Jenis-jenis Sakit Kepala Primer, Sudahkah Anda Mengenalnya?

Ada tiga jenis sakit kepala primer, yakni sakit kepala tegang, sakit kepala cluster, dan migrain
Walau sering terjadi, Anda harus berhati-hati jika sakit kepala tak kunjung hilang setelah minum obat bebas

Walau umum terjadi, sakit kepala sering menghambat aktivitas Anda sehari-hari. Sakit kepala pun tak hanya satu, karena ada beberapa jenis sakit kepala, dengan gejala yang dapat berbeda.

Secara garis besar, jenis sakit kepala dibedakan menjadi sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer yakni jenis sakit kepala yang memang menjadi jenis penyakit.

Berbeda halnya dari sakit kepala sekunder, jenis sakit kepala ini merupakan gejala dari penyakit atau kondisi medis lain, yang menyerang tubuh Anda.

3 Jenis sakit kepala primer

Artikel ini akan membahas secara komprehensif 3 jenis sakit kepala primer, atau sakit kepala yang memang menjadi suatu penyakit. Ketiganya adalah sakit kepala tegang, sakit kepala cluster, dan migrain.

Sakit kepala primer dapat bersifat episodik, maupun kronis. Jenis sakit kepala episodik menyerang beberapa kali, bisa sering maupun jarang terjadi. Satu episode sakit kepala dapat berlangsung dalam hitungan menit hingga beberapa jam.

Sebaliknya, sakit kepala kronis merupakan jenis sakit kepala, yang terjadi terus menerus. Sakit kepala ini dapat menyerang hampir setiap hari dalam sebulan, serta dapat berlangsung selama berhari-hari.

Berikut ini penjelasan tentang 3 jenis sakit kepala primer, beserta gejala pembedanya yang patut Anda identifikasi.

  • Sakit kepala tegang atau tension

Sakit kepala tegang, atau tension headache mungkin menjadi jenis sakit kepala yang sering dialami. Apabila mengalami sakit kepala ini, Anda akan merasakan tegangan dan tekanan di sekitar kepala. Tak hanya itu, sensitivitas di sekitar leher, dahi, kulit kepala, atau otot bahu juga mungkin terjadi.

Pada beberapa kasus, sakit kepala tegang umumnya bisa diatasi dengan beberapa obat, seperti ibuprofen, aspirin, dan naproksen.

Ada beragam faktor risiko, yang dapat menyebabkan sakit kepala tegang. Faktor risiko tersebut termasuk stres, kecemasan, dan kondisi depresi. Namun, hal-hal lain juga dapat memicu jenis sakit kepala ini, seperti kondisi dehidrasi, kurang tidur, hingga kurang makan.

Apabila sakit kepala tegang yang dirasakan tak kunjung pulih, dokter mungkin akan memberikan resep, berupa indometasin, meloksikam, dan ketorolak. Apabila sakit kepala menjadi kronis, tindakan lain mungkin akan dilakukan oleh dokter.

  • Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster digambarkan sebagai rasa sakit yang membakar atau menusuk tajam, terjadi di belakang atau sekitar mata, atau pada satu sisi wajah. Selain sensasi tersebut, penderitanya juga dapat mengalami mata berair, hidung tersumbat, serta pembengkakan kelopak mata dan kemerahan di area yang sakit.

Sakit kepala cluster dapat terjadi dengan tiba-tiba. Biasanya, jenis sakit kepala ini berlangsung antara 15 menit hingga 3 jam. Penderita sakit kepala cluster dapat mengalami serangan sebanyak 8 kali, dalam satu hari.

Penyebab sakit kepala cluster juga tidak jelas. Walau demikian, jenis sakit kepala ini cenderung terjadi pada perokok.

Penanganan dari dokter dapat berupa pemberian terapi oksigen, sumatriptan, dan anestesi lokal. Untuk mencegah jenis sakit kepala ini kembali muncul, dokter akan memberikan kortikosteroids, melatonin, topiramat, serta obat penghambat kanal kalsium.

Pada tahap yang sangat parah, tindakan pembedahan boleh jadi ditawarkan oleh dokter Anda.

  • Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala, yang biasanya ditandai dengan nyeri berdenyut hebat di satu sisi kepala. Orang yang menderita jenis sakit kepala ini juga menjadi sensitif terhadap cahaya dan bunyi-bunyian. Muntah dan mual, juga kerap dialami penderita sakit kepala migrain.

Beberapa kasus migrain biasanya diawali dengan gangguan visual, atau yang dikenal dengan aura. Beberapa gejala aura tersebut yakni melihat lampu berkedip, lampu berkilauan, garis zigzag, bintang, dan titik buta.

Migrain sering menjadi jenis sakit kepala yang diturunkan, dalam keluarga. Selain itu, sakit kepala ini juga menjadi kondisi awal, untuk penyakit lain, seperti epilepsi dan depresi.

Umumnya obat, seperti ibuprofen dan aspirin dapat meredakan migrain yang Anda rasakan. Namun, jika migrain tidak kunjung hilang, obat dari dokter seperti obat sumatriptan dan rizatriptan, dapat dikonsumsi.

Apabila Anda merasakan migrain sudah berlangsung lebih dari tiga hari, tanyakan pada dokter mengenai obat untuk mencegah timbulnya kembali migrain tersebut. Beberapa obat untuk mencegah migrain yakni propranolol, metoprolol, topiramate, dan amitriptyline.

Catatan dari SehatQ

Sakit kepala, walau terdengar umum dan sepele, dapat menjadi kronis, serta timbul kembali setelah mengonsumsi obat. Terlepas dari jenis sakit kepala yang diderita, Anda wajib mencari pertolongan dokter, jika nyeri tak kunjung hilang setelah lebih dari dua hari.

Healthline. https://www.healthline.com/health/headache/types-of-headaches
Diakses pada 2 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320767.php
Diakses pada 2 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed