Jenis-jenis Pemeriksaan Demam Berdarah untuk Pastikan Diagnosis

Pemeriksaan DBD seperti cek darah dan laboratorium perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis
Ada beberapa jenis pemeriksaan DBD untuk mendiagnosis penyakit ini

Meski sudah sering terjadi, demam berdarah tetap menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Penanganan penyakit ini pun harus dimulai sesegera mungkin sebelum berujung pada hilangnya nyawa. Sebelum perawatan dimulai, cek darah maupun hasil pemeriksaan DBD lainnya akan dilakukan.

Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa gejala-gejala yang dialami memang benar demam berdarah dan bukan penyakit lain. Sebab, banyak gejala DBD yang mirip dengan gejala penyakit lain, seperti tipes, misalnya. Padahal, penanganan keduanya cukup berbeda.

Kapan pemeriksaan DBD harus dilakukan?

Pemeriksaan dbd perlu dilakukan apabila gejala dbd seperti bercak merah mulai timbul
Pemeriksaan DBD perlu dilakukan saat gejala seperti bintik merah sudah mulai muncul

Orang yang tertular demam berdarah, umumnya akan mengeluhkan beberapa gejala seperti nyeri sendi, mual, dan pusing. Namun, kondisi tersebut merupakan gejala umum dari banyak penyakit, bukan hanya DBD.

Biasanya, dokter akan melihat beberapa ciri klinis yang khas sebelum memutuskan Anda perlu menjalani cek darah atau pemeriksaan DBD lainnya. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan, saat beberapa kondisi di bawah ini mulai muncul:

  • Demam mendadak tinggi tanpa sebab yang jelas
  • Demam tidak kunjung reda dalam jangka waktu 2-7 hari
  • Terdapat bintik-bintik merah di kulit
  • Muncul mimisan atau gusi berdarah dengan sendirinya
  • Muntah darah
  • Pembesaran hati
  • Muncul gejala syok, yaitu nadi teraba cepat tapi lemah, tekanan darah turun, kaki dan tangan dingin, kulit lembap, dan gelisah

Jenis pemeriksaan DBD

Pemeriksaan DBD dilakukan dengan tes darah lengkap
Cek darah merupakan salah satu prosedur pemeriksaan dbd

Apabila dokter memutuskan Anda perlu menjalani pemeriksaan DBD tambahan, maka beberapa prosedur di bawah inilah yang biasanya akan dilakukan.

1. Tes darah lengkap

Pada pemeriksaan darah lengkap, semua komponen darah akan dihitung kadarnya. Hasil dari tes ini akan menunjukkan angka komponen darah yang dibutuhkan untuk mendiagnosis, seperti trombosit, plasma, dan hematokrit.

Anda akan dinyatakan positif demam berdarah apabila:

  • Jumlah trombosit ≤ 100.000/µl
  • Nilai hematokrit meningkat hingga ≥ 20% dari nilai normal
  • Nilai hematokrit menurun hingga ≥ 20% dari nilai normal setelah mendapatkan terapi cairan

2. Tes NS1

NS1 adalah sejenis protein yang ada di dalam virus dengue. Saat infeksi terjadi, virus akan mengeluarkan protein ini untuk masuk ke dalam darah. Sehingga, jika positif DBD, maka protein ini akan terbaca di dalam darah Anda.

Tes NS1 paling efektif dilakukan pada masa awal infeksi, yaitu hari ke 0-7 sejak gejala pertama kali muncul. Setelah melewati hari ke tujuh, tes ini sudah tidak direkomendasikan untuk dilakukan.

3. Tes serologi IgG/IgM

Imunoglobulin G (IgG) atau Imunoglobulin M (IgM) adalah sejenis antibodi yang akan terbentuk saat tubuh mengalami infeksi DBD. Sehingga, jika terdapat salah satu dari kedua antibodi tersebut pada tubuh, maka bisa dipastikan bahwa Anda positif DBD.

Antibodi ini tidak langsung terbentuk saat infeksi terjadi. Sehingga, berlawanan dengan tes NS1, pemeriksaan IgG dan IgM biasanya dilakukan pada hari kelima setelah munculnya gejala.

Hasil lab demam berdarah positif, ini yang perlu dilakukan

Jika positif dbd, perlu di rawat di rumah sakit
Jika positif DBD, perlu rawat inap di rumah sakit

Setelah dokter mendiagnosis Anda positif demam berdarah, maka perawatan bisa segera dilakukan. Untuk mengatasi virus ini, sebenarnya tidak ada perawatan khusus yang perlu dilakukan.

Dokter biasanya akan menginstruksikan Anda untuk banyak minum air putih agar tidak dehidrasi dan memberikan obat untuk mengurangi frekuensi muntah serta menurunkan panas. Meski begitu, selama masa pemulihan, Anda tetap disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit agar dokter bisa mengontrol kebutuhan cairan yang masuk dan kadar trombosit serta perkembangan gejala secara intensif.

Perawatan juga perlu segera diberikan apabila dalam masa penyembuhan, terjadi dehidrasi. Gejala munculnya dehidrasi antara lain:

  • Volume dan frekuensi buang air kecil berkurang
  • Air mata tidak mau keluar
  • Bibir dan mulut kering
  • Lemas dan linglung
  • Kaki dan tangan terasa dingin

Dokter juga dapat memberikan obat penurun panas atau pereda nyeri yang cocok untuk kondisi demam berdarah. Selama perawatan, Anda akan dipasangi infus untuk memastikan asupan cairan ke tubuh mencukupi. Pada kondisi DBD yang parah, perawatan seperti pemberian transfusi darah juga dapat dilakukan.

Catatan dari SehatQ

Pemeriksaan DBD dilakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan agar didapatkan diagnosis secara pasti. Sebab, gejala demam berdarah seringkali mirip dengan gejala penyakit lain, seperti tipes.

Pemeriksaan tambahan yang diperlukan terdiri dari tes darah lengkap, tes NS1, dan tes IgG/IgM. Ketiganya tidak dilakukan dalam jangka waktu yang bersamaan, melainkan bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi.

Semakin cepat pemeriksaan DBD dilakukan, maka perawatan pun akan semakin cepat dimulai. Sehingga, risiko komplikasi demam berdarah yang mungkin terjadi bisa semakin menurun.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5691225/
Diakses pada 28 Februari 2020

Hospital Care for Children. http://www.ichrc.org/622-demam-berdarah-dengue-diagnosis-dan-tatalaksana
Diakses pada 28 Februari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/dengue-fever-test/
Diakses pada 28 Februari 2020

CDC. https://www.cdc.gov/dengue/healthcare-providers/testing/serologic-tests.html
Diakses pada 28 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dengue-fever/diagnosis-treatment/drc-20353084
Diakses pada 28 Februari 2020

Artikel Terkait