Saat berhadapan dengan penderita eksibisionis, jangan memberikan reaksi seperti terkejut atau takut
Reaksi yang paling umum saat berhadapan dengan eksibisionis adalah jijik dan terkejut

Anda mungkin pernah mendengar atau membaca berita mengenai orang asing yang secara tiba-tiba menunjukkan alat vitalnya ke orang yang sedang berjalan atau duduk di kawasan publik.

Berita ini bisa menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran untuk beberapa orang, khususnya untuk kaum wanita dan anak-anak. Orang-orang yang melakukan hal ini dikenal sebagai eksibisionis. 

Penderita eksibisionis memiliki fantasi atau keinginan untuk memperlihatkan alat kelaminnya pada orang-orang yang tidak dikenal tanpa persetujuan dari orang tersebut.

Bagaimana cara menghadapi eksibisionis? 

Saat Anda berhadapan dengan eksibisionis yang secara mendadak memperlihatkan alat vitalnya kepada Anda, reaksi pertama yang umum diberikan adalah rasa jijik dan terkejut. Akan tetapi bagaimana cara menghadapi eksibisionis yang tepat?

Bagi para wanita, Anda perlu menghadapi seorang eksibisionis dengan tenang dan tidak memberikan reaksi yang diinginkan oleh eksibisionis tersebut. Biasanya, para eksibisionis menginginkan suatu reaksi yang menunjukkan Anda memberikan atensi terhadap apa yang dilakukan.

Oleh karenanya, akan lebih baik jika Anda tidak memberikan reaksi apapun terhadap perilaku yang dilakukan oleh eksibisionis. Anda juga dapat memperlihatkan ekspresi ketidakpedulian atau kekesalan. 

Selain itu, Anda bisa memposisikan tubuh Anda menghindari atau membelakangi penderita eksibisionis untuk memberikan kesan bahwa Anda tidak mempedulikan apa yang dilakukan oleh penderita. 

Beritahukan kepada eksibisionis tersebut bahwa Anda akan menelepon polisi. Setelahnya, jauhi penderita ke tempat yang aman sambil berusaha untuk menelpon polisi.

Jangan mendekati, terdiam kaku, atau menyerang eksibisionis. Bila penderita eksibisionis berlari ke arah Anda. Larilah ke tempat yang aman sambil berteriak meminta bantuan.

Saat penderita eksibisionis mendekati Anda dan berusaha untuk menyentuh atau menyerang Anda, lawan eksibisionis dengan sekuat tenaga dan telepon polisi saat memungkinkan. 

Jika Anda tertangkap dan tidak bisa lepas, bertingkah seakan-akan Anda mengalami kejang, dan sebagainya untuk membuat penderita eksibisionis ketakutan.

Untuk anak-anak dan remaja, Anda bisa mengajari anak-anak dan remaja untuk berteriak ‘kebakaran’. Hal ini bertujuan untuk mengecoh perhatian penderita eksibisionis. Jangan menunggu terlalu lama, Anda ataupun anak Anda harus segera pergi meninggalkan eksibisionis.

Buat laporan mengenai eksibisionis kepada polisi 

Segera telepon polisi jika Anda menghadapi penderita eksibisionis

Saat Anda baru saja menghadapi penderita eksibisionis, Anda harus melaporkannya ke polisi dengan memberikan detail wajah dan penampilan dari penderita untuk mencegah penderita melakukan hal yang sama ke orang lain atau berkembang menjadi makin agresif.

Anda bisa merekam atau memfoto penderita eksibisionis bila terdapat kesempatan untuk melakukannya. Akan lebih baik jika Anda merekam atau memfoto penderita jika sudah cukup jauh dari penderita. Selalu telepon polisi setelah menghadapi eksibisionis.

Apa itu eksibisionis? 

eksibisionis rentan dilakukan oleh pria
Penderita eksibisionis merasa puas jika bisa menunjukkan alat vitalnya pada orang-orang

Eksibisionis adalah gangguan mental yang membuat penderitanya memiliki keinginan atau pemikiran untuk melakukan tindakan memperlihatkan alat vitalnya kepada orang asing guna mendapatkan reaksi tertentu yang diinginkan.

Umumnya, motivasi dari seorang eksibisionis adalah untuk mendapatkan reaksi positif ataupun negatif. Penderita eksibisionis serupa dengan orang yang ingin menampilkan pakaian atau penampilannya. 

Penderita akan merasa lebih baik jika korban memberikan suatu reaksi tertentu daripada tidak memberikan reaksi apapun.

Terkadang, penderita eksibisionis merasa lebih puas menampilkan alat vitalnya dan mendapatkan reaksi tertentu dari orang asing daripada berhubungan seksual

Penderita merasa lebih terangsang secara seksual dengan memperlihatkan dirinya kepada orang lain dan mendapatkan reaksi berupa keterkejutan atau ketakutan.

Perilaku yang dilakukan penderita eksibisionis mungkin awalnya terlihat menyebalkan dan tidak membahayakan. Tetapi bila biarkan, penderita akan semakin menjadi dan bahkan bisa berujung pemerkosaan atau penyerangan secara seksual.

Perbedaan antara nudis dan eksibisionis

Perbedaan paling mendasar antara seorang nudis dan eksibisionis adalah bahwa eksibisionis merupakan suatu gangguan mental yang membuat penderitanya mendapatkan kepuasaan saat memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang asing tanpa persetujuan dari orang tersebut.

Selain itu, seorang nudis tidak akan merasa terangsang saat melakukan hal tersebut karena mereka lebih cenderung senang menghabiskan waktu tanpa menggunakan pakaian apa pun.

Para nudis juga tidak memiliki keinginan untuk dilihat oleh orang lain dan akan memperlihatkan diri secara telanjang bila orang lain setuju dan tidak masalah melihat para nudis tidak menggunakan pakaian apa pun.

Para eksibisionis biasanya melakukan perilaku tersebut untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan, serta untuk mendapatkan sensasi memiliki kuasa untuk membuat orang lain takut.

Catatan dari SehatQ

Saat menghadapi seorang eksibisionis, jangan ragu untuk menelpon polisi dan menjauhi penderita. Apabila kerabat Anda adalah seorang eksibisionis, konsultasikan ke psikolog atau psikiater untuk menjalani pemeriksaan dan pemberian penanganan yang tepat.

Umumnya, penderita eksibisionis akan diberikan penanganan berupa medikasi yang menghambat hasrat seksual dan psikoterapi, berupa konseling, terapi perilaku kognitif, dan sebagainya.

Psychology Today. psychologytoday.com/intl/conditions/exhibitionism
Diakses pada 01 November 2019

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/how-to-react-to-exhibitionists-and-indecent-exposure-3435773
Diakses pada 01 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed