Orangtua Jangan Bingung, Ini Jenis Keju untuk Bayi

Karena teksturnya yang lembut, krim keju juga disebut sebagai keju untuk bayi yang baik.
Salah satu jenis keju untuk bayi yang sangat baik ialah, keju cottage.

Setiap orangtua pasti ingin memberikan asupan terbaik untuk si Buah Hati. Memilih makanan yang tepat, tentunya berpengaruh pada tumbuh kembang bayi. Salah satu makanan yang sering direkomendasikan adalah keju. Namun, Anda juga tak boleh sembarangan dalam memilh keju untuk bayi.

Selain memilih jenis keju yang pas untuk bayi, Anda juga harus mengetahui waktu yang tepat untuk memberikannya. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Keju untuk bayi, jenis apa yang paling baik?

Keju bisa membentuk pola makan yang sehat untuk bayi. Makanan yang dibuat dari susu ini, dilengkapi kalsium, protein hingga vitamin. Namun, tidak semua jenis keju boleh dikonsumsi bayi. Terdapat beberapa jenis keju untuk bayi, yang bisa Anda coba.

1. Keju cottage

Keju cottage masuk ke dalam jenis keju lembut. Keju ini menjadi salah satu jenis keju untuk bayi yang sangat baik jika dikonsumsi Si Kecil. Keju cottage hanya sedikit mengandung kalori. Selain itu, keju lembut ini juga dilengkapi banyak nutrisi dan protein.

Lebih dari itu, keju cottage tidak mengalami proses penuaan atau pematangan untuk mendapatkan rasanya. Maka dari itu, keju ini dianggap aman dikonsumsi bayi.

2. Riccota

Keju riccota masuk ke dalam daftar salah satu keju paling menyehatkan. Keju ini awalnya dibuat di Italia. Namun kini, Anda bisa menemukannya di mana-mana.

Keju riccota memiliki tekstur yang lembut dan dilengkapi protein whey, yaitu protein susu dengan asam amino esensial bagi tubuh manusia.

3. Krim keju

Krim keju, yang biasanya dibuat dari perpaduan susu dan keju, dilengkapi dengan vitamin A serta riboflavin (vitamin B2). Selain itu, vitamin A dipercaya mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Krim keju juga dilengkapi antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin, yang baik untuk kesehatan mata.

4. Cheddar

Cheddar merupakan keju yang berasal dari Inggris. Dibuat dari susu sapi, keju cheddar sangat kaya akan vitamin K, terutama vitamin K2, yang baik untuk jantung dan juga kesehatan tulang.

Perlu diingat, bayi disarankan tidak mengonsumsi keju jenis brie atau camembert, keju susu kambing hingga keju biru lembut. Sebab, keju-keju jenis tersebut berisiko mengandung bakteri yang disebut listeria. Selalu hindari keju yang tidak dibuat dari susu tak berpasteurisasi.

Jika Anda sudah mengetahui beberapa jenis keju untuk bayi di atas, ada baiknya memahami waktu yang tepat untuk memberikan keju sebagai MPASI.

Waktu tepat untuk memberikan keju bagi bayi

Pada umumnya, bayi berusia 6-9 bulan, sudah boleh mengonsumsi keju, ketika ia mulai mampu mengunyah berbagai tipe makanan. Untuk menghindari bayi tersedak, ada baiknya Anda memotong keju kecil-kecil atau mungkin menyajikannya dalam bentuk krim.

Walau bukanlah makanan yang sering menimbulkan alergi, namun keju mengandung protein susu, yang bisa menimbulkan alergi. Jika anak memiliki alergi makanan atau eksim, Anda disarankan untuk berkonsultasi dulu ke dokter, untuk memastikan kesiapan bayi dalam mengonsumsi keju.

Jika tanda-tanda alergi seperti pembengkakkan pada lidah dan bibir, kulit kemerahan, kram perut hingga diare, ada baiknya langsung hentikan pemberian keju, dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Beberapa resep keju yang pas untuk bayi

Tidak seperti orang dewasa, bayi akan kesulitan mengunyah, ketika mengonsumsi makanan dengan tekstur yang agak keras. Maka dari itu, salah satu jenis keju untuk bayi yang disarankan, ialah keju cottage, yang teksturnya lembut.

Ada beberapa pilihan resep makanan yang bisa Anda campurkan dengan keju, dan berikan pada anak, seperti berikut ini.

  • Lelehkan keju, dan tuang di atas sayur-sayuran
  • Campur dengan telur
  • Tumbuk keju dengan buah-buahan seperti pisang atau alpukat
  • Parut keju dan campurkan dengan pasta

Selalu ingat untuk berkonsultasi dengan dokter, sebelum Anda memberikan makanan apapun kepada bayi. Hal ini penting untuk mencegah adanya efek sa

Jika memang ada anggota keluarga yang punya alergi terhadap makanan, ada baiknya tidak buru-buru memberikan keju kepada bayi. Sebab, efek samping alergi juga bisa dirasakan oleh bayi, setelah mengonsumsi keju.

Akan tetapi, jika dokter sudah memberikan lampu hijau, Anda bisa memberikan jenis keju yang direkomendasikan di atas, untuk Si Kecil.

National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/foods-to-avoid-giving-babies-and-young-children/

Diakses pada 8 November 2019

 

Wholesome Baby Food. https://wholesomebabyfood.momtastic.com/feedingcheesetobaby.htm#e0DjpgwM5yozK7aS.99

Diakses pada 8 November 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/cottage-cheese-is-super-healthy

Diakses pada 8 November 2019

 

Baby Center. https://www.babycenter.com/404_when-can-my-baby-eat-cheese_1368504.bc

Diakses pada 8 November 2019

 

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/when-can-baby-have-cheese-284246

Diakses pada 8 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed