Jenis-jenis Terapi Psikologi Sesuai Kondisi Kejiwaan

(0)
25 May 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Terapi psikologi dilakukan dengan cara mengobrol antara pasien dengan psikologSuasana dalam terapi psikologi
Mengalami masalah mental bukanlah aib yang harus disembunyikan. Justru, jika Anda atau orang yang Anda kenal memiliki problem tersebut, sebaiknya periksakan diri ke ahli kejiwaan untuk menjalani terapi psikologi atau dikenal juga sebagai psikoterapi.Terapi psikologi adalah cara untuk membantu orang yang memiliki masalah mental atau emosional. Psikoterapi dapat membantu mengontrol atau bahkan mengeliminasi gejala penyakit mental tersebut sehingga orang itu dapat menjalani aktivitas sehari-harinya dengan relatif terkendali.Terapi psikologi banyak jenisnya dengan penggunaan yang disesuaikan dengan gejala Anda. Tidak jarang, orang yang mengalami masalah mental tertentu harus menjalani kombinasi dari terapi ini demi mendapatkan manfaat terbaik dari teknik pengobatan tersebut.

Kondisi seperti apa yang membutuhkan terapi psikologi?

Secara umum, terapi psikologi diperuntukkan bagi mereka yang divonis menderita gangguan mental, seperti:
  • Kecemasan berlebihan, seperti obsessive-compulsive disorder (OCD), kelainan stres pascatrauma (PTSD), panik berlebihan, hingga fobia.
  • Kelainan suasana hati, seperti depresi dan kelainan bipolar.
  • Kelainan pola makan, seperti anoreksia atau bulimia.
  • Kelainan personalitas, seperti gangguan kepribadian ambang atau gangguan kepribadian dependen
  • Kelainan psikosis, seperti skizofrenia maupun gangguan lain yang membuat seseorang tidak bisa membedakan fiksi dan realita.
  • Kecanduan, seperti penyalahgunaan narkoba, suka mabuk-mabukan, hingga kecanduan berjudi bahkan game online.
Terapi psikologi bukan hanya dibutuhkan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa alias gila. Lebih dari itu, mereka yang mengalami kesulitan dalam hidup, seperti trauma, depresi, sakit berat, maupun ditinggal mati oleh orang terkasih juga sebaiknya menjalani terapi ini.Asosiasi Psikologi Amerika Serikat menyebut ada beberapa tanda seseorang harus dirujuk ke psikolog untuk menjalani terapi psikologi, yaitu:
  • Seseorang yang merasakan kesedihan atau keputusasaan yang amat besar dan berkepanjangan
  • Seseorang yang merasa cemas berlebihan hingga paranoid terhadap banyak hal.
  • Seseorang yang merasa memiliki masalah yang tak kunjung usai, sekalipun ia sudah berusaha keras dan dibantu oleh keluarga, kerabat, maupun teman-teman yang berada di sekitarnya.
  • Seseorang yang sulit berkonsentrasi pada pekerjaan dan hal itu berdampak buruk bagi kehidupan sosialnya.
  • Seseorang yang kerap minum alkohol berlebihan, menyalahgunakan obat-obatan terlarang, hingga bersikap terlalu agresif dan melukai orang lain.

Jenis-jenis terapi psikologi dan manfaatnya

Ketika Anda mendatangi klinik psikologi, psikolog Anda akan terlebih dahulu menanyakan gejala atau keluhan yang Anda alami. Setelah itu, ia akan menentukan pendekatan terapi yang cocok dilakukan, misalnya:
  • Terapi psikodinamika

Terapi psikologi ini biasanya dipilih jika emosi Anda terganggu karena adanya masalah yang belum selesai, misalnya yang terjadi saat Anda masih kanak-kanak.Tujuan terapi ini adalah membantu Anda berdamai dengan masa lalu lewat membicarakannya terus-menerus sampai Anda merasa tidak ada lagi perasaan yang mengganjal. Meski terlihat sederhana, terapi ini bisa berlangsung beberapa bulan bahkan bertahun-tahun.
  • Terapi interpersonal

Terapi priskologi ini bertujuan meningkatkan hubungan interpersonal Anda yang terganggu akibat Anda mengalami depresi. Depresi di sini bisa diakibatkan oleh banyak hal, seperti konflik dalam hubungan dan pengucilan.Anda juga bisa menjalani terapi ini bila mengalami peristiwa besar dalam hidup, misalnya kehilangan anggota keluarga atau kedatangan anggota keluarga baru (baby blues atau depresi pascamelahirkan). Terapi interpersonal biasanya baru menunjukkan hasil setelah 3-4 bulan Anda menjalaninya.
  • Terapi perilaku kognitif

Terapi ini biasanya dipilih untuk mengatasi pasien dengan gangguan jiwa. Dalam terapi psikologi ini, terapis akan berusaha mengidentifikasi kemudian mengubah persepsi Anda tentang hal yang ‘benar’ dan ‘salah’.Psikoterapi ini cocok dilakukan untuk semua kelompok umur yang didiagnosis mengalami gangguan mental. Terapi perilaku kognitif juga dilakukan ketika mereka menolak untuk minum obat-obatan tertentu demi mengurangi gejala gangguan jiwanya tersebut.
  • Terapi perilaku dialektis

Terapi ini sebetulnya mirip dengan terapi perilaku kognitig, hanya saja pasien yang ditangani levelnya lebih riskan, misalnya mereka yang mengidap kepribadian ambang atau ingin bunuh diri. Terapi psikologi memiliki dilakukan dengan tujuan mengubah perilaku orang tersebut lewat menulis di buku harian hingga konseling via telepon.Semua jenis terapi psikologi di atas bisa dilakukan secara individual, berkelompok, maupun bersama keluarga atau teman-teman Anda. Namun Anda tidak perlu khawatir karena setiap terapi dilakukan dengan pertimbangan kenyamanan dan keamanan privasi Anda.Jika Anda merasa memiliki gejala tersebut, atau mengetahui orang dengan tanda-tanda di atas, jangan ragu untuk menemui psikolog. Semakin dini gejala dirawat, semakin besar peluang untuk pulih dan beraktivitas normal seperti sedia kala.
gangguan mentalpsikoterapi
American Psychiatric Association. https://www.psychiatry.org/patients-families/psychotherapy
Diakses pada 11 Mei 2020
American Psychological Association. https://www.apa.org/helpcenter/understanding-psychotherapy
Diakses pada 11 Mei 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/psychotherapy/about/pac-20384616
Diakses pada 11 Mei 2020
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/mental-health-psychotherapy
Diakses pada 11 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait