Ketuban Pecah Dini, Ini Tanda-tanda dan Cara Mengatasinya


Ketuban pecah dini tidak boleh disepelekan. Kondisi ini bisa terjadi dalam dua kondisi, yaitu merembes perlahan seperti saat buang air kecil atau justru mengalir kencang.

0,0
19 Sep 2019|Azelia Trifiana
Ketuban pecah dini umumnya terjadi saat usia kehamilan di bawah 37 mingguKetuban pecah dini adalah ketika kehamilan di bawah 37 minggu mengalami kantung ketuban yang pecah
Ketuban pecah dini atau premature rupture of the membranes (PROM) adalah kantung ketuban pecah sebelum persalinan terjadi.Dalam hal ini, ketuban pecah bisa terjadi sebelum janin matang, yakni memasuki minggu ke-37 masa kehamilan, atau setelah janin matang.Komplikasi kehamilan bila ketuban pecah sebelum 37 minggu kehamilan bisa dialami 3% wanita. Sementara, setidaknya ada 10% kasus ibu hamil yang mengalami hal ini.Semakin dini terjadi kasus ini, bisa jadi risiko infeksi bagi janin juga lebih tinggi.Sejatinya, fungsi air ketuban adalah kantong cairan yang membungkus janin sehingga tetap aman di dalam perut ibu hamil.Di sinilah bayi terus berkembang lebih besar dalam temperatur yang stabil dan nyaman.Ketika tubuh siap melahirkan, air ketuban ini akan pecah dan mengalir keluar lewat vagina.Biasanya, ibu hamil akan merasakan kontraksi dan pembukaan serviks atau leher rahim sebagai jalur keluarnya bayi.

Ciri-ciri ketuban pecah dini

Ketuban pecah dini ditandai dengan cairan keluar dari vagina
Ketuban pecah dini ditandai dengan cairan keluar dari vagina
Ketuban pecah dini akan terasa selayaknya cairan keluar dari vagina. Hal ini bisa terjadi dalam dua kondisi: seperti air yang merembes perlahan atau keluar tiba-tiba dengan kencang.Apabila terjadi secara perlahan, banyak ibu hamil yang menyalahartikan cairan ini sebagai air seni.Meski demikian, perbedaan utamanya adalah air ketuban tidak berwarna dan juga tidak berbau amonia seperti halnya air seni.Ketika Anda merasakan ada cairan yang keluar dari vagina dalam jumlah banyak, segera periksa lewat indera penciuman Anda.Selain itu, ciri-ciri ketuban pecah dini yang bisa dirasakan, yaitu:
  • Keluar cairan hangat
  • Keluarnya cairan hijau kecokelatan
  • Cairan bisa terdapat darah
  • Cairan mulai berkurang drastis setelah kehamilan 34-38 minggu.
Apabila hal ini terjadi, segera gunakan pembalut dan periksakan diri ke dokter kandungan atau unit gawat darurat rumah sakit.

Penyebab ketuban pecah dini

Hamil kembar mampu sebabkan ketuban pecah dini
Hamil kembar mampu sebabkan ketuban pecah dini
Pada setidaknya 3% kehamilan, ada kemungkinan ketuban pecah sebelum usia kehamilan memasuki usia 37 minggu.Penyebab ketuban pecah dini di antaranya adalah:
  • Kebiasaan merokok
  • Berat badan di bawah ideal
  • Hamil kembar
  • Tekanan darah tinggi
  • Mengalami infeksi saluran kencing yang tak diobati
  • Pernah mengalami hal serupa di kehamilan sebelumnya
  • Pendarahan pada vagina selama periode kehamilan
  • Masalah pada serviks
Risiko terbesar saat mengalami masalah kehamilan ini adalah terjadinya infeksi. Seperti yang kita tahu, air ketuban melindungi bakteri dan kuman lainnya menyerang janin di dalam perut.Artinya, ketika air ketuban telah pecah, ada kemungkinan janin menjadi lebih rentan terkena infeksi.Infeksi ini bisa datang dari saluran reproduksi bagian bawah maupun saluran kemih. 

Penanganan ketuban pecah dini

Tindakan yang harus diambil sangat bergantung pada periode kehamilan. Semakin awal terjadi, maka semakin besar risikonya.Penanganan ketuban pecah dini bisa diklasifikasikan dalam periode kehamilan sebagai berikut:

1. Kehamilan di atas 37 minggu

Ketika kehamilan Anda sudah berusia lebih dari 37 minggu, artinya kehamilan Anda telah matang dan Anda siap untuk melahirkan. Anda bisa memilih untuk menunggu hingga terjadi kontraksi dan melahirkan secara normal atau menggunakan induksi dengan obat yang dimasukkan melalui vagina atau IV.Seorang ibu hamil yang melahirkan dalam periode 24 jam setelah ketuban pecah tidak berisiko mengalami infeksi.

2. Kehamilan 34-37 minggu

Ketika seorang ibu hamil berada di fase kehamilan sekitar tiga minggu dari hari perkiraan lahir atau due date dan mengalami ketuban pecah dini, dokter kandungan biasanya akan meminta observasi selama beberapa jam.Biasanya dokter akan memberikan induksi atau memutuskan untuk melahirkan bayi untuk menekan risiko janin terinfeksi.Menurut riset dari Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, akan jauh lebih aman melahirkan sebelum due date ketimbang risiko mengalami infeksi. Dokter akan memutuskan untuk melahirkan bayi apabila paru-paru janin Anda dinyatakan telah matang.

3. Kehamilan 23-34 minggu

Apabila ketuban pecah terjadi pada periode ini, akan lebih baik menunda sedikit proses persalinan sehingga bayi bisa berkembang lebih maksimal. Namun, beberapa pertimbangan lain seperti berat badan bayi, jumlah air  ketuban dan tanda-tanda atau risiko infeksi juga akan dipikirkan oleh dokter. Dokter kandungan umumnya akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi pada janin.Tak hanya itu, dokter juga akan meresepkan steroid untuk membantu proses pematangan paru-paru janin.Anda juga bisa saja diminta berada di rumah sakit sembari menunggu janin siap dilahirkan.

4. Kehamilan kurang dari 23 minggu

Risiko tertinggi bisa terjadi apabila hal ini terjadi pada kehamilan kurang dari 23 minggu.Dokter kandungan akan menjelaskan dampak positif dan negatif dari keputusan mempertahankan kehamilan Anda.Bayi yang terlahir pada periode kurang dari 23 minggu, kecil kemungkinan bisa bertahan. Memeriksakan diri secara berkala ke dokter kandungan dalam periode bulanan bisa menjadi langkah paling bijak untuk mengantisipasinya. Selain itu, segera periksakan diri Anda jika ada cairan yang keluar dari vagina untuk memastikan apakah cairan tersebut ketuban atau bukan.Pada saat konsultasi, dokter akan melihat kadar ketuban Anda dan menentukan apakah terlalu rendah atau normal.Semakin awal kondisi air ketuban diidentifikasi, akan semakin besar pula kemungkinan untuk mengantisipasinya.

Komplikasi ketuban pecah dini

Ketuban pecah dini tingkatkan risiko lahir prematur
Ketuban pecah dini tingkatkan risiko lahir prematur
Ada tiga bahaya ketuban pecah dini bagi ibu dan bayi, yaitu:

1. Infeksi selaput pada janin atau chorioamnionitis

Infeksi ini juga meningkatkan penyakit yang berkaitan dengan infeksi, baik pada ibu maupun janin, seperti meningitis, pneumonia, dan sepsis.

2. Tali pusat tertekan

Cairan ketuban yang pecah terlalu dini menyebabkan persediaan ketuban pun berkurang drastis. Hal ini menyebabkan tali pusat pun tertekan janin.Bahkan, tali pusat pun bisa turun menuju vagina. Hal ini menyebabkan otak bayi mengalami cedera hingga kematian bayi.

3. Lahir prematur

Bayi yang lahir secara prematur berisiko mengalami:
  • Kelainan saraf
  • Kesulitan belajar
  • Gangguan pernapasan
  • Hidrosefalus
  • Lumpuh otak
  • Kematian.
Lantas, tentu timbul pertanyaan, "berapa lama bayi bertahan setelah ketuban pecah?"Jawabannya, pada kondisi kehamilan yang normal, bayi akan lahir dalam waktu 24 jam sejak ketuban pecah.Namun, jika ketuban pecah sebelum ibu hamil 23 minggu, organ tubuh, seperti paru-paru, berisiko tidak berkembang dengan sempurna. Hal ini menyebabkan janin tidak bisa bertahan hidup.

Cara mengatasi ketuban pecah dini

Tidur cukup bantu cegah ketuban pecah dini
Ketuban pecah yang terlalu cepat tidak dapat sepenuhnya dicegah, namun hal ini masih bisa diantisipiasi dengan cara menjaga kehamilan sehat, seperti:
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Minum vitamin prenatal
  • Olahraga ibu hamil ringan
  • Menghilangkan kebiasaan buruk
  • Melakukan pemeriksaan prenatal secara rutin
  • Mendapat cukup cairan
  • Tidur yang cukup
  • Menghindari stres
  • Menjaga berat badan
  • Berhenti mengonsumsi alkohol dan rokok
  • Mendapatkan vaksin kehamilan yang dianjurkan.
Menurut penelitian dari Iranian Red Crescent Medical Journal, suplemen vitamin C setelah 14 minggu kehamilan dapat mencegah risiko pada wanita dengan pernah mengalami hal serupa sebelumnya.Riset ini memaparkan, salah satu penyebab ketuban pecah dini adalah adanya masalah pada metabolisme kolagen. Jadi, vitamin C mampu memengaruhi metabolisme kolagen sehingga selaput ketuban pada ibu hamil pun lebih kuat.Oleh karena itu, penyebab ketuban pecah dini pun bisa didapat dari konsumsi vitamin C. Namun, pastikan Anda konsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapat dosis yang pas.

Catatan dari SehatQ

Ketuban pecah dini harus segera disadari. Sebab, hal ini akan menimbulkan risiko yang mengancam jiwa ibu hamil maupun janin yang dikandung.Untuk menjaga agar kehamilan sehat selalu, rutinlah kunjungi dokter kandungan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait penyebab ketuban pecah dini, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
melahirkankehamilanpersalinanmelahirkan normalbayi prematurhamilmasalah kehamilanibu hamil
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000512.htm
Diakses 10 September 2019
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/complications/what-happens-if-my-water-breaks-too-early/
Diakses 10 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/fluid-leakage#1
Diakses 10 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/qa/why-would-my-water-break-early
Diakses 10 September 2019
America Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2006/0215/p659.html
Diakses pada 17 September 2019
NIDDK. https://www.niddk.nih.gov/health-information/weight-management/health-tips-pregnant-women
Diakses pada 23 Juni 2020
Iranian Red Crescent Medical Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3652497/
Diakses pada 10 Maret 2021
Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada. https://www.jogc.com/article/S0849-5831(97)80007-9/pdf
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait