Jenazah Bisa Bergerak Bukan Horor, Ini Proses Dekomposisi

Dibutuhkan waktu sekitar 17 bulan bagi peneliti untuk bisa melihat bagaimana tubuh mayat bisa bergerak saat proses dekomposisi.
Tubuh mayat bisa bergerak saat proses dekomposisi terjadi.

Percayakah Anda jika terdapat cerita bahwa mayat masih bisa bergerak walau sudah dikubur satu tahun lamanya?

Kisah-kisah ini ternyata tidak hanya ada di film atau buku horor saja, tapi di dunia nyata. Bukan virus yang menyebabkan mayat menjadi zombie, melainkan karena proses dekomposisi.

Peneliti dari Australia pun telah melakukan studi mengenai bergeraknya tubuh mayat, walau sudah dikubur selama satu tahun lebih. Seperti apa penjelasan ilmiahnya?

Seperti apa proses dekomposisi pada mayat manusia?

Dekomposisi terjadi beberapa menit setelah seseorang meninggal dunia. Ketika jantung berhenti berdetak, sel-sel dalam tubuh mulai kekurangan oksigen. Enzim mulai mencerna membran sel dan kemudian bocor saat sel memecah.

Proses ini biasanya dimulai dari hati, yang kaya akan enzim, dan juga di otak, yang memiliki kandungan air tinggi. Pada akhirnya, semua jaringan dan organ lain mulai tak berfungsi.

Sel darah yang rusak mulai keluar dari pembuluh yang pecah. Akibat efek gravitasi, sel darah yang telah rusak itu menetap di kapiler dan pembuluh darah kecil, menyebabkan warna kulit sang mayat berubah.

Suhu tubuh mulai menurun, kemudian, rigor mortis (kaku mayat) pun terjadi pada kelopak mata, otot rahang, leher, sebelum akhirnya mencapai anggota tubuh lainnya. Otot juga menjadi kaku, persendian pun terkunci.

Bagaimana tubuh bisa bergerak walau sudah mati?

Para peneliti mempelajari proses dekomposisi dalam tubuh mayat yang meninggal dunia karena faktor alami, seperti penyakit. Mereka menemukan bahwa tubuh mayat masih bisa bergerak, tanpa adanya “bantuan”, dan mengubah posisinya di dalam kubur. Tentu saja, penemuan ini memiliki implikasi penting bagi ilmu forensik.

Seringkali, para peneliti forensik berpikir, ketika mereka menemukan mayat dalam posisi tubuh tertentu, terdapat kesimpulan kalau sang mayat memang meninggal dalam posisi tubuh seperti saat ia ditemukan. Padahal, tubuh mayat masih bisa bergerak secara signifikan, walau sudah meninggal satu tahun lamanya.

Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan tubuh seorang mayat pria yang meninggal akibat faktor alami. Mereka menggunakan alat untuk merekam perubahan yang terjadi saat mayat sedang mengalami proses dekomposisi.

Penelitian yang dipimpin oleh Alyson Wilson dari Central Queensland University, Australia ini memastikan, tidak ada binatang yang bisa menyentuh tubuh mayat. Sehingga dipastikan tidak ada pergerakan mayat akibat binatang yang mencoba memakannya.

Tim peneliti terus mengambil foto dari proses dekomposisi selama lebih dari 17 bulan dan menemukan bahwa sisa-sisa tubuh mayat masih bisa bergerak dengan sendirinya.

Pada awal penelitian, para peneliti meletakkan tangan mayat di sebelah tubuhnya. Namun, setelah 17 bulan kemudian, tangan mayat bergeser ke sisi lainnya.

Wilson menegaskan, adanya pergerakan tubuh dari mayat ini, merupakan dampak dari proses dekomposisi saat tubuh mayat menjadi mumi dan ligamen tubuh mengering.

Butuh berapa lama sampai tubuh mayat akan terurai?

Tubuh manusia terdiri dari 200 tulang, beberapa triliun mikroba, dan 37 triliun sel. Saat roh sudah meninggalkan jasad, tubuh manusia masih harus menempuh “jalan panjang” untuk benar-benar hilang. Berikut ini fase tubuh, mulai dari meninggal dunia, sampai jasadnya hilang ditelan bumi.

  • Satu tahun

    Dalam waktu kurang dari setahun, segala sesuatu yang “menyelimuti” mayat di dalam kubur, seperti pakaian atau kain kafan, akan hancur dan menghilang, karena cairan tubuh asam dan racun yang “memakannya”.
  • Sepuluh tahun

    Setelah 10 tahun, dengan kelembapan yang cukup, lingkungan yang basah, serta rendahnya oksigen, akan muncul reaksi kimia yang mengubah lemak di paha dan bokong mayat menjadi zat seperti sabun, disebut dengan nama grave wax atau lilin kuburan.
  • Lima puluh tahun

    Lima puluh tahun kemudian, jaringan tubuh akan mencair dan menghilang, meninggalkan kulit serta tendon yang seiring berjalannya waktu, juga akan hilang.
  • Delapan puluh tahun

    Setelah 80 tahun di dalam kubur, tulang akan pecah ketika kolagen di dalamnya mulai memburuk. Kemudian, kerangka mineral rapuh lah yang tersisa.
  • Satu abad

    Pada fase terakhirnya, ketika 100 tahun sudah terlewati, tulang-tulang yang tersisa akan hancur menjadi debu. Hanya gigi, grave wax, dan beberapa benang nilon dari pakaian yang dibawa mati saja yang akan bertahan.

Itulah penjelasan ilmiah mengenai kondisi mayat yang masih bisa bergerak, saat sudah meninggal dunia. Penemuan ini akan lebih memudahkan ahli forensik untuk memprediksi tempat, waktu hingga penyebab kematian dari mayat yang ditemukan.

Mosaic Science. https://mosaicscience.com/story/what-happens-after-you-die/

Diakses pada 29 Oktober 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326356.php

Diakses pada 29 Oktober 2019

 

Business Insider. https://www.businessinsider.com/how-long-it-takes-human-body-decompose-grave-coffin-2019-8?IR=T

Diakses pada 29 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed