Kenali Fungsi dan Jenis Cairan Infus untuk Pasien di Rumah Sakit


Jenis cairan infus memiliki fungsinya masing-masing dan penggunaannya memiliki efek samping yang harus diperhatikan seperti tanda apakah Anda kelebihan atau kekurangan cairan.

(0)
Jenis cairan infus yang diberikan berfungsi sebagai cairan pemeliharaan atau cairan resusitasi saat pasien kritisInfus diberikan oleh petugas rumah sakit kepada pasien yang kehilangan cairan dan zat-zat makanan dalam tubuh
Infus adalah perawatan medis yang dilakukan dengan memberikan cairan dan obat langsung melalui pembuluh darah. Jenis cairan infus yang diberikan dapat berfungsi sebagai cairan pemeliharaan atau pun cairan resusitasi saat pasien kritis.Umumnya, cairan infus diberikan oleh petugas rumah sakit kepada pasien yang kehilangan cairan dan zat-zat makanan dalam tubuh. Perawatan medis ini dilakukan dengan cara mengaliri tubuh melalui selang dan jarum infus ke dalam pembuluh darah.

Tujuan pemberian cairan infus

Cairan infus untuk perawatan medis biasanya terdiri dari air yang mengandung elektrolit, gula, atau obat-obatan tertentu tergantung pada kondisi pasien. Ada beberapa kondisi yang membuat seseorang membutuhkan cairan infus, termasuk:
  • Mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) akibat sakit atau melakukan aktivitas secara berlebihan.
  • Pengobatan yang disebabkan oleh infeksi menggunakan antibiotik
  • Mengendalikan rasa nyeri menggunakan jenis obat-obatan tertentu
  • Pengobatan kemoterapi

Berbagai jenis cairan infus beserta manfaatnya

Ada berbagai jenis cairan infus yang dapat digunakan oleh pasien saat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Jumlah dan jenis cairan infus yang diberikan akan bergantung pada kondisi pasien, ketersediaan cairan, tujuan pemberian cairan infus, ukuran tubuh, dan usia.Cairan infus yang umum digunakan terbagi menjadi dua jenis, yaitu cairan infus kristaloid dan koloid.

1. Cairan infus kristaloid

Kristaloid adalah jenis cairan infus yang paling banyak digunakan dalam perawatan medis. Cairan infus kristaloid mengandung natrium klorida, natrium glukonat, natrium asetat, dan magnesium klorida.Cairan infus kristaloid memiliki partikel-partikel kecil yang mudah berpindah dari aliran darah ke dalam sel-sel dan jaringan tubuh.Jenis cairan infus ini biasanya digunakan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit, menyeimbangkan pH, menghidrasi tubuh yang kekurangan cairan, hingga sebagai cairan resusitasi untuk menyelamatkan nyawa. Cairan infus kristaloid memiliki berbagai jenis, di antaranya:
  • Cairan infus saline

Cairan saline adalah jenis cairan infus kristaloid yang paling banyak digunakan dalam perawatan medis. Cairan saline ada yang mengandung natrium klorida 0.9 persen dan natrium klorida 0.45 persen yang larut dalam air.Jenis cairan saline dengan natrium klorida 0.9% bertujuan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah, diare, perdarahan, asidosis metabolik, dan syok. Selain itu, cairan infus saline juga berfungsi mengembalikan keseimbangan elektrolit, dan berfungsi sebagai cairan resusitasi.Bagi pasien dengan gangguan jantung dan penyakit ginjal tidak disarankan menggunakan cairan infus saline 0.9% persen. Pasalnya, kandungan natrium di dalamnya dapat menyebabkan retensi cairan atau volume cairan berlebih.Sementara, cairan saline natrium klorida 0.45 persen diberikan bagi pasien dengan kondisi hipernatremia (gangguan elektrolit) dan ketoasidosis diabetik.Cairan saline natrium klorida 0,45 persen bisa menyebabkan kelebihan cairan pada paru-paru (edema paru) dan penurunan kadar elektrolit.
  • Cairan infus ringer laktat
Ringer laktat adalah jenis cairan infus kristaloid yang mengandung natrium klorida, magnesium klorida, kalsium klorida, natrium laktat, dan air.Selain bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit, infus ringer laktat juga diberikan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat mengalami luka, cedera, atau kondisi lain yang menyebabkan Anda kehilangan darah dengan cepat.Cairan infus ringer laktat tidak disarankan digunakan bagi orang yang memiliki pH tubuh lebih dari 7.5, memiliki penyakit hati yang tidak dapat melakukan metabolisme lakta, dan kondisi asidosis laktat.
  • Dextrose
Dextrose adalah jenis cairan infus yang hanya mengandung gula. Biasanya, dextrose diberikan melalui cairan infus bersamaan dengan jenis obat lainnya guna meningkatkan kadar gula darah pada seseorang yang mengalami hipoglikemia (gula darah rendah).Cairan infus dextrose juga dapat diberikan pada penderita hiperkalemia atau kondisi di mana kadar kalium dalam tubuh tinggi.Dextrose tidak dapat diberikan pada orang dengan kondisi medis tertentu. Ini karena dextrose dapat berisiko meningkatkan kadar gula darah serta penumpukan cairan di dalam paru-paru.

2. Cairan infus koloid

Selain kristaloid, jenis cairan infus lainnya adalah koloid. Cairan infus koloid memiliki molekul yang lebih berat sehingga akan berada di dalam pembuluh darah dalam waktu yang lama sebelum menyebar ke area tubuh.Cairan infus koloid diberikan pada pasien yang menderita sakit kritis, pasien yang melakukan tindakan bedah, pasien yang membutuhkan transfusi darah, serta pasien yang melakukan terapi penyakit ginjal baik menggunakan mesin dialisis atau tidak.Adapun koloid memiliki tiga jenis cairan infus lainnya, yaitu:
  • Albumin
Cairan infus albumin biasanya diberikan bagi pasien yang mengalami kehilangan banyak darah akibat kecelakaan, luka bakar yang parah, dan kondisi lainnya.Albumin juga diberikan bagi pasien yang memiliki kadar albumin rendah akibat melakukan tindakan pembedahan dan dialisis atau mengalami infeksi perut, gagal ginjal, pankreatitis, operasi bypass jantung, serta gangguan pada ovarium yang disebabkan oleh obat kesuburan.
  • Dextran
Dextran adalah jenis cairan koloid yang mengandung polimer glukosa. Dextran dapat digunakan untuk memulihkan kondisi kehilangan darah setelah operasi dan gejala hipovolemia akibat dehidrasi, serta mencegah terjadinya tromboemboli setelah operasi.
  • Gelatin
Gelatin adalah jenis cairan infus koloid yang mengandung protein hewani. Jenis cairan ini diberikan apabila pasien kehilangan banyak darah hingga gejala hipovolemia berangsur membaik.

Tanda-tanda Anda mendapat cairan infus terlalu banyak atau sedikit

Saat mendapatkan perawatan yang mengharuskan Anda diinfus, ada sejumlah hal penting untuk dikenali seperti tanda yang muncul saat Anda kekurangan cairan infus hingga mendapatkan cairan tersebut secara berlebih. Tanda atau gejala ini akan membantu Anda mengawasi dan mengetahui perawatan yang sedang dijalani sekaligus untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Dikutip dari National Institute for Health and Care Excellence, berikut tanda-tanda yang harus Anda kenali.Tanda-tanda yang bisa berarti Anda kekurangan cairan
  • Merasa haus.
  • Tidak banyak mengeluarkan air seni, dan urin Anda berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Mulut kering atau lengket, lidah berlapis ('berbulu'), bibir pecah-pecah.
  • Merasa pusing, apalagi saat berdiri.
Tanda-tanda yang bisa berarti Anda kelebihan cairan
  • Buang air kecil banyak.
  • Terengah-engah, terutama saat Anda sedang berbaring.
  • Mengalami bengkak terutama di sekitar wajah dan pergelangan kaki. Ini bisa serius, jadi jika menurut Anda ada masalah, segera beri tahu dokter atau perawat.
Gejala jika Anda memiliki keseimbangan cairan yang salah
  • Merasa lelah atau mengantuk.
  • Sakit Kepala.
  • Kejang.

Efek samping cairan infus

Semua cairan infus yang diberikan tentunya dapat menyebabkan efek samping. Hubungi dokter Anda atau minta bantuan medis jika Anda menemukan efek samping yang mengganggu atau tidak hilang akibat penggunaan cairan infus seperti berikut:
  • Iritasi pada titik suntik
  • Bengkak pada titik suntik
  • Nyeri pada area bekas suntik
Cairan infus tidak boleh diberikan secara sembarangan. Penggunaannya pun harus berada di bawah pengawasan dokter. Maka dari itu, pemilihan jenis cairan infus perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan pertimbangan dokter Anda.
infus
Healthline. https://www.healthline.com/health/intravenous-fluid-regulationDiakses pada 3 Februari 2020Healthline. https://www.healthline.com/health/dextrose#common-preparationsDiakses pada 3 Februari 2020Drugs. https://www.drugs.com/mtm/albumin-human.htmlDiakses pada 3 Februari 2020National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-drug/def/balanced-crystalloid-solutionDiakses pada 3 Februari 2020NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537326/Diakses pada 3 Februari 2020NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4901826/Diakses pada 3 Februari 2020NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20953964Diakses pada 3 Februari 2020World Health Organization. https://apps.who.int/medicinedocs/en/d/Jh2929e/9.2.htmlDiakses pada 3 Februari 2020Nurse Plus Academy. https://nurse.plus/become-a-nurse/4-most-commonly-used-iv-fluids/Diakses pada 3 Februari 2020Amboss. https://www.amboss.com/us/knowledge/Intravenous_fluid_therapyDiakses pada 3 Februari 2020Drugs. https://www.drugs.com/cdi/intravenous-iv-fluids.htmlDiakses pada 24 Maret 2020NICE. https://www.nice.org.uk/guidance/ng29/ifp/chapter/Signs-that-could-mean-you-are-getting-too-little-fluid-or-too-much-fluid-or-the-balance-of-fluids-is-wrong Diakses pada 9 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait