Beragam Jenis Kelainan Tulang pada Bayi yang Perlu Orangtua Waspadai

(0)
08 Jun 2019|Anita Djie
Kelainan tulang pada bayi dapat terjadi pada anak usia dini dan dapat memengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasaKelainan tulang pada bayi akan memengaruhi tumbuh kembangnya hingga ia dewasa nanti
Kelainan pada tulang tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga dapat dialami oleh anak-anak. Kelainan tulang pada bayi tentunya berbeda dengan yang dialami orang dewasa.Kelainan pada tulang anak ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak hingga ia dewasa nanti. Lantas apa saja kelainan tulang yang bisa dialami bayi dan anak-anak? Berikut ulasan selengkapnya.

Jenis kelainan tulang pada bayi

Kelainan pada tulang tidak hanya bisa terjadi pada kaum lansia, tetapi anak-anak juga bisa mengalami kelainan tulang sejak lahir. Berikut adalah beberapa kelainan tulang pada bayi yang bisa terjadi.

1. Penyakit Juvenile Paget

Juvenile paget merupakan penyakit yang muncul saat bayi atau anak-anak. Kelainan tulang pada bayi ini berefek dalam aspek pertumbuhan tulang. Penyakit ini menyebabkan tulang bertumbuh terlalu besar, tidak berbentuk, dan rapuh.Anak dapat mengalami rasa sakit pada tulang dan persendian, serta kesulitan dalam berdiri dan berjalan. Bentuk tulang belakang anak juga dapat terpengaruh. Anak memiliki risiko untuk kehilangan pendengaran karena pertumbuhan tulang yang makin besar dan tebal.Kelainan pada tulang ini disebabkan oleh mutasi gen TNFRSF11B yang mengatur perombakan tulang yang lama menjadi baru. Mutasi memicu perombakan tulang yang cepat pada usia muda yang malah menyebabkan tulang menjadi lebih besar dan rapuh.

2. Osteogenesis Imperfecta

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), osteogenesis imperfecta (OI) adalah penyakit genetik langka yang membuat tulang rapuh dan mudah patah. Kelainan pada tulang ini jarang terjadi dan memengaruhi kemampuan untuk memproduksi tulang yang kuat. Akibatnya, penderita osteogenesis imperfecta memiliki tulang yang lemah.Beberapa gejala yang mungkin dapat dialami oleh penderita adalah masalah pernapasan, gigi yang rapuh, kecacatan pada tulang (misalnya skoliosis), kehilangan pendengaran, wajah yang berbentuk segitiga, dan postur yang pendek.Penyebab dari kelainan tulang pada bayi ini adalah karena tidak berfungsinya gen yang mengatur protein kolagen tipe 1 yang penting untuk pembentukan jaringan-jaringan pada tulang, otot ligamen, jaringan pada sklera, dan gigi.Kurangnya atau buruknya kualitas dari protein kolagen tipe 1 yang diproduksi oleh tubuh menyebabkan tulang menjadi rapuh. Namun, kecepatan sembuhnya tulang tetap dalam taraf normal.Kebanyakan kasus osteogenesis imperfecta diturunkan dari orangtua dan beberapa kasus lainnya adalah karena mutasi dari gen yang memproduksi protein kolagen tipe satu.
rakitis

3. Rakitis

Rakitis adalah kelainan tulang pada bayi yang berpengaruh pada pertumbuhan tulang. Rakitis juga dapat dialami oleh orang dewasa dengan istilah yang berbeda, yaitu osteomalasia.Serupa dengan hypophosphatasia, rakitis dapat menyebabkan melemahnya serta melunaknya tulang. Rakitis juga dapat menyebabkan rasa sakit pada tulang dan memicu kelainan pada tulang.Kelainan pada tulang rakitis disebabkan oleh kurangnya vitamin D atau kalsium pada anak yang berperan penting untuk pembentukan tulang. 

4. Displasia skeletal

Displasia skleletal adalah kelainan tulang pada bayi yang jarang dialami dan memengaruhi tulang serta tulang rawan. Kelainan ini sudah dapat berkembang sejak anak masih berada dalam tahapan janin.Namun, gejala displasia skeletal biasanya baru muncul saat sudah memasuki masa anak-anak. Penyebab dari kelainan pada tulang displasia skeletal adalah gen yang diturunkan, mutasi gen, atau paparan terhadap racun atau infeksi.Gejala yang dapat dialami oleh penderita displasia skeletal adalah kelainan tulang rusuk pada bayi, pemendekan pada tulang paha dan/atau lengan, kelainan tulang dada pada bayi seperti tulang dada yang kecil, tulang yang terlalu tipis atau tebal, tumbuhnya jari tangan atau kaki yang lebih, dan demineralisasi.Selain itu, penderita juga dapat mengalami tulang yang patah atau bengkok, tidak adanya salah satu bagian tubuh, dan pertumbuhan tulang yang tidak simetris (satu tulang lebih panjang dari yang lainnya).

5. Hypophosphatasia

Hypophosphatasia adalah kelainan pada tulang dan gigi yang memengaruhi proses mineralisasi tulang, seperti kalsium dan fosfor yang penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Kelainan pada tulang ini dapat muncul saat anak-anak maupun dewasa.Hypophosphatasia yang muncul saat bayi atau anak-anak biasanya lebih parah daripada yang muncul saat dewasa. Hypophosphatasia dapat menyebabkan melemah dan melunaknya tulang.Penyebab hypophosphatasia adalah mutasi gen ALP yang berfungsi untuk memproduksi enzim yang berperan dalam proses mineralisasi tulang dan gigi.Mutasi tersebut memicu produksi enzim yang tidak efektif dan penumpukan zat PPI yang mengganggu proses mineralisasi. Gejala yang dapat dialami oleh penderita kelainan pada tulang hypophosphatasia adalah tulang kepala yang lunak, terdapat bagian tubuh yang memendek, dan dada yang berbentuk abnormal.Kelainan tulang pada bayi ini juga dapat menyebabkan penderita kesulitan menaikkan berat badan, sulit makan, gangguan pernapasan dan ginjal, muntah, tingkat kalsium yang tinggi dalam darah, dan bahkan dapat mengancam nyawa.

6. Club foot

Kelainan tulang kaki pada bayi baru lahir yang biasa terjadi salah satunya adalah kondisi lutut atau kaki bengkok. Dikutip dari IDAI, sebenarnya semua bayi baru lahir memiliki lutut bengkok atau club foot yang terlihat seperti huruf O. Normalnya, kondisi ini akan terjadi sampai bayi usia 3 tahun.Kaki bengkok pada bayi baru lahir bisa merupakan kondisi postural atau juga kelainan struktural. Pada kondisi postural, club foot disebabkan oleh karena posisi bayi dalam rahim yang tidak benar. Pada keadaan ini, tidak ada kelaianan struktural pada kaki bayi sehingga bisa membaik dalam waktu 2-3 minggu.Pada kasus kelainan tulang kaki pada bayi baru lahir akibat kelainan struktural, bayi membutuhkan pertolongan medis seperti penerapan metode Ponseti. Protokol Ponseti adalah koreksi kelainan bentuk pada kaki depan dan tengah dengan menggunakkan gips atau bila perlu operasi.

Pesan dari SehatQ!

Bila Anda merasa bahwa pertumbuhan tulang pada anak terhambat atau terdapat kelainan pada tulang anak. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.Jika Anda ingin bertanya secara langsung pada dokter terkait kondisi kelainan tulang pada bayi, Anda bisa konsultasikan langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
masalah tulangrakitispenyakit tulang
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait