Macam-Macam Obat Osteoporosis Agar Tulang Tidak Semakin Keropos


Salah satu jenis obat osteoporosis yang dapat dikonsumsi berasal dari kelompok obat bifosfonat. Namun, mengonsumsi obat ini dapat menimbulkan efek samping, seperti mual dan mulas.

0,0
07 Oct 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Obat osteoporosisObat osteoporosis diberikan untuk membantu menambah dan menjaga kepadatan tulang
Osteporosis adalah penyakit di mana tulang mengalami pengeroposan atau penipisan karena kepadatan tulang yang terus berkurang. Penyebab osteoporosis juga bisa karena pembentukan tulang yang terlalu kecil. Sebelum pengeroposan bertambah parah, ada sejumlah obat osteoporosis yang dapat digunakan untuk mengatasinya.Penggunaan obat tulang keropos ini bertujuan untuk menambah kepadatan tulang. Dengan begitu, tulang penderita osteoporosis, yang sebagian besar merupakan lansia, akan kembali padat dan kuat sehingga bisa terhindar dari risiko patah tulang yang bisa berdampak negatif terhadap kehidupan sehari-hari.

Macam-macam obat osteoporosis

Ada sejumlah obat osteoporosis yang biasa diberikan oleh dokter kepada penderita penyakit tulang yang satu ini. Namun, sebelum memberikan obat, dokter perlu melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu, salah satunya tes kepadatan tulang (bone densitrometri test). Tes ini menjadi penting agar dokter bisa menentukan jenis obat apa yang tepat untuk diberikan kepada pasien. Setelah itu, barulah dokter akan memberikan salah satu dari obat osteoporosis lansia berikut ini:

1. Bifosfonat

Obat-obatan dari kelompok bifosfonat umum diberikan sebagai obat tulang keropos. Obat-obatan ini dapat menghentikan pengeroposan tulang dan mengurangi risiko terjadinya patah tulang. Ada beberapa efek samping dari jenis obat-obatan ini, seperti menyebabkan mual dan mulas.Obat untuk osteoporosis ini dapat disertai efek samping yang mungkin berisiko bagi sebagian orang. Oleh karena itu, pengobatan osteoporosis secara alami biasanya lebih banyak dipilih walaupun hasilnya cenderung lebih lambat terlihat.

2. Suplemen kalsium dan vitamin D

obat osteoporosis
Suplemen kalsium merupakan salah satu obat osteoporosis
Pengobatan osteoporosis pada lansia juga termasuk pemberian suplemen kalsium dan vitamin D. Sebagaimana diketahui, kedua zta tersebut punya peran penting bagi kesehatan tulang. Dosis suplemen kalsium dan vitamin D mungkin akan berbeda-beda antar pasien. Hal ini disesuaikan dengan kondisi fisik pasien dan tingkat keparahan gejala osteoporosis yang dialami. 

3. Obat hormon estrogen

Cara mengatasi osteoporosis pada lansia selanjutnya adalah dengan memberikan obat hormonal, salah satunya obat untuk merangsang hormon estrogen.Biasanya, obat ini diberikan pada wanita penderita osteoporosis yang sudah memasuki periode menopause. Akan tetapi, penggunaan obat ini berisiko memicu sejumlah penyakit lain seperti stroke, kanker ovarium, dan kanker payudara. 

4. Obat SERMs

Selective estrogen receptors modulators (SERMs) merupakan salah satu obat yang digunakan dalam terapi osteoporosis. Obat ini berfungsi untuk menjaga tingkat kepadatan tulang sehingga terhindar dari risiko tulang patah. 

5. Obat hormon testosteron

Sementara itu, obat hormon testosteron diberikan pada pria yang memiliki kadar testosteron rendah alias hipogonadisme. Adanya gangguan hormon seperti hipogonadisme ini juga turut memicu terjadinya pengeroposan tulang. 

6. Kalsitonin

Kalsitonin adalah obat tulang keropos berupa cairan suntik (injeksi). Obat ini bekerja dengan cara menghambat aktivitas sel-sel yang menyebabkan tulang mengeropos. Dengan begitu, kepadatan tulang tetap terjaga. 

7. Obat perangsang pertumbuhan tulang

Pada kasus di mana tingkat kepadatan tulang pasien osteoporosis sudah sangat rendah, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk merangsang pertumbuhan tulang, seperti romosozumab, teriparatide, atau danabaloparatide.

Pengobatan osteoporosis secara alami

Kandungan kalsium dalam produk olahan susu dapat dimanfaatkan sebagai cara mengatasi osteoporosis
Susu dan produk olahannya kaya akan kalsium
Di samping mengonsumsi obat osteoporosis dari dokter, Anda juga bisa mengonsumsi sejumlah makanan berikut sebagai cara mengatasi osteoporosis pada lansia.

1. Kacang kedelai

Berkurangnya produksi estrogen menjadi salah satu faktor risiko osteoporosis. Kandungan isoflavon pada kacang kedelai memiliki bentuk senyawa mirip estrogen, sehingga konsumsi makanan ini dapat membantu melindungi tulang dan mencegah pengeroposan sel tulang.Namun, efektivitas kacang kedelai sebagai obat herbal osteoporosis ini masih perlu dikaji lebih lanjut. 

2. Akupuntur

Pengobatan tradisional Tiongkok ini telah banyak digunakan di berbagai belahan dunia untuk mengatasi aneka gangguan kesehatan, termasuk salah satunya sebagai cara mengobati osteoporosis.Akupuntur dilakukan dengan menusukkan jarum akupuntur di titik-titik tertentu pada tubuh. Tusukan tersebut akan merangsang berbagai organ untuk tetap sehat dan mengembalikan fungsi normal tubuh.Meski demikian, belum ada bukti ilmiah seputar efektivitas metode ini sebagai pengobatan osteoporosis.

3. Makanan berkalsium tinggi

Fungsi kalsium bagi kesehatan tulang sudah tidak asing lagi. Pengobatan osteoporosis secara alami dapat dilakukan dengan konsumsi makanan kaya kalsium.Cara mengatasi osteoporosis ini tidak dapat dilakukan dengan instan. Namun perubahan asupan nutrisi dapat mencegah pengeroposan tulang semakin parah.Beberapa jenis makanan yang tinggi akan kalsium, di antaranya:
  • Susu, keju, serta produk olahan susu lainnya
  • Sayuran berdaun hijau, contohnya kangkung, bayam, dan okra
  • Susu kedelai yang diperkaya kalsium
  • Ikan yang dapat dimakan dengan tulangnya, seperti sarden atau kembung.

4. Berjemur

Rutin berjemur di pagi hari dapat meningkatkan produksi vitamin D pada tubuh. Vitamin ini bermanfaat untuk membantu penyerapan kalsium.Kekurangan vitamin D bisa mengakibatkan tulang menjadi rapuh dan mudah retak. Walaupun vitamin D dapat ditemukan berupa suplemen atau susu, vitamin D yang dihasilkan lewat berjemur diklaim merupakan yang terbaik.Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa kelompok wanita lanjut usia yang rutin berjemur dapat mengalami peningkatan kepadatan tulang hingga 3,1 persen.Sementara kelompok yang tetap di dalam ruangan mengalami penurunan kepadatan tulang hingga 3,3 persen. Atas dasar inilah, berjemur dapat dijadikan cara mengatasi osteoporosis.Hindari berjemur terlalu lama karena bisa menyebabkan kulit terbakar. Lakukan sekali saja setiap harinya selama 15 menit, tepatnya sebelum jam 10 pagi.

Catatan dari SehatQ

Macam-macam obat osteoporosis di atas dapat memicu gejala efek samping seperti mual dan perut mulas. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memulai pengobatan osteoporosis jenis apa pun. Jika Anda punya pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar pengobatan osteoporosis, jangan ragu untuk tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store maupun Google Play.
penyakit tulangosteoporosislansiakesehatan lansia
National Osteoporosis Foundation. https://www.nof.org/patients/what-is-osteoporosis/
Diakses 23 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/symptoms-causes/syc-20351968
Diakses 23 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/osteoporosis-alternative-treatments
Diakses 23 September 2020
NHS United Kingdom. https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/calcium/
Diakses 23 September 2020
International Osteoporosis Foundation. https://www.iofbonehealth.org/national-osteoporosis-society-launches-sunlight-campaign-boost-vitamin-d-levels-summer-months
Diakses 23 September 2020
Sunlight Institute. http://sunlightinstitute.org/prevent-and-reverse-osteoporosis-with-sunlight-not-milk/
Diakses 23 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait