Jenis-Jenis Neuropati Diabetik, Komplikasi Diabetes Melitus yang Menyerang Saraf

Ada berbagai jenis neuropatik diabetik yang harus diwaspadai, karena menyerang saraf dari kepala hingga kaki
Neuropati diabetik dapat merusak saraf di sekujur tubuh, termasuk pada kaki

Menurut data dari badan kesehatan dunia WHO tahun 2016, jumlah kasus dan prevalensi diabetes melitus masih meningkat selama beberapa dekade belakangan. Tak heran, penyakit ini menjadi salah satu penyakit tak menular, yang diprioritaskan pemimpin dunia untuk ditangani.

Diabetes melitus dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang tak main-main. Salah satu komplikasi tersebut yakni neuropati diabetik, yang menyerang sistem saraf. Kadar gula darah yang tinggi saat menderita diabetes, dapat merusak saraf di sekujur tubuh.

Jenis-jenis neuropati diabetik, sebagai komplikasi diabetes melitus

Terdapat beberapa jenis neuropati diabetik. Hal ini terjadi, karena tubuh memiliki beragam jenis saraf, yang memiliki perannya masing-masing. Saraf di tubuh yang dapat terserang karena neuropati diabetik, mulai dari ujung kaki, hingga kepala.

Berikut ini jenis-jenis neuropati diabetik, yang harus Anda waspadai.

  • Neuropati perifer

Neuropati perifermerupakan jenis neuropati diabetik, yang paling umum terjadi. Komplikasi ini menyerang saraf di alat gerak tubuh, seperti kaki, tangan, lengan, dan kuku. Gejala yang dirasakan dapat memburuk, saat memasuki waktu malam.

Ada beberapa tanda-tanda yang dapat dirasakan oleh penderita neuropati perifer. Beberapa di antaranya yaitu kram dan rasa sakit yang tajam, penurunan sensitivitas saat menyentuh, kehilangan refleks, hingga kehilangan keseimbangan dan koordinasi.

Saraf di kaki merupakan saraf yang paling mudah rusak. Kerusakan saraf ini dapat menimbulkan berbagai masalah pada kaki, yang berkaitan dengan diabetes. Gangguan tersebut, seperti deformitas kaki, infeksi, ulkus pada kaki, hingga amputasi.

  • Neuropati proksimal

Neuropati proksimal disebut juga dengan diabetic amyotrophy. Jenis neuropati diabetik ini dapat menimbulkan lemah otot, terutama pada bagian atas kaki, bokong, dan pinggang.

Ada beberapa gejala yang dapat alami oleh penderita neuropati proksimal. Gejala-gejala tersebut berupa rasa lemah di kaki, susah berdiri setelah duduk, serta rasa sakit yang mendalam secara tiba-tiba di bagian atas kaki. Setelah gejala di kaki mereda, sakit di lengan juga dapat terjadi.

Komplikasi diabetes ini menjadi peringkat kedua neuropati diabetik yang sering terjadi, setelah neuropati perifer. Neuropati proksimal rentan dialami oleh orang lanjut usia yang menderita diabetes. Namun, tak seperti neuropati periferal, neuropati proksimal dapat ditangani seiring berjalannya waktu.

  • Neuropati otonom

Sistem saraf otonom menjalankan tugasnya dalam fungsi tubuh, tanpa Anda sadari. Misalnya, pemompaan jantung, pernapasan, dan pencernaan. Karena bekerja secara otomatis, sistem saraf ini disebut juga sebagai sistem saraf otomatis.

Neuropati otonom terjadi pada saraf-saraf otonom, yang berada di sistem tubuh tertentu secara spesifik. Dengan demikian, gejala yang dirasakan penderita neuropati otonom, juga bergantung pada jenis sistem yang terserang.

Sebagai contoh, apabila neuropati otonom menyerang saraf di sistem jantung dan darah, gejala-gejalanya dapat berupa detak jantung yang tak teratur. Penderitanya juga dapat menjadi cepat lelah saat berolahraga, hingga pusing ketika mencoba berdiri.

  • Neuropati fokal atau mononeuropati

Tak seperti jenis neuropati diabetik lainnya, neuropati fokal hanya menyerang pada satu saraf secara spesifik. Tak heran, jenis komplikasi diabetik ini disebut juga sebagai mononeuropati, dan yang lainnya disebut polineuropati.

Neuropati fokal terjadi dengan tiba-tiba. Kondisi ini paling sering terjadi di saraf kepala, khususnya yang menuju mata. Walau begitu, komplikasi ini juga dapat terjadi di badan (torso), maupun area kaki.

Walau dapat menyerang kaki, penderita neuropati fokal dapat menunjukkan gejala yang berbeda dari neuropati proksimal, yang juga terjadi pada area tubuh ini. Rasa sakit saat mengalami neuropati fokal, terjadi secara spesifik, dan bukan di area yang luas pada kaki.

Apabila neuropati fokal menyerang saraf di kepala, penderitanya dapat mengalami gangguan penglihatan, bahkan kelumpuhan tiba-tiba di satu sisi kepala. Sementara itu, neuropati fokal di badan dapat timbul pada titik-titik tertentu, seperti di dada atau perut.

Pencegahan neuropati diabetik

Neuropati diabetik, sebagai komplikasi dari diabetes melitus, juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi lainnya. Namun, Anda dapat mencegah terjadinya neuropati diabetik, atau memperlambat komplikasinya, dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Kontrol gula darah merupakan cara paling utama dalam pencegahan diabetes melitus, neuropati diabetik, dan komplikasi lain. Anda disarankan untuk melakukan pengecekan gula darah, dua kali dalam setahun.

Selain itu, Anda juga sangat disarankan untuk memerhatikan kondisi kesehatan dan kebersihan kaki. Membersihkan kaki dengan rutin, memotong kuku, dan menggunakan kaus kaki yang bersih dan kering, perlu Anda lakukan. Hal ini juga termasuk dengan memperhatikan sepatu, yang hendak Anda kenakan.

Catatan dari SehatQ

Neuropati diabetik merupakan komplikasi diabetes melitus, yang sangat serius. Komplikasi tersebut dapat menyerang saraf di kaki, hingga saraf di kepala dan mata. Gaya hidup yang sehat, terutama mengontrol kadar gula darah, perlu Anda lakukan untuk mencegah diabetes, atau memperlambat komplikasinya.

Endocrine Web. https://www.endocrineweb.com/guides/diabetic-neuropathy

Diakses pada 19 September 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-neuropathy/symptoms-causes/syc-20371580

Diakses pada 19 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed