Jarang Dibelai Ternyata Bisa Sebabkan Touch Starvation, Ini Gejalanya


Jarang dibelai adalah istilah yang kerap disematkan bagi seseorang yang kurang mendapat kasih sayang. Menariknya, ternyata itu bukan sekadar istilah. Ada kondisi touch starvation yaitu ketika seseorang membutuhkan kontak fisik atau sentuhan dari sesama.

(0)
02 May 2021|Azelia Trifiana
Touch starvation terjadi ketika seseorang tidak mengalami kontak fisik dengan manusia lainnyaTouch starvation terjadi ketika seseorang tidak mengalami kontak fisik dengan manusia lainnya
Jarang dibelai adalah istilah yang kerap disematkan bagi seseorang yang kurang mendapat kasih sayang. Menariknya, ternyata itu bukan sekadar istilah. Ada kondisi touch starvation yaitu ketika seseorang membutuhkan kontak fisik atau sentuhan dari sesama.Biasanya, penyebab touch starvation mulai muncul ketika seseorang tidak mengalami kontak fisik sama sekali dalam rentang waktu cukup lama. Tentunya, ini juga berkaitan dengan pandemi global COVID-19 yang mengharuskan setiap orang menjaga jarak demi menekan penyebaran virus.

Arti dari touch starvation

Sama seperti lapar ingin makan, touch starvation adalah lapar akan sentuhan. Menurut penelitian, sentuhan adalah alat komunikasi penting bagi manusia dalam menyampaikan emosi dan menjaga hubungan dengan orang lain.Lebih jauh lagi, sentuhan bisa mengaktifkan area tertentu di otak dan berpengaruh pada cara berpikir, bereaksi, hingga respons fisiologis.Sebagai contoh, ada riset yang menyebut bahwa sentuhan dapat mengaktifkan orbitofrontal cortex. Area otak ini berkaitan erat dengan perilaku sosial dan emosional, sekaligus pengambilan keputusan.Di saat yang sama, sentuhan juga bisa menenangkan orang yang tengah stres. Sebuah studi di tahun 2017 menekankan bahwa menyentuh anak yang sedang stres dapat membuatnya lebih tenang.Itulah sebabnya, kurang kontak fisik dengan orang lain sangat mungkin menyebabkan seseorang mengalami touch starvation.

Gejala touch starvation

Setelah memahami penyebab touch starvation karena tidak ada kontak fisik dengan orang lain dalam rentang waktu cukup lama, berikut ini beberapa gejala yang mungkin muncul:Selain itu, orang yang mengalami touch starvation juga bisa saja tanpa sadar melakukan stimulasi sentuhan. Contohnya mandi shower cukup lama, membungkus diri dalam selimut, atau memeluk hewan peliharaan.Menariknya, touch starvation juga bisa terjadi pada orang yang tidak terlalu suka sentuhan fisik. Memang ada orang yang secara alami atau karena pengalaman masa lalu tidak suka kontak secara langsung.Namun setelah terjadi dalam jangka waktu cukup lama seperti saat pandemi, ada rasa ingin merasakan pelukan atau sekadar jabat tangan.Bahkan sebuah studi pada pertengahan 2020 lalu menemukan bahwa kurangnya kontak fisik dapat memperburuk rasa kesepian pada manusia.

Bagaimana cara mengatasinya?

Tidur dengan selimut
Tidur dengan selimut
Ketika situasi belum memungkinkan untuk berinteraksi dan kontak fisik langsung dengan orang lain, beberapa hal ini bisa menjadi cara memuaskan rasa haus belaian itu:

1. Berselimut

Beberapa orang memilih untuk berselimut atau bahkan menggunakan weighted blanket sehingga sensasinya mirip seperti dipeluk. Dengan demikian, akan muncul rasa damai dan juga tenang.Hal yang sama juga berlaku pada bantal. Ada jenis bantal berukuran tubuh manusia yang bisa dipeluk dan meredakan stres.

2. Aktif bergerak

Aktivitas fisik dapat membantu mengoptimalkan fungsi kognitif seseorang. Tak hanya itu, hal ini juga membantu mengurangi rasa stres, depresi, serta meningkatkan kualitas tidur.

3. Interaksi dengan hewan peliharaan

Hewan peliharaan adalah mekanisme ideal untuk menenangkan diri. Selain itu, ditemani hewan peliharaan juga dapat mengusir rasa kesepian dan stres.

4. ASMR

ASMR adalah autonomous sensory meridian response yaitu sensasi menyenangkan saat melihat orang beraktivitas hingga mengeluarkan suara tertentu.Lihat bagaimana video suara ASMR di YouTube mendapat jutaan views? Ini berkaitan dengan fakta bahwa suara ini mengaktifkan bagian otak yang memproses sentuhan. Di saat yang sama, seseorang mungkin saja merasa lebih tenang dan rileks.

5. Pijat diri sendiri

Berbeda dengan pijat diri sendiri saat tubuh pegal, sentuhan saat pijat ini bertujuan untuk mengurangi touch starvation.Sebagai contoh, coba pijat area leher untuk memberikan stimulasi pada vagus nerve. Ini adalah saraf paling panjang, terdiri dari 12 pasang saraf kranial yang mencuat dari otak. Cara ini bisa mengurangi stres seseorang.

6. Manfaatkan teknologi

Meski tidak sama dengan kontak fisik secara langsung, teknologi juga bisa membantu interaksi dengan sesama. Contohnya dengan menggelar online dinner, berkenalan dengan orang baru lewat Zoom meeting, hingga mengirim pesan bertabur emoji.

Catatan dari SehatQ

Perlu digarisbawahi bahwa touch starvation ini sama sekali berbeda dengan sentuhan yang bersifat sensual. Ini lebih berkaitan dengan kesehatan mental hingga fisik.Ketika tubuh merasa stres, tubuh akan melepas hormon stres yang disebut kortisol. Cara untuk mengurangi hormon stres ini adalah dengan mendapatkan sentuhan.Selain itu, sentuhan fisik semacam ini bisa mengatasi rasa kesepian, member stimulasi saraf, hingga menenangkan detak jantung serta tekanan darah.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pentingnya kontak fisik untuk kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kesehatanhidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/touch-starved#research
Diakses pada 16 April 2021
Nature Public Health Emergency Collection. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7250541/
Diakses pada 16 April 2021
Research on Language and Social Interaction. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/08351813.2017.1301293
Diakses pada 16 April 2021
Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4653180/
Diakses pada 16 April 2021
European Neuropsychopharmacology. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0924977X20302546
Diakses pada 16 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait