Jenis-Jenis Anemia yang Terjadi Akibat Sel Darah Merah Rendah


Beberapa jenis anemia yang terjadi akibat sel darah merah sehat di tubuh terlalu rendah, perlu diwaspadai karena berbahaya dan tidak dapat disembuhkan.

(0)
28 Aug 2019|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Jenis-jenis anemia berbahaya yang tidak dapat disembuhkanAnemia sel sabit merupakan salah satu jenis anemia yang berbahaya, karena tidak dapat disembuhkan
Darah mengalir dari ujung kepala hingga kaki Anda, untuk mengangkut oksigen dan nutrisi, ke jaringan tubuh. Namun seperti bagian tubuh lainnya, darah juga bisa mengalami kelainan dan gangguan. Salah satu gangguan pada darah tersebut yakni kondisi anemia, yang mungkin sudah akrab di telinga Anda.

Apa yang dimaksud dengan anemia?

Anemia secara awam dikenal dengan kurang darah, merupakan suatu keadaan dimana terjadi penurunan kadar hemoglobin (Hb) di dalam sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh sehingga kebutuhan oksigen jaringan tidak terpenuhi. Anemia merupakan istilah umum untuk mendeskripsikan kelainan atau kekurangan pada sel darah merah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal, sehingga ada beberapa jenis anemia, yang perlu Anda kenali.

Apa yang menyebabkan anemia?

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah sehat di tubuh terlalu rendah. Sel darah merah berperan untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Sehingga, kadar sel darah merah yang rendah, menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam tubuh. Akibatnya, tubuh pun akan kekurangan oksigen. Secara umum beberapa jenis anemia dapat terjadi akibat tiga faktor berikut:
  • Produksi sel darah merah yang kurang.
  • Kehilangan darah secara berlebihan.
  • Hancurnya sel darah merah yang terlalu cepat.

Jenis-jenis anemia yang harus diwaspadai

Komponen darah yang mengangkut oksigen, adalah sejenis protein yang disebut hemoglobin. Sehingga, beberapa jenis anemia terjadi saat adanya kekurangan bahan utama hemoglobin di dalam darah, sel darah merah yang tidak cukup, hingga kerusakan tempat pembuatan sel darah.Berikut ini beberapa jenis anemia, yang dibagi berdasarkan penyebabnya.

1. Anemia defisiensi zat besi

Jenis anemia yang mungkin sering Anda dengar adalah anemia defisiensi zat besi. Tubuh memerlukan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yang berperan dalam penyebaran oksigen. Jenis anemia ini terjadi karena tubuh kekurangan zat besi, sehingga kadar hemoglobin juga berkurang.Untuk menangani kondisi ini, penderitanya perlu mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi serta suplemen zat besi. Vitamin C juga diperlukan, karena vitamin ini dapat membantu penyerapan zat besi dari makanan lebih optimal. Jika suplemen zat besi tidak mempan sebagai obat anemia, kondisi ini mungkin juga bisa dipicu oleh perdarahan atau masalah pada penyerapan zat besi itu sendiri. Untuk menanganinya, dokter mungkin akan menawarkan penanganan sebagai berikut:
  • Obat kontrasepsi oral untuk mengendalikan perdarahan saat menstruasi bagi perempuan
  • Antibiotik untuk menangani ulkus peptik
  • Tindakan bedah untuk mengangkat polip perdarahan, tumor, atau fibroid
  • Pada kasus yang parah, pasien mungkin diberikan zat besi melalui infus, atau menjalani transfusi darah

2. Anemia aplastik

Sel darah dibuat dari sel induk atau sel puncak, di sumsum tulang. Anemia aplastik terjadi akibat kerusakan pada sumsum tulang penderitanya, yang menyebabkan bagian tubuh ini tidak dapat memproduksi sel darah.Anemia aplastik dapat ditangani dengan beberapa cara. Misalnya dengan transfusi darah, untuk meringankan gejala anemia, walau tidak dapat menyembuhkan anemia aplastik. Selain itu, dokter mungkin juga menawarkan transplantasi sel induk (transplantasi sumsum tulang), obat-obatan imunosupresan, obat-obatan stimulan sumsum sulang, hingga pemberian antibiotik dan antivirus.

3. Anemia hemolitik

Jenis anemia ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup, sehingga muncul gangguan pada sistem pengangkutan oksigen. Kekurangan sel darah merah bisa terjadi karena sel darah merah hancur pada waktu yang tidak seharusnya, atau karena sel darah merah yang dihasilkan, tidak berfungsi dengan baik.Karena ada beragam penyebab anemia hemolitik, maka penangannya juga akan fokus pada penyebab kelainan darah ini. Penanganan anemia hemolitik juga bergantung pada keparahan, usia penderita, kondisi kesehatan, dan toleransi tubuh penderita terhadap obat-obatan.Transfusi darah mungkin dilakukan, dengan tujuan meningkatkan kadar sel darah merah, serta menggantikan sel yang rusak. Pilihan lain untuk mengatasi anemia hemolitik yakni pembedahan, terapi imunoglobin, atau pemberian obat-obatan kortikosteroid.

4. Anemia diamond-blackfan

Anemia diamond-blackfan merupakan jenis anemia yang tergolong langka. Anemia diamond-blackfan terjadi jika sumsum tulang tidak mampu menghasilkan sel darah merah yang cukup, untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika mengalami kelainan ini, penderitanya akan memiliki ciri fisik khas, seperti kepala yang kecil, mata yang lebar, hingga leher yang pendek.Anemia diamond-blackfan biasanya dideteksi saat penderitanya berumur kurang dari satu tahun. Sebagian kasus jenis anemia ini disebabkan oleh faktor genetik, sedangkan sebagian kasus lain belum dipastikan penyebabnya.Penanganan anemia diamond-blackfan dapat dilakukan dengan transfusi darah, pemberian obat-obatan kortikosteroid, atau bahkan transplantasi sumsum tulang. Penanganan tersebut dapat membantu penderitanya bertahan hidup lebih lama, bahkan gejala yang dialami beberapa penderitanya juga mungkin menghilang.

5. Anemia sel sabit

Sesuai namanya, jenis anemia karena faktor keturunan ini terjadi saat sel darah merah berbentuk clurit atau bulan sabit. Anemia sel sabit menunjukkan sel darah merah yang tidak sehat, dan dapat tersangkut di pembuluh darah kecil. Sehingga, aliran darah dan pengangkutan oksigen pun menjadi terganggu.Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan anemia bulan sabit. Namun penanganan untuk kondisi ini dapat meringankan rasa nyeri, serta mencegah masalah yang berkaitan dengan anemia tersebut. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan yakni transplantasi sumsum tulang, transfusi darah, serta pemberian obat-obatan berupa antibiotik, pereda nyeri, serta obat hydroxyurea (hidroksikarbamid).Selain jenis anemia di atas, ada beberapa macam anemia lainnya. Misalnya, anemia dyserythropoietic congenital, anemia megaloblastik, hingga anemia fanconi.[[artikel-terkait]]Beberapa anemia yang sering terjadi, seperti anemia defisiensi zat besi, dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan penambah Hb, serta menghindari konsumsi alkohol. Beberapa anemia juga dapat dihindari, jika Anda rutin melakukan tes darah, untuk mengantisipasi masalah kesehatan di masa mendatang.
anemiaanemia aplastikanemia defisiensi besianemia hemolitikanemia sel sabit
Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/anemiaDiakses pada 28 Agustus 2019 Healthline. https://www.healthline.com/health/anemiaDiakses pada 28 Agustus 2019 Healthline. https://www.healthline.com/health/hemolytic-anemiaDiakses pada 28 Agustus 2019 Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/aplastic-anemiaDiakses pada 28 Agustus 2019 Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sickle-cell-anemiaDiakses pada 28 Agustus 2019 US National Heart, Lung, and Blood Institute. https://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/public/blood/anemia-inbrief_yg.pdf Diakses pada 28 Agustus 2019 Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/anemia-rare-typesDiakses pada 28 Agustus 2019 Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/blackfan-diamond-anemiaDiakses pada 28 AgustusMayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vitamin-deficiency-anemia
Diakses pada 2 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait