Jenis-Jenis Kontaminasi Silang Makanan yang Berbahaya bagi Kesehatan


Kontaminasi silang adalah proses pengotoran atau pencemaran. Tak boleh diabaikan, makanan yang terkontaminasi silang dapat mengganggu kesehatan Anda.

(0)
07 Dec 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kontaminasi silang pada makananKontaminasi makanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan
Secara harfiah, kontaminasi adalah pengotoran atau pencemaran, khususnya karena unsur-unsur dari luar. Sementara itu, terkontaminasi adalah terkena kotoran atau tercemar oleh unsur-unsur dari luar.Ada banyak hal yang bisa terkontaminasi, tapi salah satu yang dapat berdampak langsung pada kesehatan manusia adalah kontaminasi makanan. Makanan yang terkontaminasi bakteri atau parasit lainnya merupakan salah satu penyebab umum gangguan pencernaan. Melalui makanan, bakteri atau parasit bisa masuk dan menginfeksi tubuh manusia

Jenis-jenis kontaminasi makanan

Jenis kontaminasi makanan dapat dibedakan berdasarkan penyebab kontaminasi. Berikut adalah tiga jenis kontaminasi yang perlu Anda ketahui:

1. Kontaminasi kimia

Salah satu penyebab umum makanan terkontaminasi adalah bahan-bahan kimia yang berasal dari luar ataupun dalam makanan itu sendiri. Jenis bahan kimia yang berasal dari dalam bahan makanan, misalnya racun pada beberapa jenis ikan atau tumbuhan.

2. Kontaminasi biologis

Kontaminasi biologis adalah proses kontaminasi makanan karena zat yang dihasilkan oleh makhluk hidup, (manusia, hama, atau mikroorganisme).Beberapa hal yang masuk dalam kontaminasi biologis adalah kontaminasi bakteri, virus, dan parasit yang ditularkan melalui air liur, darah, atau kotoran.

3. Kontaminasi fisik

Kontaminasi fisik merupakan jenis kontaminasi makanan yang disebabkan oleh benda asing. Kontaminasi ini biasanya terjadi saat proses produksi makanan. Benda yang mencemari makanan bisa saja melukai korbannya.Jenis kontaminasi ini berpotensi memicu kontaminasi biologis yang dapat menyebabkan infeksi penyakit. Contoh-contoh kontaminasi fisik, yakni potongan kuku, plastik, rambut, atau kotoran lainnya.

Kontaminasi silang pada makanan

Kontaminasi silang adalah perpindahan bakteri atau mikroorganisme dari satu zat ke zat lain secara tidak sengaja, terutama karena prosedur penanganan yang tidak sehat. Kontaminasi ini juga merupakan salah satu penyebab umum terjadinya gangguan pencernaan.Kontaminasi silang dapat terjadi saat produksi makanan dan di mana saja. Terdapat tiga jenis kontaminasi silang yang dapat menyebabkan makanan tercemar sumber penyakit, di antaranya:

1. Makanan ke makanan

Kontaminasi silang ini terjadi saat makanan yang terkontaminasi bakteri menyebar pada makanan lain yang masih higienis.Kondisi ini dapat terjadi saat menggabungkan jenis makanan yang terkontaminasi dan higienis. Misalnya, saat mencampurkan sayuran mentah yang belum dicuci dengan sayuran lain yang sudah dicuci bersih.Jenis makanan yang memiliki risiko kontaminasi bakteri paling tinggi, yakni sayuran hijau, tauge, susu yang tidak dipasteurisasi, daging, dan makanan laut.

2. Peralatan ke makanan

Jenis kontaminasi silang ini dapat terjadi saat permukaan peralatan yang tidak dicuci dengan benar atau masih menyisakan kotoran, digunakan untuk makanan yang higienis.Kondisi ini memicu terjadinya kontaminasi silang dari peralatan ke makanan. Misalnya, dengan menggunakan talenan, pisau, atau wadah yang sama untuk mengolah beberapa jenis bahan makanan.

3. Orang ke makanan

Jenis kontaminasi silang ini terjadi saat bakteri atau kontaminan yang terdapat di tubuh manusia berpindah ke makanan. Misalnya, saat tangan yang kotor memegang makanan secara langsung, juga dari droplet batuk atau bersin yang mencemari makanan.

Dampak kontaminasi silang

Mual karena kontaminasi silang
Kontaminasi silang pada makanan dapat menyebabkan mual
Dampak kontaminasi silang pada kesehatan Anda cukup beragam, mulai dari ringan hingga berat. Gejala-gejala yang dapat muncul ketika seseorang mengalami infeksi akibat mengonsumsi makanan terkontaminasi adalah:
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • DIare.
Gejala-gejala ini umumnya muncul dalam waktu 24 jam setelah Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Dampak kontaminasi bahkan bisa muncul setelah beberapa minggu. Semakin lama gejala muncul, semakin sulit untuk menentukan penyebab pastinya.Sementara itu, dampak yang lebih parah dari kontaminasi silang adalah:
  • Diare yang berlangsung lebih dari tiga hari
  • Keracunan makanan
  • Tinja berdarah
  • Demam
  • Dehidrasi
  • Kegagalan fungsi organ
  • Kematian.
Saat mengalami diare, penting untuk melakukan upaya rehidrasi dengan menambah asupan cairan, khususnya air putih. Jika diperlukan, Anda dapat minum cairan oralit sesuai anjuran.Apabila gejala memburuk atau bertahan lebih dari 1–2 hari, sebaiknya segera kunjungi dokter. Jika Anda mengalami gejala berat, Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter.Kontaminasi silang tidak hanya menyebabkan keracunan pada seseorang, tapi juga berpotensi menyebabkan wabah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui protokol kesehatan untuk menjaga kebersihan pangan, misalnya:
  • Selalu mencuci bersih buah dan sayur sebelum diolah
  • Jangan mencuci daging mentah
  • Memasak makanan hingga matang
  • Gunakan peralatan masak yang berbeda untuk bahan makanan mentah dan masakan yang sudah matang
  • Mencuci bersih pisau, talenan, dan seluruh peralatan masak setelah digunakan
  • Menggunakan sarung tangan, topi, dan masker saat memasak.
Di samping itu, cara yang paling efektif untuk mengurangi risiko kontaminasi silang adalah mencuci tangan dengan sabun secara menyeluruh selama minimal 20 detik. Lakukan kebiasaan ini sebelum dan sesudah berinteraksi dengan makanan.Jika Anda punya pertanyaan seputar gangguan pencernaan atau keracunan makanan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
gangguan pencernaankeracunan makanan
Food Safety Australia. https://www.foodsafety.com.au/faq/what-are-the-different-types-of-food-contamination
Diakses 24 November 2020
Food Standards Agency – United Kingdom. https://www.food.gov.uk/safety-hygiene/avoiding-cross-contamination
Diakses 24 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/what-is-cross-contamination
Diakses 24 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait