Jelang Pilkada 2020, Ini Protokol Kesehatan agar Terhindar dari Covid-19


Selama Pilkada 2020, para pemilih maupun petugas KPPS harus menjalani protokol kesehatan yang ketat dan melakukan beberapa modifikasi alur pemilihan dibandingkan dengan pemilu biasanya.

(0)
08 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Protokol kesehatan selama Pilkada 2020 perlu dijalani secara ketatProtokol kesehatan harus tetap dijalankan selama Pilkada 2020
Situasi pandemi membuat banyak perdebatan soal penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada tahun 2020 bermunculan. Oleh karena itu, untuk Anda yang berpartisipasi dalam Pilkada baik sebagai pemilih maupun petugas, ada langkah protokol kesehatan yang perlu diikuti.Dengan mengikuti langkah pencegahan Covid-19 yang tepat, risiko terjadinya penularan di tempat pemungutan suara (TPS) pun akan berkurang.

Protokol kesehatan yang perlu diikuti untuk pemilih

Pemilih harus menggunakan masker dan bila perlu face shield saat mencoblos di Pilkada 2020
Pemilih harus menggunkan masker selama di TPS Pilkada 2020
Berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya, Pilkada 2020 diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini membuat serangkaian protokol kesehatan perlu diterapkan untuk mencegah TPS menjadi sumber penularan penyakit yang menyerang paru-paru ini.Melansir Kementerian Kesehatan RI tentang angkah pencegahan yang dikeluarkan oleh, berikut ini protokol yang harus diikuti apabila Anda berpartisipasi pada Pilkada 2020 sebagai pemilih.
  • Datang ke TPS sesuai giliran jadwal yang ada di undangan pencoblosan.
  • Gunakan masker yang menutupi hidung hingga dagu dengan bahan yang tepat saat datang ke TPS.
  • Begitu sampai di TPS, langsung cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir yang sudah disediakan di pintu masuk.
  • Lebih baik lagi, jika membawa hand sanitizer sendiri dari rumah agar bisa mencuci tangan setiap selesai menyentuh benda di area TPS.
  • Petugas akan mengecek suhu tubuh sebelum dipersilakan untuk masuk ke area pencoblosan. Jika ada gejala sakit seperti batuk, segera lapor ke petugas KPPS.
  • Tetap jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain selama di TPS.
  • Hindari kontak fisik dengan orang lain, termasuk bersalaman.
  • Gunakan sarung tangan sekali pakai yang disediakan oleh petugas saat akan ke bilik suara.
  • Jangan merokok di tempat pemungutan suara.
  • Segera pulang ke rumah setelah selesai mencoblos.
Selain menjalani protokol kesehatan di atas, ada beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan oleh para peserta pemilu, seperti:
  • Membawa alat tulis sendiri agar saat harus mengisi formulir ataupun daftar hadir di TPS, tidak perlu berkontak dengan alat tulis yang sudah disentuh banyak orang
  • Tidak membawa anak ke TPS
  • Mengikuti petunjuk para petugas TPS. Pemilih yang suhu tubuhnya melebihi 37,3°C saat diukur di depan, akan diarahkan ke bilik khusus sehingga terpisah dari pemilih lainnya.
  • Buang sarung tangan sekali pakai di tempat sampah khusus yang telah disediakan, setelah selesai mencoblos
Langkah perlindungan tambahan juga akan dilakukan dengan mengubah tradisi mencelupkan jari ke tinta menjadi meneteskan tinta, agar cairan warna tersebut tidak menjadi sumber penularan.
Informasi lengkap seputar Covid-19
• Alat Perlindungan Diri: Cara Memakai Face Shield yang Benar, Dengan atau Tanpa Masker?• Penularan Covid-19: Jenis Aktivitas Sehari-hari yang Paling Rawan Penularan Covid-19• Vaksin Corona: Seputar Vaksin Sinovac, Vaksin Covid-19 yang Dibeli Indonesia

Adaptasi kebiasaan baru untuk petugas Pilkada 2020

Petugas KPPS Pilkada 2020 wajib rapid test sebelum bertugas
Petugas KPPS Pilkada 2020 wajib rapid test sebelum bertugas
Selain pemilih, pihak yang juga penting dalam pelaksanaan pemilu adalah petugas yang berjaga di tempat pemungutan suara. Maka dari itu, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga harus menjalani protokol kesehatan yang ketat pada adaptasi kebiasaan baru.Masih melansir dari Buku Adaptasi Kebiasaan Baru Pilkada 2020 yang dikeluarkan oleh Kemeterian Kesehatan RI, berikut ini tahapan yang perlu dijalani oleh petugas KPPS.
  • Menjalani rapid test sebelum diizinkan untuk berpartisipasi dalam pemilu 2020
  • Selalu menggunakan masker selama bertugas
  • Segera melaporkan kepada koordinator apabila mengalami gangguan kesehatan
  • Menggunakan alat kerja sendiri, termasuk alat tulis dan alat lain yang diperlukan, sehingga tidak harus bersentuhan dengan permukaan yang sudah terkontaminasi banyak orang
  • Mengatur pola kerja agar tidak kelelahan
  • Memilih makanan yang bergizi seimbang yang dibungkus dalam kotak individual dengan alat makan dan minum yang dibawa sendiri atau yang sekali pakai
  • Minum air putih sesering mungkin
  • Mengatur jadwal pencoblosan bagi pemilih dengan baik agar tidak terjadi penumpukan di area pencoblosan
  • Mengatur jarak bilik suara agar tidak terlalu berdekatan (minimal terpisah 1 meter)
  • Menyediakan sarana untuk cuci tangan
  • Memastikan protokol kesehatan pemilih berjalan dengan baik
  • Melakukan proses disinfeksi sebelum, selama, dan setelah proses pemilihan secara berkala di bilik pemungutan suara, meja, maupun area-area lain di sekitar tempat pemungutan suara
Melewati pemilu di masa pandemi adalah hal yang baru untuk semua orang. Apapun kegiatan Anda, pastikan untuk selalu menjalani protokol kesehatan dengan ketat dan jangan lupa untuk menerapkan protokol 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pelaksanaan protokol kesehatan yang baik atau tentang Covid-19 secara keseluruhan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
cuci tangancoronavirus
Kementerian Kesehatan RI. https://promkes.kemkes.go.id/buku-adaptasi-kebiasaan-baru-pada-pilkada-serentak-2020
Diakses pada 8 Agustus 2020
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung. https://kab-bandung.kpu.go.id/index.php/berita/458-penerapan-protokol-kesehatan-di-tps
Diakses pada 8 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait