Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Akut dan Kronis pada Penyakit

(0)
25 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Perbedaan penyakit akut dan penyakit kronis ada pada durasi bukan tingkat keparahanPerbedaan akut dan kronis pada penyakit terletak pada durasi munculnya gejala dan durasi kesembuhannya
Tidak sedikit orang yang masih bingung saat membedakan antara kondisi akut dan kronis. Kedua istilah ini seringkali digunakan silih berganti, biasanya untuk menunjukkan keparahan suatu penyakit. Padahal, perbedaan akut dan kronis pada penyakit lebih kepada durasi terjadinya penyakit dan bukan tingkat keparahannya.Penyakit akut terjadi secara tiba-tiba, sedangkan penyakit kronis muncul lebih lama dan bertahap. Suatu penyakit bisa saja masuk dalam kategori akut saat pertama kali muncul dan selanjutnya berkembang menjadi kronis, begitupun sebaliknya.

Perbedaan akut dan kronis pada penyakit

Anda perlu memahami perbedaan akut dan kronis supaya tidak salah sangka saat menerima suatu diagnosis. Memahami kedua istilah ini juga berguna untuk memberikan gambaran seputar langkah perawatan yang perlu dijalani. Berikut ini perbedaan penyakit akut dan penyakit kronis yang perlu diketahui.

1. Penyakit akut

Ada beberapa ciri khas penyakit akut yang bisa Anda kenali, seperti:
  • Gejala muncul secara cepat atau tiba-tiba
  • Penyakit biasanya tidak bertahan lama atau akan sembuh dalam waktu kurang dari 6 bulan
  • Kerap disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri, kecelakaan, cedera, atau penyalahgunaan obat-obatan.
  • Gejala yang terlihat jelas dan butuh perawatan setidaknya dalam jangka pendek
  • Gejala yang langsung membaik saat mendapatkan perawatan
  • Bisa terjadi di semua usia.
  • Pada beberapa kasus bisa sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh atau terbantu dengan imunitas yang baik 
Contoh penyakit akut antara lain:

2. Penyakit kronis

Sementara itu, penyakit kronis memiliki ciri yang berkebalikan dari penyakit akut, seperti berikut ini.
  • Gejala tidak langsung terasa dan baru akan memburuk setelah beberapa waktu
  • Penyakit masih bertahan setelah 6 bulan sejak pertama kali muncul
  • Seringkali disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, kondisi sosial dan mental yang tidak mendukung, maupun karena faktor keturunan atau genetik
  • Lebih sering terjadi pada lansia.
  • Perkembangan penyakitnya lambat, dan pada tahap awal sering tidak disadari
  • Tidak bisa disembuhkan secara total, tapi bisa dikontrol.
  • Cakupannya lebih luas atau sistemik, termasuk mengubah gaya hidup, terapi fisik, dan konsumsi obat jangka panjang
Contoh penyakit kronis antara lain:

Kondisi akut dan kronis terjadi bergantian

Suatu penyakit akut bisa berkembang menjadi kronis, begitupun penyakit kronis yang gejalanya bisa muncul secara akut. Pada infeksi sifilis dan hepatitis C, misalnya.Di awal kemunculannya, kedua penyakit ini akan melewati fase akutnya terlebih dahulu. Jadi, gejala muncul secara cepat dan langsung terlihat, setelah itu sembuh dengan sendirinya. Namun, karena tidak menjalani perawatan apapun, penyebab infeksi tidak sepenuhnya hilang dari tubuh. Virus hepatitis C dan bakteri penyebab sifilis sebenarnya masih ada. Hanya saja, mereka tertidur dan tidak menimbulkan gejala. Dalam kondisi ini, kedua penyakit tersebut sedang memasuki fase kronis. Fase kronis ini bisa bertahan selama bertahun-tahun dan tanpa disadari, penyakit tersebut menimbulkan komplikasi penyakit yang parah.Sementara itu, penyakit kronis yang bisa menimbulkan gejala akut, bisa dilihat pada penyakit rheumatoid artritis atau rematik dan psoriasis. Kedua penyakit tersebut masuk sebagai penyakit kronis karena tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol. Hanya saja, keduanya bisa kambuh dan penderitanya pun akan merasakan gejala akut.Penyakit akut maupun kronis, sama-sama bisa berkembang menjadi penyakit yang parah. Jadi jika muncul pertanyaan, “Lebih berbahaya mana, penyakit akut atau kronis?” Itu semua tergantung dari jenis penyakit yang diderita. Keduanya bisa saja tidak berkembang menjadi penyakit yang parah apabila perawatan dilakukan sejak dini. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda ke dokter apabila merasakan ada sesuatu yang salah dengan tubuh Anda.

Catatan dari SehatQ

Penyakit akut memiliki gejala yang muncul secara tiba-tiba dan bisa sembuh dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan. Sementara itu, gejala penyakit kronis timbul perlahan dan biasanya akan bertahan lebih dari 6 bulan. Penyakit kronis biasanya tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol.Penyakit akut maupun kronis sama-sama membutuhkan perawatan yang tepat. Sehingga dengan memahami perbedaan akut dan kronis, Anda diharapkan dapat lebih mengenali kondisi tubuh dan dapat segera mencari perawatan yang paling sesuai.
penyakitdiabetespenyakit dalampenyakit jantunginfeksi
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/chronic-definition-3157059
Diakses pada 12 Mei 2020
National Council on Aging. https://www.ncoa.org/blog/chronic-versus-acute-disease/
Diakses pada 12 Mei 2020
Michigan State University. https://www.canr.msu.edu/news/what_is_the_difference_between_acute_and_chronic_illness
Diakses pada 12 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait