Nyeri yang muncul karena cedera di pergelangan tangan perlu diwaspadai
Melakukan teknik yang salah saat berolahraga dapat mengakibatkan cedera di pergelangan tangan

Sebagai anggota tubuh yang banyak bergerak, lengan atas, siku, pergelangan tangan, dan jari tangan kerap mengalami cedera yang dapat memengaruhi aktivitas Anda sehari-hari. Cedera tangan yang terjadi pun dapat beragam mulai dari yang ringan seperti terkilir hingga yang cukup berat seperti patah tulang. 

Terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya cedera tangan. Namun, sebelum mengetahuinya, ada baiknya Anda mengetahui jenis-jenis cedera tangan yang mungkin terjadi agar dapat lebih waspada.

Jenis-jenis Cedera Tangan yang Mungkin Terjadi

Jenis cedera tangan dapat dibagi berdasarkan lokasi terjadinya cedera. Berikut jenisnya:

Cedera siku

Tennis elbow dan golfer’s elbow merupakan dua keluhan yang sering dialami terkait cedera tangan. Penyebabnya cukup sederhana, yaitu menggunakan tangan dengan gerakan yang sama secara berulang-ulang.

Tennis elbow, atau lateral epicondylitis, menyebabkan rasa sakit di bagian luar siku akibat otot yang meradang. Di sisi lain, golfer’s elbow, atau kondilitis medial, terjadi akibat otot yang meradang di bagian dalam siku. Teknik yang buruk dalam memukul bola golf juga dapat menyebabkan peradangan ini terjadi.

Cedera Pergelangan Tangan

Cedera pergelangan tangan yang paling sering terjadi adalah keseleo dan patah tulang. Kejadian ini dapat terjadi karena kecelakaan atau gerakan keras pada aktivitas olahraga. Selain itu, pergelangan tangan yang terkilir juga dapat terjadi ketika pergelangan tangan dipaksa melakukan gerakan di luar kapasitasnya sehingga merobek ligamen yang menghubungkan tulang pergelangan tangan.

Jika Anda mengalami cedera pada pergelangan tangan, beberapa gejala yang dapat timbul di antaranya:

  • Rasa nyeri yang parah
  • Bengkak
  • Pergelangan tangan menjadi mati rasa
  • Area cedera menjadi dingin atau terlihat berwarna keabuan
  • Muncul suara ketika Anda mencoba menggerakkan pergelangan tangan
  • Perdarahan yang tidak kunjung berhenti setelah 15 menit

Cedera Jari

Banyak olahraga yang berisiko menyebabkan cedera pada jari. Bahkan, aktivitas fisik yang berat Peraseperti panjat tebing kerap melukai dan membuat jari dan tangan mengalami kram, terkilir, dan patah.

Salah satu cedera jari yang paling umum terjadi adalah bergesernya tulang jari dari tempat yang seharusnya (dislokasi). Tidak hanya itu, menangkap bola baseball yang melaju dengan sangat kencang juga sering mengakibatkan patah tulang jari.

Ibu jari yang terkilir sudah menjadi cedera yang biasa dialami oleh para pemain basket saat menggunakan teknik yang salah saat memainkan bola basketnya. Secara umum, kondisi-kondisi ini terjadi akibat otot yang meregang, robek, atau cedera. 

Perawatan Untuk Cedera Tangan

Perawatan untuk cedera tangan akan bergantung dari lokasi, jenis, maupun tingkat keparahannya. Secara umum, untuk perawatan cedera ringan akan dibutuhkan istirahat, kompres es, meninggikan bagian tubuh yang cedera, serta membalutnya dengan perban.

Perawatan lain seperti operasi diperlukan untuk cedera seperti robeknya otot, medikasi dengan obat-obatan, menggunakan splint, kawat hingga menggunakan gips juga dapat dijadikan pilihan perawatan tergantung dari jenis cedera yang di derita. Perawatan lain seperti terapi fisik juga mungkin dilakukan.

Pencegahan Cedera Tangan

Mencegah tentu lebih baik dari pada mengobati. Itulah sebabnya, ada baiknya bagi Anda untuk selalu waspada saat melakukan aktivitas fisik yang melibatkan gerak signifikan pada tangan. Berikut ini adalah beberapa pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk menghindari cedera tangan terjadi:

  1. Jangan gunakan tangan secara berlebihan. Ketahuilah bahwa tiap otot dalam tubuh Anda memiliki batasan dalam melakukan gerakan-gerakan yang ekstrim. 
  2. Pahami teknik yang tepat dalam olahraga. Jika Anda menyukai olahraga yang melibatkan gerak tangan dan aktivitas fisik tinggi, pastikan untuk selalu mempelajari teknik dan aturannya dengan baik. Dengan begitu, cedera karena kesalahan teknis dapat dihindari.
  3. Lakukan peregangan tubuh. Pemanasan atau peregangan tubuh kerap kali dilupakan saat seseorang akan melakukan olahraga. Padahal, peregangan tubuh ini sangat penting untuk meningkatkan fleksibilitas otot dan memperlancar aliran darah sehingga mengurangi risiko terjadinya luka dan cedera pada otot. 
  4. Gunakan alat pelindung saat berolahraga. Gunakan sarung tangan serta pelindung siku maupun pergelangan tangan saat berolahraga dapat mengurangi risiko Anda mengalami cedera tangan.

Jika Anda mengalami cedera tangan, jangan tunda untuk segera memeriksakannya ke dokter. Dengan begitu, Anda bisa segera mendapatkan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi cedera yang Anda alami.

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/features/arm-injuries#1
Diakses pada Oktober 2018

American Orthopaedic Society for Sports Medicine. https://www.sportsmed.org/aossmimis/STOP/Downloads/SportsTips/HandandWristInjuries.pdf
Diakses pada 12 Maret 2019

Beth Israel Deaconess Hospital. https://www.bidneedham.org/departments/orthopaedics/hand-program/most-common-hand-wrist-injuries
Diakses pada 12 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed