Jarang Diketahui, Berikut Ini Manfaat Olahraga untuk Anak ADHD!

Anak dengan ADHD akan merasakan dampak positif dari kegiatan olahraga.
Olahraga ternyata memiliki dampak positif bagi perkembangan anak ADHD.

Salah satu tanda attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah perilaku gelisah, dan banyak bergerak. Itulah sebabnya banyak anak-anak dengan ADHD bergoyang-goyang dan berlarian ke sana ke mari, setiap diminta duduk diam dalam waktu yang lama.

Untuk mengalihkan kegelisahaannya, anak dengan ADHD perlu berolahraga untuk menyalurkan energinya. Penelitian menemukan bahwa olahraga juga bisa membantu dengan masalah seperti kurang fokus, impulsivitas, dan keterampilan sosial yang buruk. Olahraga juga dipercaya dapat membantu mengurangi keparahan gejala ADHD dan memperbaiki fungsi kognitif pada anak dengan ADHD. 

Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Otak

Tidak hanya baik untuk bentuk tubuh, olahraga juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan otak. Ketika berolahraga, otak akan melepaskan sejumlah zat kimia yang disebut neurotransmitter, termasuk dopamin yang berkaitan dengan fokus dan perhatian.

Obat yang diberikan kepada penderita ADHD juga berisi bahan yang berfungsi untuk meningkatkan produksi dopamin sehingga olahraga dipercaya dapat memberikan efek yang baik bagi anak dengan ADHD. Peneliti berpendapat bahwa olahraga bekerja pada otak anak dengan ADHD, dengan beberapa cara.

1. Aliran Darah

Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak. Anak-anak dengan ADHD mungkin memiliki lebih sedikit aliran darah ke bagian otak mereka yang bertanggung jawab untuk berpikir, perencanaan, emosi, dan tingkah laku.

2. Pembuluh Darah

Olahraga memperbaiki pembuluh darah dan struktur otak. Hal ini membantu dengan kemampuan berpikir anak ADHD.

3. Aktivitas Otak

Olahraga meningkatkan aktivitas di bagian otak yang terkait dengan perilaku dan perhatian. Oleh sebab itu, olahraga untuk anak ADHD amatlah penting.

Olahraga yang Tepat untuk Anak ADHD

Olahraga dapat menjadi tantangan tersendiri bagi anak dengan gejala ADHD. Selain harus melakukan jenis olahraga yang berbeda agar tidak bosan, waktu berolahraga serta musik yang didengarkan saat berolahraga juga perlu dipikirkan agar kegiatan ini tetap dapat menarik.

Olahraga, seperti lari dan bersepeda, dapat meningkatkan kadar neurotransmitter yang keluar. Jenis olahraga yang menenangkan diri seperti yoga juga dapat memberikan manfaat bagi anak ADHD. Olahraga, seperti bela diri dan berenang, pun bisa menjadi alternatif pilihan yang menyenangkan.

Alasan Lain untuk Berolahraga

Selain membantu gejala ADHD, ada banyak alasan lain untuk membuat anak-anak berolahraga. Terlibat dalam kegiatan kebugaran rutin dapat membantu anak-anak:

  • Tetap pada berat badan yang ideal.
  • Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol dalam kisaran normal.
  • Mengurangi risiko diabetes.
  • Meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri.

Olahraga harus menjadi salah satu bagian dari rencana perawatan anak ADHD yang menyeluruh, yang mungkin juga termasuk obat-obatan dan terapi. Temui dokter anak, psikolog, atau psikiater untuk membuat rencana perawatan ADHD terbaik untuk anak Anda.

WebMD. https://www.webmd.com/add-adhd/childhood-adhd/exercise-for-children-with-adhd_#1
Diakses pada Oktober 2018

Child Mind Institute. https://childmind.org/article/adhd-and-exercise/
Diakses pada 27 Februari 2019

CHADD. https://chadd.org/wp-content/uploads/2018/06/ATTN_06_12_Exercise.pdf
Diakses pada 27 Februari 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/add-adhd/can-you-exercise-away-adhd-symptoms.aspx
Diakses pada 27 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed