logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Masalah Tidur

Jenis Obat Tidur yang Aman Dikonsumsi Serta Efek Sampingnya

open-summary

Obat tidur bisa dijadikan solusi untuk gangguan tidur, seperti jet lag hingga insomnia yang parah. Ada banyak jenis obat tidur yang aman dan bisa dikonsumsi. Semuanya tergantung penyebab susah tidur serta tingkat keparahan gangguan tidur yang dialami.


close-summary

3.91

(134)

20 Feb 2020

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Obat tidur bisa bermanfaat namun bisa juga berbahaya

Obat tidur efektif digunakan untuk mengatasi insomnia maupun gangguan tidur lainnya

Table of Content

  • Jenis-jenis obat tidur
  • Cara mengonsumsi obat tidur yang aman
  • Efek samping obat tidur yang mungkin terjadi
  • Gejala overdosis obat tidur

Konsumsi obat tidur mungkin menjadi salah satu solusi yang dilakukan oleh sebagian orang saat mengalami sulit tidur di malam hari (insomnia). 

Advertisement

Saat susah tidur di malam hari, tidak jarang Anda akan merasa kurang fit keesokan harinya. Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, maka tubuh tidak akan berfungsi dengan baik. 

Penggunaan obat susah tidur tidak hanya dapat memicu rasa kantuk, melainkan juga membuat Anda tidur lebih lama. 

Apabila digunakan dalam jangka pendek dan sesuai aturan pakai, obat untuk susah tidur memang dapat berguna. Namun, jika digunakan berlebihan, beberapa jenis obat tidur bisa menyebabkan ketergantungan.

Jenis-jenis obat tidur

Ada banyak jenis obat tidur
Jenis obat tidur ada bermacam-macam

Di pasaran ada macam-macam obat tidur dari berbagai kelas dan merek. Akan tetapi, jangan asal memilih obat untuk susah tidur tanpa menjalani pemeriksaan atau berkonsultasi dengan dokter. 

Dokter akan menentukan jenis obat tidur yang paling tepat sesuai kondisi Anda. Pasalnya, berbeda penyebab susah tidur di malam hari, jenis insomnia, dan durasi Anda mengalami sulit tidur, maka berbeda obat insomnia yang diresepkan oleh dokter.

Beberapa jenis obat tidur yang sering digunakan antara lain:

  • Triazolam
  • Eszopiclone
  • Flurazepam hydrochloride
  • Estazolam
  • Temazepam
  • Ramelteon
  • Doxepin
  • Zaleplon
  • Trazodone
  • Suvorexant
  • Zolpidem tartrate

Obat tidur zolpidem, zaleplon, eszopiclone, dan ramelteon masuk ke dalam golongan hipnotik yang hanya bisa didapat melalui resep dokter. 

Biasanya, dokter akan memberi resep obat tidur yang aman tersebut ketika seseorang mengalami gangguan tidur, seperti insomnia yang parah.

Dokter juga bisa meresepkan obat susah tidur tersebut untuk mengatasi kondisi gangguan pergerakan yang dapat mengganggu tidur. Misalnya, restless leg syndrome (RLS) dan periodic limb movement disorder.

Dalam kasus yang lebih parah, dokter bisa saja meresepkan obat hipnotis-sedatif seperti benzodiazepine. Akan tetapi, obat susah tidur ini memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan kecanduan dan komplikasi kesehatan lainnya sehingga penggunaannya perlu diawasi dengan sangat ketat oleh dokter.

Baca Juga

  • Ini Dia Penyebab dan Penangkal Mimpi Buruk Secara Ilmiah
  • Kenali Bahaya dari Barbiturat, Obat Penenang yang Berisiko,
  • Bahaya Minum Teh Berlebih, Susah Tidur Hingga Ketergantungan

Sedangkan obat susah tidur yang dijual di apotek atau didapat tanpa resep dokter, di antaranya antihistamin, melatonin, ataupun bahan herbal.

Obat tidur di apotek yang mengandung melatonin umumnya digunakan untuk orang yang sulit tidur akibat jet lag, mengerjakan deadline pekerjaan, atau siklus tidur yang terganggu. 

Dalam bentuk alaminya, melatonin adalah hormon yang diproduksi oleh otak dan berfungsi untuk mengatur siklus tidur manusia.

Obat untuk insomnia berupa melatonin relatif aman dikonsumsi dalam jangka pendek (maksimal 3 bulan). Namun, beberapa orang mengeluhkan efek obat tidur melatonin berupa rasa cemas dan kerap terbangun tengah malam.

Sementara, obat antihistamin sejatinya bukanlah obat yang dikhususkan untuk mengatasi gangguan tidur. 

Obat tidur di apotek tersebut sebenarnya berfungsi untuk mengatasi gejala alergi, tetapi kandungannya bisa membuat orang merasa mengantuk sehingga kerap diminum untuk memperbaiki kualitas tidur.

Obat untuk insomnia berupa antihistamin bisa dikonsumsi tanpa resep dokter. Meski demikian, pastikan Anda membeli obat antihistamin generasi pertama, yakni obat yang mengandung diphenhydramine, doxylamine, dan cyclizine.

Dokter bisa merekomendasikan obat untuk susah tidur tersebut sebagai pengobatan jangka pendek. Pasalnya, semakin sering Anda minum antihistamin sebagai obat untuk insomnia, maka semakin berkurang efeknya untuk membuat Anda lekas terlelap.

Cara mengonsumsi obat tidur yang aman

Obat tidur harus dikonsumsi sesuai anjuran
Obat tidur harus dikonsumsi sesuai anjuran

Obat tidur lelap harus digunakan dengan hati-hati. Alih-alih meredakan insomnia, obat tidur yang digunakan dengan tidak tepat justru akan menimbulkan ketergantungan serta efek samping lain yang membahayakan kesehatan.

Berikut adalah cara mengonsumsi obat tidur yang aman untuk Anda yang sedang atau akan mengonsumsi obat susah tidur. 

  • Jangan pernah mengonsumsi obat untuk susah tidur, kecuali memang sudah diresepkan oleh dokter.
  • Apabila dokter meresepkan obat untuk susah tidur, pastikan Anda sudah menceritakan secara lengkap riwayat kesehatan Anda, termasuk obat lain yang sedang dikonsumsi.
  • Jika punya tekanan darah tinggi atau gangguan pada organ hati, beri tahukan pada dokter yang meresepkan obat susah tidur.
  • Pastikan Anda membaca instruksi pemakaian yang ada di kemasan obat secara saksama.
  • Jangan mengonsumsi obat untuk susah tidur dalam jumlah yang lebih banyak dari anjuran dokter.
  • Jangan mengonsumsi alkohol berdekatan dengan waktu minum obat insomnia.
  • Pastikan hanya mengonsumsi obat susah tidur saat Anda punya banyak waktu untuk tidur.
  • Saat pertama kali minum obat untuk susah tidur, cobalah lakukan di malam hari ketika keesokan harinya Anda tidak berencana pergi.
  • Jangan mengendarai kendaraan bermotor setelah mengonsumsi obat susah tidur.
  • Segera hubungi dokter apabila mengalami keluhan medis tertentu atau masalah saat mulai mengonsumsi obat susah tidur.

Efek samping obat tidur yang mungkin terjadi

Obat tidur bisa menyebabkan kecanduan
Orang yang kecanduan obat tidur justru insomnianya akan semakin parah

Sama seperti obat-obatan pada umumnya, efek obat tidur mungkin saja terjadi pada beberapa orang yang mengonsumsinya. 

Maka dari itu, penting untuk bertanya kepada dokter mengenai efek obat tidur yang mungkin timbul.

Pada orang yang memiliki riwayat asma, mengonsumsi obat tidur lelap bisa menyebabkan gangguan pernapasan. 

Obat tidur ramelteon bisa memengaruhi jam biologis tubuh, termasuk siklus tidur dan bangun seseorang, secara langsung.

Sementara, pada kelompok individu lainnya, efek samping obat tidur yang mungkin muncul, yakni:

  • Kesemutan dan rasa panas di tangan atau kaki
  • Perubahan nafsu makan
  • Konstipasi atau sembelit
  • Diare
  • Kesulitan menjaga keseimbangan
  • Pusing
  • Mengantuk saat siang hari
  • Mulut atau tenggorokan terasa kering
  • Perut terasa kembung atau penuh gas
  • Kesulitan melakukan kegiatan apapun keesokan harinya
  • Gangguan daya ingat dan sulit fokus
  • Sakit perut
  • Tubuh menggigil
  • Sering bermimpi aneh
  • Merasa lemas

Selain itu, beberapa orang juga bisa mengalami efek obat tidur yang lebih kompleks setelah mengonsumsi obat tidur, seperti parasomnia. Parasomnia adalah kondisi yang membuat orang yang mengalaminya sering tidur sambil berjalan.

Pada kondisi yang parah, orang yang mengalami parasomnia bisa saja makan, menelepon orang lain, bahkan berhubungan seksual sambil tertidur. 

Kondisi tersebut bisa berbahaya karena ia sama sekali tidak sadar akan apa yang dilakukannya.

Bagi sebagian orang, efek obat tidur juga bisa menyebabkan alergi. Beberapa gejala alergi yang mungkin terjadi antara lain:

Jika aturan minum obat susah tidur dilanggar, maka risiko terjadi efek samping akan semakin besar. 

Tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini akan berujung pada ketergantungan yang bisa merusak hidup Anda.

Gejala overdosis obat tidur

Orang yang mengalami overdosis obat tidur justru bisa kesulitan tidur karena ritme sirkadian normalnya terganggu.

Beberapa gejala ketika seseorang mengalami overdosis obat tidur adalah:

  • Merasa lesu di siang hari
  • Kerap mimpi buruk
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Cemas berlebih
  • Mudah tersinggung
  • Diare
  • Nyeri persendian

Pada sebagian orang, overdosis obat tidur juga dapat berpengaruh terhadap tekanan darah. Obat yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah dapat mengurangi produksi alami melatonin dalam tubuh. 

Itu sebabnya, Anda tidak disarankan mengonsumsi suplemen untuk menambah kadar melatonin dalam tubuh. 

Kondisi yang dapat dikatakan darurat jika seseorang mengalami overdosis obat tidur, yakni sulit bernapas, nyeri dada mendadak, dan tekanan darah lebih tinggi dari 180/120 mmHg. Gejala ini sudah mengindikasikan perlu penanganan medis sesegera mungkin.

Bagi Anda yang memiliki gangguan tidur, jangan membeli obat insomnia di sembarang tempat. Obat tidur lelap hanya boleh dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. 

Jadi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna memperoleh resep obat untuk susah tidur sesuai kondisi Anda. 

Bila Anda masih punya pertanyaan seputar penggunaan obat insomnia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

insomniatidur berjalanobat tidurpenyalahgunaan obat

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved