amis yang semakin kuat setelah berhubungan seksual.Bacterial vaginosis atau BV terjadi karena ada ketidakseimbangan pada vagina. Menggunakan sabun pembersih kewanitaan dan berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan merupakan faktor risiko terjadinya BV. Ini rentan dialami perempuan di usia produktifnya.

5. Kecokelatan

Adanya warna cokelat pada cairan vagina berarti ada darah cukup lama yang keluar dari tubuh. Ini bisa jadi tanda-tanda awal seseorang hamil. Lendir kecokelatan ini biasanya tidak perlu dirisaukan. Namun ketika warnanya menjadi cokelat gelap, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

6. Merah muda

Keluarnya cairan vagina berwarna pink semasa mengandung bisa berarti normal dan tidak. Lendir dengan warna merah muda bisa terjadi pada awal kehamilan atau menjelang persalinan. Selain itu, ini juga bisa dialami perempuan yang mengalami keguguran atau kehamilan ektopik.Dalam sebuah studi dengan 4.510 partisipan, keluarnya flek berwarna merah muda pada trimester awal tidak menunjukkan risiko keguguran. Selain itu, cairan vagina berwarna pink juga bisa keluar setelah berhubungan seksual.

7. Merah

Cairan vagina berwarna merah harus segera mendapatkan penanganan darurat. Utamanya apabila darah yang keluar cukup banyak, mengandung gumpalan, dan disertai kram perut. Itu bisa menjadi tanda terjadinya keguguran atau kehamilan ektopik.Selain itu, penyebab keluarnya keputihan berwarna merah juga bisa tidak serius. Pada trimester pertama, flek kemerahan bisa muncul karena infeksi atau perlekatan ke dinding rahim. Sekitar 7-24% ibu hamil mengalaminya.Bergantung pada penyebabnya, dokter bisa meresepkan antibiotik yang aman untuk ibu hamil ketika ada indikasi infeksi bakteri. Namun jika keputihan yang keluar masih normal dan aromanya pun tidak mengganggu, tidak perlu khawatir.

Cara menjaga kesehatan vagina

Di tengah semua perubahan fisik dan hormon ketika mengandung, jangan sampai masalah pada vagina menambah beban pikiran bumil. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kesehatan vagina dengan melakukan beberapa hal seperti:
  • Menghindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan
  • Membilas vagina dari depan ke belakang, bukan sebaliknya agar tidak terkontaminasi kuman dari anus
  • Memastikan vagina benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian dalam
  • Hindari mengenakan celana terlalu ketat
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Mengurangi konsumsi makanan dengan pemanis tambahan
  • Mengonsumsi makanan mengandung probiotik yang aman untuk ibu hamil
Mengalami keputihan saat hamil adalah hal yang wajar. Namun apabila disertai dengan aroma menyengat dan rasa tidak nyaman, bisa jadi merupakan gejala infeksi.Kenali kapan harus segera berkonsultasi dengan dokter ketika keputihan dirasa tidak seperti biasa. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar keputihan ketika mengandung, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilantrimester pertama kehamilan
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323433
Diakses pada 16 Januari 2021
HHS Public Access. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2828396/
Diakses pada 16 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-discharge-during-pregnancy
Diakses pada 16 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait