Jarang Disadari, Kelainan Sperma Ini Mengancam Kesuburan Pria

(0)
Kelainan sperma dipengaruhi oleh jumlah, bentuk, dan gerakan spermaKelainan sperma dapat memengaruhi kesuburan
Bila Anda dan pasangan sedang menjalani program untuk memiliki keturunan, tentu saja masalah kesuburan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Salah satu faktor yang memengaruhi kesuburan pria adalah kelainan sperma.Bagi orang awam, kualitas dan kesehatan sperma biasanya hanya diukur melalui kekentalan dan jumlahnya setelah pemeriksaan di lab. Hal itu memang tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Selain dua hal tersebut, masih ada sejumlah faktor yang memengaruhi kualitas sperma.Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kualitas dan kesehatan sperma antara lain jumlah, bentuk, dan pergerakan dari sperma. Jika terjadi masalah pada setidaknya satu dari tiga faktor itu, maka Anda mengalami kelainan sperma.

Jenis kelainan sperma, apa saja?

Sebelum melangkah ke jenis kelainan sperma, Anda harus memahami bagaimana klasifikasi sperma yang sehat. Sperma dinyatakan dalam kondisi sehat apabila saat dilakukan pengujian memenuhi syarat-syarat seperti:
  • Volume air mani: 1,4 hingga 1,7 ml
  • Jumlah sel sperma dalam air mani: 33 hingga 46 juta
  • Konsentrasi sperma: 12 hingga 16 juta per ml
  • Total motilitas (pergerakan) sperma: 38 hingga 42 persen
  • Motilitas (gerakan) progresif sperma: 31 hingga 34 persen
  • Vitalitas: 55 hingga 63 persen
  • Morfologi (bentuk) sperma: 3 hingga 4 persen
Apabila hasil pengujian sesuai dengan pedoman di atas, maka sperma Anda dalam kondisi normal dan sehat (normozoospermia). Jika tidak, Anda kemungkinan mengalami kelainan sperma. Beberapa jenis kelainan pada sperma yang mungkin Anda alami, di antaranya:

1. Leukocytospermia

Dikenal juga dengan sebutan pyospermia, kondisi ini terjadi ketika ditemukan banyak sel darah putih dalam air mani Anda. Banyaknya sel darah putih dalam air dapat merusak sperma dan menurunkan kesuburan. Leukocytospermia menjadi pertanda infeksi atau penyakit autoimun dalam tubuh.

2. Necrozoospermia

Kelainan yang dapat mengakibatkan kemandulan ini terjadi ketika sel sperma dalam air mani mati dan tidak melakukan pergerakan. Penyebab kelainan sperma ini masih belum dapat dipastikan. Sedikitnya kasus necrozoospermia membuat penelitian mengenai kelainan sperma ini masih sangat minim. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi necrozoospermia.

3. Oligoasthenoteratozoospermia (OAT)

Merupakan penyebab kemandulan yang paling sering dialami pria, OAT terjadi ketika jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma tidak normal. Kelainan sperma ini dibagi dalam tiga tingkat keparahan, yaitu ringan, sedang, atau berat. Tingkat keparahan tersebut nantinya akan menjadi acuan dokter untuk melakukan prediksi (prognosis) kesuburan dan pengobatan.

4. Teratozoospermia

Disebabkan masalah genetik, kondisi ini terjadi ketika bentuk sperma tidak normal. Salah satu indikasi kelainan ini misalnya sperma memiliki kepala atau ekor lebih dari satu. Sperma yang normal hanya punya satu kepala dengan ekor panjang.Bentuk sperma tidak normal dapat mengurangi kemampuan sperma untuk bergerak maupun berenang. Saat sperma memiliki bentuk dan pergerakan yang tidak normal, hal itu nantinya berdampak pada pembuahan sel telur.

5. Asthenozoospermia

Asthenozoospermia adalah abnormalitas sperma yang terjadi saat pergerakannya (motilitas) tidak normal. Pergerakan sperma  yang normal harus berada di dalam satu garis lurus atau lingkaran besar.  Beberapa hal yang menjadi penyebab buruknya motilitas sperma misalnya terlalu banyak minum alkohol, paparan racun, penyakit, merokok, mengonsumsi narkoba, hingga buruknya nutrisi yang masuk ke tubuh. Selain motilitas, minimnya jumlah sel sperma dalam air mani juga dapat menjadi Anda mengalami kelainan ini.

6. Oligozoospermia

Dapat berpengaruh terhadap kesuburan jika tak segera dilakukan perawatan, oligozoospermia terjadi ketika jumlah sperma dalam air mani jauh lebih sedikit dari biasanya. Berbeda dengan OAT, kelainan sperma ini memiliki empat tingkat keparahan, yaitu ringan, sedang, berat, dan ekstrem.Penderita oligozoospermia dengan tingkat keparahan rendah dan sedang masih punya harapan untuk memiliki momongan secara normal. Berbeda dengan penderita dengan tingkat keparahan tinggi dan ekstrem yang akan kesulitan untuk mempunyai anak.Selain itu, sedikitnya jumlah sel sperma dalam air mani nantinya dapat berpengaruh juga terhadap bentuk dan pergerakannya. Beberapa hal yang memicu oligozoospermia seperti penyakit celiac, infeksi saluran reproduksi, gangguan genetik, obesitas, berendam dalam air panas, merokok, hingga mengonsumsi obat-obatan terlarang.

7. Azoospermia

Lebih parah dari oligozoospermia, kondisi ini terjadi pada saat hasil pengujian tidak mendapati adanya sperma dalam air mani. Beberapa kondisi yang menjadi penyebab azoospermia antara lain cacat bawaan pada saluran reproduksi, gangguan genetik, hingga infeksi menular seksual (IMS) yang tidak dapat diobati.

8. Hypospermia

Hypospermia merupakan kelainan yang terjadi ketika cairan ejakulasi yang keluar kurang dari 1,5 ml. Kondisi ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti ketidakseimbangan hormon, disfungsi seksual, cacat pada saluran reproduksi, kelainan genetik, serta ejakulasi retrograde.

9. Aspermia

Apabila di dalam air mani penderita azoospermia tidak ditemukan adanya sperma, orang yang mengalami aspermia tidak mengeluarkan air mani dan sperma ketika ejakulasi. Meski tidak mengeluarkan cairan ejakulasi, penderita kelainan ini tetap bisa merasakan orgasme.Beberapa faktor penyebab aspermia sama seperti hypospermia, mulai dari ketidakseimbangan hormon, disfungsi seksual, cacat pada saluran reproduksi, kelainan genetik, hingga ejakulasi retrograde. Dalam beberapa kasus, kelainan ini masih dapat diatasi dengan cara mengobati penyebabnya.Untuk mengetahui kualitas dan kesehatan sperma yang Anda miliki, segera konsultasikan apa yang Anda alami ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium. 

Cara menjaga sperma tetap sehat

Kelainan sperma dipengaruhi oleh faktor bentuk, jumlah, dan gerakan
Menjaga kesehatan sperma bisa dimulai dengan pola hidup sehat
Ada beragam cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas dan kesehatan sperma. Selain dengan melakukan perawatan ke dokter, beberapa tips sederhana yang dapat Anda terapkan sendiri di rumah meliputi:

1. Mengonsumsi makanan bernutrisi

Mengonsumsi makanan seperti daging olahan, camilan manis, dan junk food dapat berpengaruh buruk terhadap motilitas sperma. Untuk menjaga agar sperma tetap sehat, Anda dapat memilih makanan-makanan yang mengandung nutrisi seperti vitamin B12 (daging, ikan, produk olahan susu), vitamin C (jeruk, beri, bayam), dan likopen (tomat, semangka).

2. Olahraga

Selain mengonsumsi makanan sehat bernutrisi, menjaga kesehatan sperma bisa Anda lakukan dengan berolahraga. Menurut penelitian, olahraga luar ruangan dan angkat beban dapat memberi dampak positif terhadap kesehatan sperma dibanding jenis olahraga lain.

3. Menurunkan berat badan

Menurut penelitian, menurunkan berat badan dapat meningkatkan jumlah, konsentrasi, serta pergerakan sperma. Sebelum menurunkan berat badan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi agar Anda bisa memperbaiki kebiasaan makan yang salah atau mendapat rekomendasi makanan yang tepat untuk dikonsumsi.

4. Meminum suplemen vitamin

Selain mengonsumsi makanan tertentu, Anda juga dapat mendapatkan asupan nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan sperma dengan cara meminum suplemen vitamin. Beberapa jenis suplemen vitamin yang baik untuk menjaga sperma tetap sehat seperti vitamin D, C, E, dan CoQ10.

Catatan dari SehatQ

Kelainan sperma dapat memengaruhi kesuburan pria. Bila Anda sedang dalam program memiliki keturunan bersama pasangan, penting untuk melakukan pemeriksaan ke dokter agar Anda dapat mengetahui kondisi sperma Anda.
hubungan seksualpenyakit kelaminkelamin laki-lakiinfeksi menular seksualsperma
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/mens-guide-healthy-fertile-sperm
Diakses pada 10 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/fertility/how-to-increase-sperm-count
Diakses pada 10 September 2020
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-if-your-semen-analysis-results-are-abnormal-1960164
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait