Jarang Buang Air Kecil Hingga Kulit Tak Lentur, Bisa Jadi Tanda Dehidrasi Berat

Dehidrasi berat pada tubuh dapat menyebabkan sakit kepala
Sakit kepala adalah salah satu efek dari dehidrasi berat

Kondisi medis yang sama sekali tak boleh disepelekan adalah dehidrasi berat. Orang yang mengalaminya harus segera mendapatkan cairan infus melalui pembuluh darah  intravena dan perawatan lain demi menjaga kerusakan organ dalam. Terlebih, anak-anak, lansia, dan ibu hamil merupakan kelompok yang paling rentan mengalami dehidrasi berat.

Memang benar bahwa terlalu banyak minum air putih tidak baik. Namun di sisi lain, dehidrasi berat juga mengancam keselamatan seseorang. Akan menjadi sangat berbahaya ketika level cairan tubuh turun hingga ke kondisi sistem sirkulasi dan pernapasan tak bisa berfungsi normal.

Mengapa dehidrasi berat terjadi?

Dehidrasi berat terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan ketimbang asupan yang masuk. Beberapa faktor yang turut berpengaruh di antaranya:

  • Temperatur ekstrem

Ketika orang berada di temperatur ekstrem atau terlalu panas dan berkeringat berlebih, ada kemungkinan mengalami dehidrasi berat. Selain itu, menghabiskan waktu terlalu banyak di dalam sauna juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan.

  • Penyakit

Orang yang mengalami sakit diare atau muntah juga bisa mengurangi level cairan dalam tubuh hanya dalam waktu singkat. Itu sebabnya, orang yang dalam kondisi muntah dan diare harus mengganti cairan tubuh yang terbuang sesegera mungkin.

  • Kurang minum

Kebiasaan buruk kurang minum juga dapat menyebabkan tubuh lama kelamaan mengalami dehidrasi

  • Konsumsi obat

Orang yang mengonsumsi jenis obat tertentu seperti diuretik untuk mengatasi tekanan darah tinggi juga bisa mengalami kekurangan cairan tubuh lebih cepat

Ketika tubuh mengalami dehidrasi ringan namun orang yang bersangkutan tak juga menyadarinya, maka bisa berubah dengan cepat menjadi dehidrasi berat. Ingat pula bahwa minuman isotonik bukan untuk semua orang dan bukan jalan pintas untuk mengatasi dehidrasi.

Gejala dehidrasi berat

Tubuh bekerja dengan begitu menakjubkannya memberikan sinyal saat ada yang tidak beres, termasuk saat ada gejala dehidrasi berat. Beberapa sinyal itu seperti:

  • Merasa haus

Idealnya, seseorang tak boleh sampai merasa haus dan ingin segera minum. Ketika tubuh sampai merasa haus, artinya sudah masuk ke tahap dehidrasi ringan. Tubuh baru akan merasa haus ketika proses dehidrasi sudah terjadi.

  • Jarang buang air kecil

Tak hanya merasa haus, orang yang mengalami dehidrasi berat juga jarang buang air kecil. Warna urine juga bisa menjadi indikasi apakah asupan cairan tubuh mencukupi. Semakin pekat warnanya, artinya kurang cairan. Bahkan bagi orang yang sama sekali tidak buang air kecil atau buang air kecil kurang dari 100 mL per hari, itu adalah kondisi medis darurat dan harus segera mendapatkan perawatan medis.

  • Tidak berkeringat

Tanpa adanya cairan tubuh untuk berfungsi secara normal, tubuh tidak bisa berkeringat. Akibatnya, tubuh rentan mengalami overheat yang bisa menyebabkan penyakit seperti heat stroke dan heat exhaustion.

Kondisinya mirip seperti gejala penyakit CIPA ketika penderitanya mengalami anhidrosis atau sedikit berkeringat. Konsekuensinya, tidak ada cairan di permukaan kulit yang membantu mendinginkan tubuh saat sedang kepanasan atau demam.

  • Sakit kepala

Dehidrasi ringan ditandai dengan sakit kepala. Namun jika gejala ini memburuk hingga kesulitan untuk berkomunikasi atau berkonsentrasi, segera cari pertolongan medis.

  • Tingkat kelenturan kulit turun

Tingkat kelenturan kulit disebut juga turgor kulit, yaitu kemampuan kulit kembali ke posisi semula setelah ditekan. Pada orang yang mengalami dehidrasi berat, kulit perlu waktu lebih lama untuk kembali ke posisi normal setelah ditekan.

Utamanya pada anak-anak dan lansia, perhatikan betul apakah ada tanda-tanda dehidrasi ringan di atas karena bisa saja mereka tidak menyadari sedang dehidrasi. Ketika dehidrasi sudah menjadi berat, bisa terjadi kerusakan otak bahkan kematian.

Pada anak-anak, tanda-tanda dehidrasi berat lainnya adalah tidak ada air mata saat menangis, lemas, popok kering dalam waktu lama, dan telapak tangan yang dingin. Konsekuensi kesehatan bisa menjadi serius jika dehidrasi berat pada anak-anak tidak segera ditangani.

Sementara pada ibu hamil, gejala dehidrasi berat bisa berbeda seperti:

  • Kantong mata cekung
  • Detak jantung cepat
  • Tekanan darah menurun drastis
  • Mulut kering
  • Kulit kering
  • Persalinan prematur

Mengatasi dehidrasi berat tak sekadar memberikan asupan cairan yang seharusnya diberikan sejak beberapa saat sebelumnya. Perlu ada pemberian cairan infus intravena untuk disertai rangkaian perawatan medis lainnya. Dalam cairan ini, ada kandungan air, sodium, dan elektrolit lainnya. Dengan demikian, tubuh bisa menyerap cairan dengan lebih cepat.

Penting juga memastikan tekanan darah dan detak jantung tetap normal ketika seseorang mengalami dehidrasi berat. Hindari konsumsi minuman seperti soda, kafein, dan alkohol karena sifat diuretik membuat tubuh rentan kehilangan cairan lebih banyak lagi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/severe-dehydration

Diakses 2 Mei 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086

Diakses 2 Mei 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/dehydration-adults

Diakses 2 Mei 2020

Artikel Terkait