Berbagai Jenis Inhaler Asma dan Cara Tepat Menggunakannya

(0)
26 Sep 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Inhaler asma memiliki banyak jenis guna mengendalikan maupun mengatasi gejalaInhaler asma harus digunakan dengan cara menghirup obat
Inhaler adalah alat kecil untuk memasukkan obat ke paru-paru dengan cara dihirup. Alat ini biasa digunakan untuk mengontrol gejala asma, seperti sesak napas. Meski demikian ada berbagai jenis inhaler dan obat yang digunakan. Mengetahui hal tersebut dapat membantu Anda memilih dengan tepat.Asma adalah penyakit kronis yang ditandai dengan peradangan pada saluran udara di paru-paru. Kondisi ini tidak dapat diobati meski demikian dapat dikontrol dan dicegah terjadinya, salah satunya dengan menggunakan inhaler.

Ragam jenis inhaler untuk asma

Secara umum ada tiga tipe inhaler, yaitu:
  • Metered dose inhaler (MDI)

MDI mengandung obat dalam bentuk cair yang akan masuk ke paru-paru melalui semprotan dalam bentuk aerosol. Obat dalam MDI terletak dalam tabung bertekanan yang memiliki katup ukur.Untuk menggunakannya, Anda bisa mengatup bibir di sekitar corong mulut (mouthpiece) inhaler kemudian hirup napas perlahan sambil menekan katup ukur.
  • Inhaler bubuk (dry powder inhaler)

Inhaler bubuk mirip dengan metered dose inhaler, namun yang dilepaskan bukan gas aerosol, namun obat dalam bentuk bubuk.Anda perlu menghirup obat di mouthpiece dengan cepat dan harus segera menarik alat dari mulut sebelum menghembuskan napas. Hal ini dilakukan agar udara hembusan napas tidak masuk ke dalam alat dan membuat bubuk obat menggumpal.
  • Inhaler kabut (soft mist inhaler)

Inhaler kabut adalah tipe inhaler terbaru dengan memasukkan obat dalam jumlah terukur dan berbentuk kabut. Untuk menggunakannya, cukup rapatkan bibir pada mouthpiece sambil memegang alat secara horizontal.Inhaler akan secara otomatis mengeluarkan obat dalam bentuk kabut. Jadi prosesnya tidak terpengaruh dengan kecepatan menghirup obat.Secara umum, prinsip kerja ketiga jenis inhaler tersebut sama meski detail penggunaannya bisa berbeda. Contohnya, saat menggunakan metered dose inhaler, pastikan alat dikocok terlebih dahulu.Namun proses mengocok tidak boleh dilakukan saat menggunakan inhaler bubuk. Jadi pastikan untuk selalu membaca dan mengikuti cara pakai alat di kemasan.

Berbagai kandungan obat pada inhaler asma

Kandungan obat inhaler bisa beragam sesuai kondisi pasien. Secara umum, obat pada inhaler asma dibagi menjadi dua jenis, obat untuk sehari-hari dan obat untuk kondisi darurat. Berikut penjelasannya:
  • Obat inhaler asma jangka panjang

Obat dalam inhaler ini berfungsi untuk mencegah gejala asma namun tidak bisa untuk situasi darurat karena obatnya tidak bekerja cukup cepat. Obat ini lebih bertujuan untuk mengatasi atau mengontrol penyebab asma.Kandungan obat ini umumnya adalah golongan steroid atau bronkodilator. Inhaler dengan kandungan obat steroid berfungsi untuk mengurangi peradangan pada saluran pernpasan sehingga asma tidak terjadi. Jenis steroid yang digunakan biasanya adalah flovent, pulmicort, dan aerospan.Inhaler dengan kandungan obat bronkodilator berfungsi untuk melebarkan saluran udara sehingga memudahkan proses bernapas. Jenis bronkodilator yang biasa digunakan pada inhaler adalah atrovent, spiriva, dan slo-bid.Pada beberapa kasus, inhaler bisa saja mengandung kedua kombinasi obat, yaitu steroid dan bronkodilator. Contoh kombinasi obat ini adalah advair dan symbicort.
  • Obat inhaler asma jangka pendek

Obat ini diperuntukkan untuk mengatasi gejala asma tiba-tiba. Obat mungkin diresepkan dokter bila pasien sering mengalami hal tersebut.Obat inhaler asma ini umumnya adalah bronkodilator dengan kandungan agonis beta jangka pendek. Obat bekerja dengan cara melebarkan saluran napas dengan cepat. Jenis obat ini biasanya adalah ventolin atau xopenex.Obat inhaler asma jangka pendek ini perlu digunakan secara hati-hati karena bisa saja menyebabkan efek samping seperti jantung berdebar dan kejang.

Cara menggunakan inhaler asma dengan benar

Berikut adalah penjelasan singkat cara penggunaan metered dose inhaler sebagai jenis inhaler yang paling sering digunakan:
  • Buka tutup corong mulut (mouthpiece) dan periksa apa ada sumbatan atau kotoran. Bila ada, bersihkan terlebih dulu.
  • Kocok inhaler selama beberapa detik
  • Berdiri atau duduklah dengan tegak dan tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan
  • Ambil napas perlahan sambil mengatupkan bibir pada mouthpiece dan menekan katup obat
  • Lepaskan inhaler dan tahan napas sekitar 5-10 detik.
  • Hembuskan napas perlahan dari mulut
Jika Anda melakukannya dengan benar, Anda seharusnya tidak merasakan citarasa bahan kimia (obat) yang kuat di mulut. Meski demikian, sisa rasa bahan kimia ringan tergolong wajar.Inhaler merupakan alat untuk mengontrol dan mengatasi gejala asma. Anda perlu memilih dan memakainya agar berfungsi optimal.Bila mengalami kesulitan dalam memilih dan menggunakan inhaler asma, Anda sebaiknya berdiskusi dengan dokter untuk mendapatkan saran yang tepat.
asmasesak napas
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/asthma/guide/treatment/
Diakses pada 26 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/in-depth/asthma-inhalers/art-20046382
Diakses pada 26 September 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/common-asthma-medicines-201150
Diakses pada 26 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/lung/copd/how-copd-devices-work
Diakses pada 26 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait