Jangan Sepelekan Tangan Kesemutan, Bisa Jadi Ciri Neuropati

Neuropati periferal adalah kerusakan saraf yang sering tidak disadari dan dianggap sebagai kesemutan biasa
Tangan kesemutan bisa jadi gejala kerusakan saraf yang disebut neuropati periferal

Merasakan kaki atau tangan kesemutan adalah hal biasa bagi banyak orang. Namun bagi sebagian lainnya, tangan kesemutan bisa jadi tanda penyakit neuropati periferal.

Apa itu neuropati periferal?

[[artikel-terkait]]

Ini adalah kondisi medis ketika saraf yang membawa pesan dari dan ke otak serta sumsum tulang belakang mengalami gangguan.

Akibatnya, komunikasi antara otak dan bagian tubuh lainnya – terutama pergerakan otot – terganggu dan tidak bisa merasakan sentuhan normal.

Apa ciri-ciri neuropati?

Neuropati periferal bisa terjadi karena ada trauma usai kecelakaan atau cedera berat. Selain itu, salah satu penyakit yang juga memicu neuropati adalah diabetes mellitus.

Orang dengan neuropati akan sering merasa bagian tubuhnya mengalami kesemutan.

Ciri-ciri lain dari orang yang menderita neuropati adalah:

  • rasa kebas di tangan atau kaki dan bisa menyebar lebih luas
  • rasa seperti ditusuk-tusuk, dingin, panas, atau kesemutan
  • sangat sensitif terhadap sentuhan
  • kehilangan keseimbangan terutama di kegelapan
  • disfungsi seksual
  • merasa pusing saat akan berdiri atau bangun
  • jika saraf terdampak, bisa mati rasa atau paralysis

Dari beberapa ciri-ciri di atas, jelas bahwa tangan kesemutan juga merupakan ciri terjadinya neuropati. Tangan dan kaki adalah dua bagian tubuh yang kerap terdampak gangguan saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

Dalam 30 persen kasus neuropati, diabetes menjadi penyebab utamanya. Rasa kesemutan biasanya mulai terasa di kedua kaki, lutut, diikuti tangan dan lengan.

Apa bedanya dengan tangan kesemutan biasa?

Meski demikian, Anda perlu tahu bedanya tangan kesemutan biasa dibandingkan dengan kesemutan akibat kerusakan saraf. Beberapa indikator yang bisa membedakan adalah periode rasa kesemutan, lokasi, dan dampaknya pada tubuh.

Berikut ini beberapa perbedaan kesemutan biasa dengan kesemutan karena kerusakan saraf:

  • kesemutan biasa hanya terjadi sebentar, sementara kesemutan karena kerusakan saraf bisa berlangsung lama dan terus berulang
  • kesemutan biasa dapat dihilangkan dengan stretching
  • kesemutan biasa tidak diikuti dengan kehilangan keseimbangan
  • kesemutan biasa hanya terjadi di satu titik dan tidak menyebar

Selain itu, pada kesemutan karena kerusakan saraf, penderitanya akan merasakan gejala lain seperti:

  • tidak bisa toleransi temperatur panas atau dingin
  • berkeringat berlebihan
  • masalah pencernaan hingga kandung kemih
  • perubahan tekanan darah yang menyebabkan sakit kepala
  • sulit mengerjakan aktivitas koordinasi seperti mengikat tali sepatu dan mengancingkan baju

Neuropati bisa berpengaruh terhadap lebih dari satu sistem saraf. Mengetahui apa pemicunya bisa membantu Anda mengambil tindakan pengobatan yang tepat.

Selain kaki atau tangan kesemutan, penderitanya juga perlu waspada akan kemungkinan terjatuh akibat hilang keseimbangan. Terapi dan latihan fisik yang tepat bisa membantu koordinasi keseimbangan.

Artikel Terkait

Banner Telemed