logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Jarimatika, Visualisasi Berhitung Hanya Dengan 10 Jari

open-summary

Matematika seringkali menjadi momok bagi anak dan juga orangtua yang mengajarinya. Namun Anda tak perlu khawatir karena sekarang Anda bisa mengajarkan anak berhitung mudah dengan menggunakan jarinya lewat metode jarimatika. Mau tahu seperti apa caranya? Ini dia.


close-summary

3.34

(47)

16 Apr 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Dengan metode jarimatika anak dapat berhitung dengan cepat menggunakan jari

Metode jarimatika membuat anak lebih mudah berhitung dengan jari

Table of Content

  • Siapa yang bisa belajar jarimatika?
  • Metode jarimatika
  • Contoh menghitung dengan jarimatika

Bukan matematika namanya jika tidak penuh dengan urusan hitung menghitung. Jika metode menghitung pertambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian selama ini perlu kertas coretan – terlebih jika lebih dari 1 digit – ada yang jauh lebih sederhana, yaitu jarimatika. Lewat jarimatika, menghitung hingga angka 9999 pun bisa dilakukan hanya dengan 10 jari.

Advertisement

Jarimatika pertama kali digagas oleh pasangan suami istri Dodik Mariyanto dan Septi Peni Wulandari, ketika mencari cara agar berhitung bisa jadi lebih menyenangkan. Awalnya, jarimatika yang merupakan singkatan dari “jari” dan “aritmatika” ini dicoba oleh ketiga buah hati mereka di rumah, sebelum akhirnya populer hingga kini.

Baca Juga

  • 11 Penyakit pada Bayi yang Sering Terjadi hingga Usia Balita
  • 9 Cara Mendidik Anak agar Patuh terhadap Orangtuanya
  • Mainan Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Usia

Siapa yang bisa belajar jarimatika?

no caption

Anak-anak dari usia 4 tahun pun bisa mulai belajar tentang jarimatika, karena dikemas dengan cara yang menyenangkan. Artinya, bukannya harus berkutat dengan buku pelajaran dan menghitung deretan angka saja, tapi jarimatika mengajak anak berhitung layaknya memecahkan teka-teki.

Meski demikian, tentu usia anak turut menyesuaikan level jarimatika yang dipelajari. Jika masih berada di tahap perkenalan, anak-anak hanya diberi pemahaman fungsi jari-jari tangan kanan dan tangan kiri.

Pembagian levelnya sebagai berikut:

  • Level 1: konsep tambah kurang sederhana
  • Level 2: konsep tambah kurang sederhana (2 digit)
  • Level 3: konsep perkalian dan pembagian
  • Level 4: konsep fun mathematic

Lewat jarimatika, anak bisa menghitung KaBaTaKu (kali, bagi, tambah, kurang) hingga banyak digit. Semakin terbiasa menghitung dengan cara jarimatika, akan semakin lincah pula menggunakannya.

Metode jarimatika

no caption

Pada tahap awal mengenal metode jarimatika, anak perlu tahu operasi hitung dasar. Itulah mengapa jarimatika cocok untuk anak yang sudah hafal operasi hitung dasar sederhana di luar kepala.

Metode jarimatika mengikuti prinsip sebagai berikut:

  • Telunjuk kanan = 1
  • Telunjuk + jari tengah kanan = 2
  • Telunjuk + jari tengah + jari manis kanan = 3
  • Telunjuk + jari tengah + jari manis + kelingking kanan = 4
  • Jempol kanan = 5
  • Jempol + telunjuk kanan = 6
  • Jempol + telunjuk + jari tengah kanan = 7
  • Jempol + telunjuk + jari tengah + jari manis kanan = 8
  • Semua jari tangan kanan = 9

Sementara untuk tangan kiri, gambarannya adalah:

  • Telunjuk kiri = 10
  • Telunjuk + jari tengah kiri = 20
  • Telunjuk + jari tengah + jari manis kiri = 30
  • Telunjuk + jari tengah + jari manis + kelingking kiri = 40
  • Jempol kiri = 50
  • Jempol + telunjuk kiri = 60
  • Jempol + telunjuk + jari tengah kiri = 70
  • Jempol + telunjuk + jari tengah + jari manis kiri = 80
  • Semua jari tangan kiri = 90

Konsep tangan kanan dan tangan kiri sama, hanya saja tangan kanan mengacu pada satuan, sementara tangan kiri untuk puluhan.

Contoh menghitung dengan jarimatika

Saat menghitung penjumlahan sederhana seperti 6 + 72, maka yang perlu dilakukan:

  • Jempol + telunjuk kanan (6)
  • Jempol + telunjuk + jari tengah kiri (70)
  • Dua jari di tangan kanan (2 untuk 72)

Setelah seluruh jari tangan terbuka, maka hasilnya bisa dibaca:

  • Tangan kiri = 70
  • Tangan kanan = 6+2

Dengan demikian, hasilnya adalah 78.

Kemudian, ini contoh menghitung pengurangan lewat jarimatika 44-12, maka caranya adalah:

  • Telunjuk + jari tengah + jari manis + kelingking kanan (4)
  • Telunjuk + jari tengah + jari manis + kelingking kiri (40)
  • Telunjuk kiri (10)
  • Dua jari di tangan kanan (2 untuk 12)

Dari hasil akhir jumlah jari tangan kanan dan kiri yang terbuka, maka diketahui 44-12 = 32.

Ketika anak sudah terbiasa menggunakan jarinya untuk berhitung, maka prosesnya akan jadi lebih cepat. Tentunya, tak perlu lagi kertas coretan untuk menghitung hasil dari perhitungan sederhana hingga rumit sekalipun, cukup mengandalkan 10 jari tangan.

Wajar apabila saat baru mencoba metode jarimatika, anak masih belum terbiasa atau mungkin bingung. Namun dengan memperkenalkan jarimatika dengan cara menyenangkan, maka dengan cepat otak si kecil akan menyerap metode baru yang canggih ini.

Advertisement

tips parentingibu dan anakgaya parenting

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved