Jangan Tertukar, Kenali Perbedaan Dislokasi Bahu dan Bahu Lepas

Dislokasi bahu dan bahu lepas merupakan dua keadaan berbeda dari cedera bahu
Dislokasi bahu dan bahu lepas merupakan dua keadaan berbeda dari cedera bahu

Dislokasi bahu dan bahu terpisah merupakan dua macam cedera yang kerap dialami para olahragawan atau orang yang melakukan aktivitas fisik berat menggunakan lengan. Keduanya merupakan dua jenis cedera yang berbeda. Berikut ini adalah perbedaan yang perlu Anda pahami.

Dislokasi Bahu

Dislokasi bahu biasa terjadi saat seseorang terjatuh atau terkena pukulan pada bagian tulang lengan atas. Kondisi ini menyebabkan tulang lengan atas keluar atau bergeser dari soket bahu. Dalam kasus yang parah dari dislokasi bahu adalah rusaknya jaringan dan saraf di sekitar sendi bahu.

Bahu Lepas

Meskipun disebut sebagai cedera bahu lepas, cedera ini sama sekali tidak berhubungan dengan sendi bahu. Sebaliknya, bahu lepas terjadi akibat dari robekan salah satu ligamen yang menghubungkan tulang selangka ke tulang belikat.

Saat ligamen robek, tulang selangka dapat bergerak keluar dari posisi dan mendorong kulit di bagian atas bahu Anda. Meskipun bahu yang terpisah ini berisiko menyebabkan deformitas, pasien dengan bahu terpisah biasanya dapat pulih sepenuhnya seiring berjalannya waktu.

Penyebab Cedera Bahu

Cedera bahu, baik itu dislokasi bahu ataupun bahu lepas, dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

  1. Jatuh mendadak dengan posisi menumpu pada bahu di permukaan yang keras.
  2. Pukulan keras di bahu
  3. Gerakan keras mematahkan dengan tangan

Selain itu, cedera bahu ini juga dapat terjadi akibat gerakan memutar yang tajam pada gerakan-gerakan olahraga. Olahraga yang dapat menimbulkan risiko tinggi pada dua cedera bahu ini adalah:

  • Sepak bola
  • Hoki
  • Panjat tebing
  • Rugby
  • Ski
  • Bola voli

Gejala Cedera Bahu

Jika Anda baru saja mengalami kecelakaan yang melibatkan area bahu, cermatilah gejala-gejala berikut ini yang menandakan adanya cedera pada bahu:

1. Gejala Dislokasi Bahu

  • Nyeri parah pada bahu dan lengan atas, akibatnya sulit untuk menggerakkan lengan
  • Deformasi bahu - tonjolan di depan atau belakang bahu Anda, tergantung pada bagaimana tulang telah terkilir

2. Gejala Bahu Lepas

  • Nyeri hebat segera setelah cedera terjadi
  • Pembengkakan
  • Memar
  • Bahu cacat

Perawatan Cedera Bahu

Untuk mendiagnosis dislokasi bahu atau bahu lepas, dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Anda mungkin membutuhkan pemeriksaan menggunakan sinar X untuk mengetahui apakah ada tulang yang patah dan kondisi lainnya.

Pada cedera dislokasi bahu, dokter akan menggerakkan tulang lengan agar kembali pada soket bahu. Jika dibiarkan terlalu lama, sendi dapat menjadi lebih bengkak dan lebih menyakitkan setiap waktunya. Mengembalikan posisi bahu sebaiknya segera dilakukan.

Saat tulang lengan kembali pada soketnya, rasa sakit akan hilang. Setelah bahu direposisi, Anda akan menjalani perawatan untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak. Biasanya perawatan yang sama juga akan digunakan untuk bahu yang terpisah.

Itulah beberapa informasi seputar perbedaan cedera dislokasi bahu dan bahu lepas. Meskipun dapat disembuhkan, ada baiknya Anda untuk menghindari kondisi ini terjadi dengan lebih waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas dan berolahraga.

Artikel Terkait

Banner Telemed