Jenis-jenis Alat Bantu Dengar untuk Penderita Presbikusis

Lansia yang mengalami presbikusis, memerlukan alat bantu dengar sebelum kondisi tersebut bertambah parah
Penggunaan alat bantu dengar dapat membantu lansia penderita presbikusis

Lansia berisiko mengalami penurunan pendengaran. Kondisi berkurangnya pendengaran karena faktor usia ini, dapat juga disebut sebagai presbikusis. Sebagian besar lansia mengalaminya, sehingga kondisi seringkali dilihat sebelah mata. Padahal, penderita presbikusis perlu menggunakan alat bantu dengar.

Penggunaan alat bantu dengar merupakan perawatan paling efektif untuk kondisi tersebut. Presbikusis yang dibiarkan begitu saja, bisa meningkatkan risiko terjadinya depresi dan gangguan kecemasan. Selain itu, kemampuan mendengar pun akan semakin berkurang.

Cara kerja alat bantu dengar

Alat bantu dengar terdiri dari beberapa bagian, yaitu mikrofon, amplifier, dan speaker. Suara yang masuk, kemudian akan diterima oleh mikrofon.

Gelombang suara yang masuk, lalu diubah menjadi sinyal elektrik dan dikirim ke amplifier. Kemudian, amplifier akan mengirimkan sinyal yang akan diterima telinga melalui speaker

Alat bantu dengar yang dipasang di telinga, akan memperbesar getaran suara. Hal tersebut akan mempermudah sel-sel rambut di telinga, untuk mendeteksinya. Sebab, sel-sel rambut pada telinga lansia, sudah berkurang.

Getaran suara yang diterima, kemudian akan diubah menjadi suatu sinyal, yang selanjutnya dikirim ke otak.
Meski membantu, alat bantu dengar juga memiliki keterbatasan. Jika bagian dalam telinga sudah terlalu rusak, getaran suara yang besar sekalipun, tidak akan mampu diubah menjadi sinyal, untuk bisa dikirim ke otak.

Jenis-jenis alat bantu dengar

Ada lima jenis alat bantu dengar yang bisa digunakan, tergantung dari kondisi Anda. Berikut ini penjelasan untuk masing-masing jenisnya.

1. Alat bantu dengar di belakang telinga (behind the ear / BTE)

Sama seperti namanya, bagian “mesin” atau pengaturan alat ini, terletak di belakang telinga, di dalam kotak yang terbuat dari plastik yang keras. Lalu, bagian tersebut akan terhubung dengan penutup telinga, yang ditempatkan di telinga bagian luar.

Alat ini dapat digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga berat.

2. Alat bantu dengar di dalam telinga (in the ear / ITE)

Pada alat bantu dengar jenis ini, seluruh bagiannya ditempatkan pada penutup telinga, yang cukup untuk dipasang di telinga bagian luar. Alat ini bisa digunakan untuk gangguan pendengaran ringan hingga berat.

3. Alat bantu dengar di dalam kanal telinga

Dibandingkan dengan BTE dan ITE, alat ini berukuran paling kecil dan dapat masuk ke dalam kanal, yang terletak di dalam lubang telinga. Ukuran dan bentuknya pun akan disesuaikan dengan kanal telinga penggunanya.

Karena ukurannya yang kecil, alat ini menjadi sulit untuk dipasang, dilepas, maupun diatur. Kemampuan baterainya pun tidak sebesar alat bantu dengar lainnya. Alat ini juga tidak disarankan untuk digunakan pada orang yang gangguan pendengarannya sudah berat.

4. Alat bantu dengar dengan receiver di kanal atau di telinga

Alat bantu dengar yang receiver-nya terletak di dalam kanal atau di telinga, sebenarnya hampir mirip dengan jenis BTE. Hanya saja, speaker atau receiver dari alat ini, terletak di dalam kanal atau di dalam telinga. Lalu, bagian-bagian tersebut dihubungkan dengan kawat kecil.

Secara estetis, alat ini cukup baik karena tidak terlalu terlihat. Namun, di saat bersamaan, alat ini juga dapat memicu penumpukan kotoran telinga yang cukup banyak.

5. Alat bantu dengar open fit

Alat bantu dengar open fit merupakan variasi dari BTE. Alat ini tidak akan menutupi seluruh bagian telinga, sehingga suara berfrekuensi rendah sekalipun, masih bisa masuk ke telinga secara alami.

Alat ini baru akan memproses suara yang berfrekuensi tinggi, sehingga baik untuk digunakan oleh orang yang gangguan pendengarannya masih ringan atau sedang.

Tips memilih alat bantu dengar yang tepat

Meski sangat disarankan penggunaannya, Anda perlu ingat bahwa lansia yang mengalami gangguan pendengaran, tidak bisa begitu saja membeli dan menggunakan alat bantu dengar.

Selain memerlukan rekomendasi dari dokter, Anda juga perlu memperhatikan hal-hal lain, seperti garansi dan masa coba pemakaian. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda lakukan sebelum membeli alat bantu dengar.

1. Periksa ke dokter terlebih dahulu

Saat Anda merasa pendengaran mulai berkurang, jangan langsung membeli alat bantu dengar. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter, mengenai kondisi Anda.

Dokter akan memeriksa untuk melihat penyebab pasti, dari gangguan pendengaran yang Anda alami. Jika ternyata hal tersebut disebabkan oleh menumpuknya kotoran di telinga atau infeksi, maka dokter akan memberikan perawatan lain yang sesuai.

2. Coba sebelum membeli

Sebelum membeli alat bantu dengar, pastikan untuk mencobanya selama beberapa waktu. Penjual alat umumnya akan memberikan tenggat waktu tertentu sebagai masa percobaan, sebelum Anda melunasi pembayaran.

3. Pikirkan juga untuk penggunaan di masa mendatang

Pilihlah alat bantu dengar yang tetap dapat digunakan saat kondisi pendengaran Anda semakin memburuk. Hal ini dapat mencegah Anda bergonta-ganti alat di masa mendatang.

4. Cek garansi alat bantu dengar

Pastikan alat bantu dengar yang Anda beli, memiliki garansi untuk menanggung biaya perbaikan, apabila terjadi kerusakan. Perlu diketahui, alat ini tidak dapat mengembalikan fungsi pendengaran secara keseluruhan. Sehingga, Anda diharapkan lebih berhati-hati, apabila ada penjual yang memberikan janji secara berlebihan, mengenai fungsi alat ini.

Meski penggunaan alat bantu dengar dan presbikusis identik dengan lansia, namun tidak semua lansia harus menggunakannya, maupun mengalaminya. Karena itu, jaga dengan baik kemampuan pendengaran Anda dari sekarang, dengan mengurangi aktivitas mendengarkan suara yang bervolume terlalu besar.

NIDCD. https://www.nidcd.nih.gov/health/hearing-aids
Diakses pada 6 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/in-depth/hearing-aids/art-20044116
Diakses pada 6 Agustus 2019

Live Science. https://www.livescience.com/36000-hearing-aids-work.html
Diakses pada 6 Agustus 2019

Hear. https://www.hear.com/hearing-loss/presbycusis/
Diakses pada 6 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed