Tumor jinak ada banyak jenisnya, salah satu yang paling sering disadari adalah tumor jinak di kulit
Tumor jinak bisa muncul di bawah permukaan kulit maupun di organ bagian dalam

Tumor adalah kondisi pertumbuhan sel berlebih di tubuh, yang biasanya ditandai dengan benjolan. Tumor sendiri secara umum dikelompokkan menjadi dua, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Tumor jinak menunjukkan pertumbuhan yang tidak mengarah pada kondisi kanker. Jadi, pertumbuhan yang ada tidak akan melebar maupun menyebar ke jaringan-jaringan sekitarnya maupun ke anggota tubuh yang lain.

Sementara itu pada tumor ganas, kondisi ini mengarah pada kondisi kanker, dengan kemungkinan penyebaran dan kerusakan akibat tumor yang bisa meluas. Itulah alasannya, terkadang istilah tumor dan kanker sering tertukar. Saat seseorang didiagnosis mengalami kanker otak, misalnya, berarti ia juga bisa disebut mengalami tumor otak yang ganas.

Jenis-jenis tumor jinak di tubuh

Berikut ini jenis-jenis tumor jinak yang bisa muncul di tubuh.

1. Lipoma

Lipoma adalah salah satu jenis tumor jinak yang paling sering terjadi. Tumor jenis ini bisa muncul dari sel lemak berlebih dan sering ditemukan di leher, tangan, dan punggung.

Benjolan lipoma bisa teraba dengan jelas karena letaknya di bawah permukaan kulit dan akan terasa lunak jika disentuh. Benjolan tersebut juga tidak menimbulkan rasa sakit dan bisa sedikit bergeser jika ditekan.

2. Adenoma

Adenoma adalah tumor yang terbentuk di lapisan luar yang membungkus berbagai organ dalam dan kelenjar. Contoh adenoma adalah polip yang tumbuh di usus besar maupun benjolan di hati.

3. Mioma

Tumor jinak jenis mioma tumbuh dari sel otot atau dari dinding pembuluh darah. Tumor ini juga bisa tumbuh dari otot polos, seperti yang terdapat pada lambung dan rahim.

4. Nevi

Nevi adalah tumor jinak yang sering juga disebut sebagai tahi lalat. Kondisi ini tidak berbahaya dan tanpa gejala, sehingga umumnya tidak membutuhkan perawatan kecuali untuk alasan estetik.

Namun, beberapa nevi atau tahi lalat baru yang bentuknya terlihat aneh serta terus tumbuh dan bahkan berubah bentuk, sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter. Sebab, kondisi tersebut bisa mengarah pada tanda melanoma atau kanker kulit.

5. Fibroma

Fibroma adalah tumor jinak yang tumbuh dari jaringan fibroid atau jaringan ikat di tubuh. Karena jaringan ikat ada di semua bagian tubuh, maka fibroma pun bisa muncul di berbagai organ. Namun, lokasi paling umum munculnya benjolan ini adalah di rahim.

6. Hemangioma

Hemangioma akan terlihat seperti area merah kebiruan yang sedikit menonjol di kulit. Kondisi ini juga sering disebut sebagai tanda lahir dan sering muncul di kepala, leher, atau badan.

7. Meningioma

Meningioma adalah tumor jinak yang terbentuk di lapisan pelindung otak atau tulang belakang. Pada beberapa kasus tumor, kondisi ini bisa berkembang menjadi tumor ganas. Namun hal tersebut sangat jarang terjadi.

8. Neuroma

Neuroma adalah tumor jinak yang muncul di saraf dan bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu neurofibroma dan schwannoma. Tumor ini dapat muncul di area mananpun di tubuh yang dilewati saraf.

9. Osteochondroma

Osteochondroma adalah tumor jinak yang paling sering muncul di tulang. Kemunculannya biasanya bisa terlihat jelas sebagai benjolan di dekat sendi, seperti lutut atau bahu.

10. Papiloma

Papiloma adalah tumor yang muncul dari jaringan epitel. Tumor jenis ini bisa muncul sebagai tumor jinak maupun ganas di berbagai area tubuh, seperti kulit, leher rahim, mata, hingga payudara. Tumor jenis ini bisa terjadi karena infeksi human papilloma virus (HPV).

Gejala tumor jinak

Tidak semua jenis tumor jinak menimbulkan gejala. Namun saat timbul, gejala tumor jinak yang dirasakan seseorang bisa berbeda-beda, tergantung dari lokasi pertumbuhannya.

Pada tumor yang tumbuh di otak, misalnya, beberapa gejala yang bisa dirasakan antara lain adalah pusing, gangguan penglihatan, dan gangguan daya ingat. Sementara itu pada tumor yang muncul di dekat permukaan kulit, benjolannya akan terasa jika disentuh.

Beberapa gejala umum yang mungkin muncul pada berbagai jenis tumor jinak antara lain:

  • Sering menggigil
  • Sakit di suatu area badan yang tidak jelas penyebabnya
  • Badan lemas dan selalu terasa lelah
  • Demam
  • Nafsu makan berkurang
  • Mudah berkeringat di malam hari
  • Berat badan turun

Diagnosis dan penanganan tumor jinak

Benjolan tumor yang muncul jauh dari permukaan kulit biasanya tidak akan terasa oleh sentuhan. Sehingga, penanganannya biasanya baru akan dimulai setelah gejala muncul.

Untuk memastikan keberadaan tumor jinak, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan menggunakan rontgen, CT scan, mammogram, maupun metode lain yang bisa melihat jaringan di dalam tubuh dengan jelas.
Setelah mengetahui lokasi serta ukuran tumor, dokter baru akan memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Pada tumor yang berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, biasanya perawatan lebih lanjut tidak dibutuhkan. Dokter hanya akan memantau perkembangannya dari waktu ke waktu.

Sementara itu pada tumor yang ukurannya cukup besar dengan gejala yang mengganggu, dokter dapat melakukan operasi pengangkatan tumor.

Operasi tumor sering dilakukan melalui teknik endoskopi, yaitu dengan memasukkan alat khusus yang berbentuk seperti selang dan kamera kecil ke area tumor. Metode ini tidak memerlukan pembukaan jaringan atau sayatan yang besar, sehingga waktu penyembuhannya pun terhitung cepat.

Namun pada beberapa kasus, dokter juga dapat melakukan operasi konvensional dengan melakukan pembukaan jaringan yang cukup besar. Hal ini membuat waktu pemulihan menjadi lebih lama.

Apabila operasi pengangkatan tumor berisiko besar menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, maka metode perawatan dengan terapi radiasi mungkin dipilih.

Meski tumor jinak tidak selalu berbahaya, tapi tetaplah bijak untuk memeriksakan kondisi ini ke dokter jika gejalanya muncul. Apabila tidak ada gejala tapi muncul benjolan di tubuh yang tidak jelas penyebabnya, Anda juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter mendapatkan diagnosis.

Pada beberapa kasus, tumor jinak bisa berkembang menjadi tumor ganas. Sehingga, penanganan sedini mungkin bisa menurunkan risiko keparahannya.

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/benign-tumors-causes-treatments#1
Diakses pada 29 Juni 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/benign
Diakses pada 29 Juni 2020

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-does-malignant-and-benign-mean-514240
Diakses pada 29 Juni 2020

Artikel Terkait