Apa Saja Jenis Daging Sapi yang Bisa Diolah Menjadi Masakan?


Jenis daging sapi memiliki ciri khas tersendiri, antara lain has luar, has dalam, sandung lamur, iga, hingga buntut. Bagaimana cara memasak yang direkomendasikan?

(0)
12 Dec 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jenis daging sapi tertentu cocok diolah sebagai steakAda jenis daging sapi yang memang cocok dimasak sebagai steak
Jenis daging sapi ternyata ada beragam, tergantung potongan. Beda potongan, beda juga harganya, begitu pula rekomendasi cara masaknya, demi memaksimalkan rasa dan tekstur dari jenis daging itu sendiri.Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik bagi tubuh. Dengan kandungan protein (16-22%), lemak (1,5-13%), mineral, serta vitamin A dan B di dalamnya, daging sapi termasuk sumber protein hewani istimewa. Apalagi dibanding protein nabati.Sebagai sumber pangan dari hewan, daging sapi pun mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap, seimbang, dan lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia.

Jenis daging sapi berdasarkan potongannya

Pemotongan daging sapi di setiap negara berbeda-beda, tergantung pemakaian atau permintaan dari pasar setempat. Namun pada dasarnya, jenis daging sapi memiliki bagian yang disebut potongan utama (primal cuts), antara lain has dalam, has luar, sampil, dan sandung lamur.Di Indonesia, orang juga mengenal potongan bagian buntut (oxtail) yang tidak banyak digunakan di negara-negara Eropa atau Amerika. Berikut ini beberapa jenis daging sapi yang lazim dikenal dan dimasak di Tanah Air.

1. Has dalam (tenderloin)

Tenderloin memiliki tekstur yang empuk
Para pecinta steak pasti tidak asing dengan jenis daging sapi yang satu ini. Tenderloin alias daging has dalam terkenal dengan kandungan lemaknya yang sedikit dan teksturnya yang empuk, bahkan paling empuk d antara potongan daging sapi di bagian lain sehingga harganya relatif mahal.Tenderloin diambil dari bagian tengah sirloin dan biasanya berbentuk bulan dengan diameter 8 cm. Selain dibuat steak, daging ini sangat cocok diolah menjadi berbagai masakan, seperti rendang, semur, maupun daging panggang.

2. Has luar (sirloin)

Sirloin sering dijadikan steak
Sirloin atau has luar adalah bagian daging yang terletak persis di belakang shortloin dan di atas tenderloin. Jenis daging sapi ini juga banyak diolah menjadi steak atau daging panggang karena teksturnya juga lunak, meski tidak selembut tenderloin.

3. Tanjung (rump)

Bagian rump memiliki lemak cukup tebal
Bagian daging ini berada persis di belakang sirloin, tapi di posisi yang tidak banyak digerakkan sehingga dagingnya lebih empuk dari sirloin biasa. Tanjung juga banyak diolah menjadi steak, meski kadang kandungan lemaknya cukup tebal sehingga butuh waktu lama untuk memasaknya.

4. Sandung lamur (brisket)

Brisket diambil dari bagian dada sapi
Brisket adalah jenis daging sapi yang berasal dari potongan bagian dada, sehingga agak berlemak dibanding tenderloin atau sirloin. Sandung lamur biasanya dibagi lagi menjadi dua potongan, yakni sandung lamur bagian pangkal (brisket naval end) dan sandung lamur bagian ujung (brisket point end).

5. Iga (rib)

Iga bisa dijadikan campuran hidangan bakso
Iga adalah potongan daging yang berasal sekitar tulang rusuk. Daging iga termasuk daging yang lunak karena terdapat butir-butir lemak di dalamnya. Di Indonesia, iga banyak dimasak untuk sop, kuah kaldu bakso, maupun dijadikan iga bakar.

6. Sampil (chuck)

Daging sampil atau chuck tergolong kurang lunak
Jenis daging sapi ini didapat dari daging paha atas, bahu, dan punuk. Sampil merupakan daging yang kurang lunak karena ototnya digunakan sapi untuk beraktivitas. Namun bagian ini juga kaya rasa karena kandungan kolagen yang cukup tinggi.

7. Sancam (flank)

Sancam atau flank cocok dimasak untuk semur
Sancam alias flank adalah jenis daging sapi yang berasal dari otot perut dan berbentuk panjang serta datar. Kekurangan daging di bagian ini adalah lebih keras dibanding daging has atau iga. Namun bagian ini mengandung lemak sehingga cocok dijadikan semur atau masakan lain yang memerlukan lemak.

8. Daging kelapa (knuckle)

Knuckle bisa diolah untuk oseng-oseng
Jenis daging sapi ini disebut kelapa karena bentuk potongannya memang mirip kelapa. Daging ini dikategorikan sebagai daging murni karena bentuknya yang padat dan permukaan dagingnya terbungkus oleh kulit luar yang tipis, sehingga cocok diolah menjadi rendang, dendeng, oseng-oseng, dan masakan daging lainnya.

9. Gandik (eye round)

Daging gandik bisa dijumpai sebagai bahan empal
Gandik berbentuk seperti mata dan memiliki ciri khas berupa warna daging yang paling merah muda dibanding potongan bagian lain. Daging jenis ini juga terbungkus oleh kulit luar halus dengan serabut otot yang lurus serta banyak diolah menjadi empal, rendang, dendeng, oseng-oseng, dan masakan lainnya.

10. Sengkel atau betis (shin shank)

Daging sengkel bisa jadi pilihan untuk sop dan soto
Jenis daging sapi ini berasal dari betis yang digunakan sapi untuk bergerak. Sengkel mengandung banyak sekali urat sehingga dagingnya alot dan tidak bisa dijadikan steak, melainkan lebih cocok digunakan untuk membuat sop, soto, atau campuran bakso.Bagian lain dari sengkel yang terkenal kelezatannya adalah bagian tulang kaki itu sendiri. Tulang ini mengandung sumsum di bagian tengahnya dengan rasa khas serta mengandung berbagai nutrisi yang baik bagi kesehatan.

11. Buntut (oxtail)

Buntut sapi telah dikenal sebagai bahan sop di Tanah Air
Buntut adalah jenis daging sapi non-karkas yang banyak diolah menjadi sop oleh orang Indonesia. Selain dijadikan sup, buntut juga sering dijadikan sebagai bahan baku dalam membuat kaldu sapi.Jadi, jenis daging sapi mana yang menjadi favorit Anda?

Catatan dari SehatQ

Dengan mengetahui berbagai jenis daging sapi tersebut, kini Anda pun tak lagi bingung untuk membelinya ketika hendak memasak hidangan tertentu.Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai nutrisi daging sapi berdasarkan jenisnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
proteinmakanan sehatdiet sehat
Universitas Sumatera Utara. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/46448/Chapter%20II.pdf;jsessionid=C8A9B1EEBA9C80F1F8C835AF2FEB7D17?sequence=4
Diakses pada 2 Desember 2020
Animal Science. https://animalscience.unl.edu/beef-meat-identification
Diakses pada 2 Desember 2020
Universitas Pendidikan Indonesia. http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/196002251988032-ATAT_SITI_NURANI/MEAT_2_MAINCOURSE.pdf
Diakses pada 2 Desember 2020
Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/29471/2/BAB%20I%20PENDAHULUAN.pdf
Diakses pada 2 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait