Keju untuk Bayi, Kenali Jenis dan Cara Mengenalkannya


Keju untuk bayi boleh diberikan dalam sejak usia 9 bulan. Keju yang dapat dipilih sebagai MPASI adalah yang bertekstur lembut dan dapat dicerna oleh bayi serta kandungan gizinya yang baik untuk tumbuh kembang bayi.

0,0
08 Nov 2019|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Keju untuk bayi yang aman dikonsumsiKeju untuk bayi dengan jenis yang sangat baik salah satunya ialah keju cottage.
Keju untuk bayi yang boleh diberikan terdiri dari empat jenis, yaitu cottage, ricotta, krim keju, dan cheddar.Pemberian keju berguna sebagai asupan gizi tambahan bayi. Memilih makanan yang tepat, tentunya berpengaruh pada tumbuh kembang bayi. Dalam hal ini, Anda juga tak boleh sembarangan dalam memilih keju untuk bayi.Selain memilih jenis keju yang pas untuk bayi, Anda juga harus mengetahui cara yang tepat untuk memberikannya. Berikut penjelasan selengkapnya.

Beragam jenis keju untuk bayi yang paling baik

Keju cottage bertekstur lembut sehingga cocok sebagai keju untuk bayi
Keju bisa membentuk pola makan yang sehat untuk bayi. Makanan yang dibuat dari susu ini, dilengkapi kalsium, protein hingga vitamin. Namun, tidak semua jenis keju boleh dikonsumsi bayi. Terdapat beberapa jenis keju untuk bayi, yang bisa Anda coba.

1. Keju cottage

Keju cottage masuk ke dalam jenis keju lembut. Keju ini menjadi salah satu jenis keju untuk bayi yang sangat baik jika dikonsumsi Si Kecil. Keju cottage hanya sedikit mengandung kalori. Selain itu, keju lembut ini juga dilengkapi banyak nutrisi, termasuk protein.Lebih dari itu, keju cottage tidak mengalami proses penuaan atau pematangan untuk mendapatkan rasanya. Maka dari itu, keju ini dianggap sebagai keju yang aman untuk bayi. 

2. Ricotta

Keju ricotta masuk ke dalam daftar salah satu keju paling menyehatkan. Keju ini awalnya dibuat di Italia. Namun kini, Anda bisa menemukannya di mana-mana.Keju ricotta memiliki tekstur yang lembut dan dilengkapi protein whey, yaitu protein susu dengan asam amino esensial bagi tubuh manusia.Kandungan asam amino esensial yang berguna untuk membantu tumbuh kembang bayi menjadikan penggunaan keju untuk MPASI bayi sebagai hal yang tepat.

3. Krim keju

Krim keju, yang biasanya dibuat dari perpaduan susu dan keju, dilengkapi dengan vitamin A serta riboflavin (vitamin B2). Selain itu, vitamin A dipercaya mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh.Krim keju juga dilengkapi antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin, yang baik untuk kesehatan mata.Salah satu manfaat keju untuk bayi adalah mematangkan perkembangan saraf mata bayi, terutama bayi prematur. Manfaat tersebut, menurut jurnal Frontiers in Neuroscience, didapatkan dari zat lutein dan zeaxanthin.

4. Cheddar

Cheddar merupakan keju yang berasal dari Inggris. Dibuat dari susu sapi, keju cheddar sangat kaya akan vitamin K, terutama vitamin K2, yang baik untuk jantung dan juga kesehatan tulang.Perlu diingat, bayi disarankan tidak mengonsumsi keju jenis brie atau camembert, keju susu kambing, hingga keju biru lembut.Sebab, keju-keju jenis tersebut berisiko mengandung bakteri yang disebut listeria. Selalu itu, hindari keju yang tidak dibuat dari susu tak berpasteurisasi.Jika Anda sudah mengetahui beberapa jenis keju untuk bayi di atas, ada baiknya memahami waktu yang tepat untuk memberikan keju untuk MPASI.

Waktu tepat untuk memberikan keju bagi bayi

MPASI keju untuk bayi diberikan saat berusia 9 bulan
Salah satu pertanyaan populer terkait pemberian keju bagi bayi adalah umur berapa bayi boleh makan keju? Apakah pemberian keju pada bayi harus menunggu usia bayi mencapai 6 bulan terlebih dahulu?Faktanya, pemberian keju untuk MPASI bayi ketika usianya 9 bulan adalah waktu yang tepat.Bayi pada usia tersebut mulai mampu mengunyah berbagai tipe makanan. Untuk menghindari bayi tersedak, ada baiknya Anda memotong keju kecil-kecil atau mungkin menyajikannya dalam bentuk krim.Selain berdasarkan usia, waktu yang tepat untuk memberikan keju kepada bayi adalah setelah mendeteksi alergi protein susu pada bayi.Walau bukan makanan yang sering menimbulkan alergi, keju mengandung protein susu yang bisa menimbulkan alergi. Konsultasikan pemberian keju untuk bayi kepada dokter terlebih dahulu untuk deteksi alergi.Jika tanda-tanda alergi seperti pembengkakan pada lidah dan bibir, kulit kemerahan, kram perut, hingga diare, ada baiknya langsung hentikan pemberian keju, dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Manfaat keju untuk MPASI yang sayang jika dilewatkan

Terdapat banyak manfaat keju untuk MPASI yang sayang jika dilewatkan. Berikut adalah manfaat keju untuk MPASI yang sangat luar baisa:
  • Kaya akan kalsium, sehingga bisa menjaga perkembangan gigi dan tulang bayi
  • Kaya akan protein dan vitamin D yang baik untuk tumbuh kembang bayi
  • Mengandung kalori yang dipercaya bisa membuat bayi lebih berenergi
  • Keju dipercaya bisa mencegah kerusakan pada gigi bayi.
Meskipun terdapat segudang manfaat keju untuk MPASI, Bunda disarankan untuk berkonsultasi dulu pada dokter sebelum memberikan keju untuk Si Kecil!

Syarat memberikan keju kepada bayi

Keju mozzarella cocok sebagai keju untuk bayi sebab teksturnya lembut
Selain menunggu waktu yang tepat, terdapat beberapa syarat untuk memberikan keju kepada bayi. Berikut syarat yang harus Anda perhatikan sebelum memberikan keju kepada bayi:

1. Pastikan bayi sudah bisa mengonsumsi makanan padat

Membiasakan bayi dengan makanan padat terlebih dahulu sebelum memberikan keju. Jangan jadikan keju sebagai makanan pertama bayi dalam bentuk padat. Berilah bayi daging atau sayuran dalam bentuk bubur atau puree terlebih dahulu.

2. Pilih keju pasteurisasi

Pastikan Anda memilih keju dengan label pasteurisasi. Hal ini penting Anda lakukan untuk mencegah bayi terkena penyakit listeria.

3. Gunakan keju yang lebut

Pilihlah keju dengan tekstur yang lembut untuk buah hati Anda. Contohnya, seperti keju cottage atau keju mozarella. Tujuannya, agar pencernaan bayi tidak terlalu keras untuk mencerna keju.

4. Perhatikan reaksi bayi

Memperhatikan reaksi alergi bayi saat diberikan keju yang lembut perlu Anda lakukan. Apabila bayi tidak menunjukkan reaksi alergi, maka Anda dapat melanjutkan pemberian keju dengan tekstur yang lebih keras.Keempat syarat tersebut dapat diikuti secara bertahap apabila Anda ingin menjadikan keju untuk MPASI.Anda dapat memulai dengan makanan lain terlebih dahulu, lalu beranjak ke keju yang lembut, dan akhirnya beralih ke keju yang lebih keras. Jangan lupa untuk memberi keju yang telah terpasteurisasi di setiap tahapan pemberian keju.

Beberapa resep keju yang pas untuk bayi

Cocol lelehan keju untuk bayi ke sayuran seperti brokoli
Tidak seperti orang dewasa, bayi akan kesulitan mengunyah ketika mengonsumsi makanan dengan tekstur yang agak keras.Maka, salah satu jenis keju untuk bayi yang disarankan adalah keju cottage. Sebab, teksturnya lembut.Variasi makanan adalah hal yang penting bagi bayi yang sudah dapat mencerna makanan padat.Sebagai bentuk variasi makanan, penggunaan keju untuk MPASI bayi dapat dicampur dengan MPASI lainnya. Ada beberapa pilihan resep makanan untuk bayi yang bisa Anda campurkan dengan keju, seperti berikut ini.
  • Lelehkan keju lalu tuang di atas sayur-sayuran.
  • Campur dengan telur.
  • Tumbuk keju dengan buah-buahan seperti pisang atau alpukat.
  • Parut keju dan campurkan dengan pasta.

Catatan dari SehatQ

Keju untuk bayi terdiri dari beragam jenis dengan tekstur dan vitamin yang berbeda-beda. Kekeliruan dalam memilih jenis keju dan memberi keju pada bayi dapat menimbulkan penyakit atau alergi.Apabila anak Anda menunjukkan gejala penyakit atau alergi keju, hubungi dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan sehatmakanan bayimpasiresep mpasi
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/foods-to-avoid-giving-babies-and-young-children/
Diakses pada 8 November 2019
Wholesome Baby Food. https://wholesomebabyfood.momtastic.com/feedingcheesetobaby.htm#e0DjpgwM5yozK7aS.99
Diakses pada 8 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/cottage-cheese-is-super-healthy
Diakses pada 8 November 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/404_when-can-my-baby-eat-cheese_1368504.bc
Diakses pada 8 November 2019
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/when-can-baby-have-cheese-284246
Diakses pada 8 November 2019
Frontiers in Neuroscience. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5013125/
Diakses 30 November 2020
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/cheese-for-babies-health-benefits-precaution-and-more/
Diakses pada 10 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait