Waspadai Jenis Infeksi Menular Seksual yang Dapat Berpindah Karena Ciuman Berikut

Ada beberapa jenis infeksi menular seksual, yang bisa ditularkan melalui ciuman, seperti herpes, CMV, dan sifilis
Walau ciuman mengasyikkan, beberapa jenis infeksi menular seksual dapat mengintai Anda

Bagi banyak pasangan, berciuman tentu menjadi aktivitas yang menyenangkan. Selain dapat menjadi simbol keintiman dalam asmara, ciuman ternyata memberikan beragam manfaat ciuman untuk kesehatan Anda. Selain mengurangi stres dan mendongkrak kepercayaan diri, berciuman bahkan dipercaya mampu menurunkan tekanan darah.

Sayangnya, berciuman juga dapat menjadi faktor risiko penularan berbagai infeksi atau penyakit menular seksual. Risiko ini tentu dapat meningkat, jika Anda sering melakukan hubungan seks berisiko. Misalnya, sering berganti pasangan, tidak setia dengan pasangan saat ini, atau berhubungan seks dengan orang yang baru Anda kenal dari aplikasi cari jodoh.

Jenis-jenis penyakit menular seksual karena berciuman

Berikut ini beberapa jenis penyakit menular seksual, yang dapat berpindah melalui ciuman.

  • Herpes yang diakibatkan oleh virus herpes simpleks

Herpes merupakan penyakit menular seksual, yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks. Herpes terbagi atas dua jenis, yakni herpes oral dan herpes genital.

Herpes oral disebabkan oleh virus herpes simpleks 1. Jenis infeksi ini dapat dengan mudah berpindah melalui ciuman atau sentuhan pada luka. Walau disebut sebagai herpes oral, infeksinya juga dapat menyerang area kelamin Anda

Salah satu gejala herpes oral yang paling mudah dikenali yakni lepuhan kecil berwarna merah, atau putih di mulut. Pada saat pecah, lepuhan tersebut dapat mengeluarkan darah. Berhati-hatilah, karena virus tetap dapat menular walau partner Anda tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Sementara itu, herpes genital disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks 2. Meski namanya herpes genital, penyakit menular seksual ini juga dapat berpindah melalui ciuman, selain seks anal atau vaginal. Gejala dari infeksi virus ini, umumnya sama dengan infeksi virus herpes simpleks 1.

Baik herpes oral maupun genital tidak bisa disembuhkan secara penuh. Untuk infeksi yang sedang aktif, dokter mungkin menawarkan obat-obatan, seperti acyclovir dan valacyclovir.

  • Sifilis

Anda mungkin lebih sering mendengar, penularan sifilis lebih sering terjadi melalui hubungan seksual seperti oral, anal, maupun vaginal. Namun, sifilis sebenarnya dapat membuat luka di mulut yang dapat menular ke orang lain, termasuk melalui french kiss yang kerap dilakukan dengan permainan lidah.

Sifilis dapat berakibat fatal, jika tidak ditangani dengan segera. Dalam kondisi yang parah, sifilis dapat menyebabkan beberapa gejala fisik maupun mental. Gejala yang parah tersebut, antara lain kehilangan penglihatan, kerusakan otak, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Penting untuk rutin mengecek status infeksi menular seksual Anda, termasuk sifilis. Sebab, deteksi dini sifilis dapat membantu dokter memberikan pengobatan yang lebih efektif, seperti pemberian obat penisilin.

  • Infeksi cytomegalovirus (CMV)

Sesuai namanya, infeksi menular seksual CMV disebabkan oleh cytomegalovirus, yang sebenarnya masih berkerabat dengan virus herpes. Oleh sebab itu, virus ini juga disebut dengan virus herpes 5. CMV dapat berpindah melalui ciuman dengan orang yang air liurnya terinfeksi, serta cairan tubuh lain seperti darah, air mani, urine, dan air susu ibu.

Beberapa gejala umum dari infeksi ini, yakni rasa lelah, rasa sakit di badan, sakit di tenggorokan, dan demam. Namun, kebanyakan orang sering tak sadar telah tertular infeksi CMV, karena kerap tak merasakan gejala sama sekali.

Para ilmuwan belum menemukan obat yang bisa menyembuhkan CMV. Namun jika baru tertular virus ini, penderitanya dapat mengonsumsi pereda nyeri seperti obat ibuprofen, aspirin, atau asetaminofen, untuk meringankan gejala. Selain itu, Anda juga harus banyak minum air putih.

Infeksi menular seksual yang tidak bisa berpindah melalui ciuman

Tentunya, tak semua infeksi menular seksual dapat berpindah melalui ciuman. Ada yang malah baru menular melalui seks oral, anal, dan vaginal. Beberapa di antaranya adalah:

  • Klamidia, yang dapat berpindah melalui seks oral, anal, dan vaginal yang tidak aman.
  • Gonorrhea, yang juga kerap berpindah melalui seks anal atau vaginal, dan terkadang melalui seks oral.
  • Hepatitis, yaitu penyakit organ hati yang bisa menular melalui kontak seksual atau paparan darah yang terinfeksi.
  • Penyakit radang panggul, sebagai infeksi pada organ reproduksi wanita, yang ditularkan melalui praktik seks berisiko.
  • Trikomoniasis, yaitu infeksi parasit yang hanya berpindah melalui seks vaginal.

Kebanyakan infeksi menular seksual tidak bisa berpindah melalui ciuman. Namun, Anda tetap harus berhati-hati, terutama jika hendak mencium orang yang baru Anda kenal, atau tidak diketahui riwayat kesehatannya. Selain itu, pastikan untuk rutin mengecek status kesehatan Anda, termasuk yang berkaitan dengan infeksi menular seksual.

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/oral-stds

Diakses pada 16 September 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/sexually-transmitted-diseases/std-from-kissing

Diakses pada 16 September 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/173811.php

Diakses pada 16 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed