Jangan Sembarangan Minum Obat Muntaber, Ini Penjelasannya

Ada berbagai pilihan obat muntaber untuk mengatasi penyakit itu
Muntaber dapat menyebabkan sakit perut karena diare

Di Indonesia, penyakit gastroenteritis lebih dikenal dengan istilah muntaber (muntah dan berak). Kondisi ini akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya sehingga obat muntaber kadang kala diberikan untuk mengurangi gejalanya.

Muntaber atau gastroenteritis adalah peradangan dan infeksi di saluran pencernaan. Ketika Anda menderita muntaber, ada banyak gejala yang Anda rasakan, tapi yang paling membahayakan memang muntah dan berak (diare) yang berpotensi membuat Anda dehidrasi.

Muntaber bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, racun, parasit, zat kimia, maupun obat-obatan tertentu. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami penyakit yang satu ini.

Penanganan muntaber yang benar

Tidak semua gastroenteritis harus diatasi dengan minum obat muntaber. Bahkan dalam kebanyakan kasus, muntaber disebabkan oleh infeksi virus sehingga akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Penanganan utama yang direkomendasikan untuk penderita muntaber adalah minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Anda dianjurkan minum cairan yang mengandung elektrolit, misalnya minuman kebugaran maupun oralit, tapi konsumsi jus buah atau kaldu pada sayuran berkuah juga diperbolehkan.

Jangan sembarangan mengonsumsi obat antimuntah atau diare sebagai obat muntaber, terutama pada anak. Meminum obat ini tanpa resep dokter hanya akan mengurung virus, bakteri, maupun racun penyebab muntaber di dalam tubuh sehingga dikhawatirkan justru akan memperparah kondisi Anda.

Meskipun demikian, ada beberapa obat muntaber yang cenderung aman digunakan saat Anda menderita gejala muntah dan diare, antara lain:

  • Loperamide (Imodium)

Obat muntaber ini sering disebut sebagai obat diare, namun loperamide hanya meringankan gejala diare, bukan mengobati penyebab diare itu sendiri. Obat ini bekerja dengan memperlambat pergerakan usus sehingga membuat feses lebih padat dan tidak terlalu berair.

  • Bismuth subsalisilate (Bismol)

Obat muntaber ini bisa menghilangkan mual dan diare yang dibarengi dengan demam atau adanya darah maupun lendir pada feses. Bismuth subsalisilate juga bisa mengatasi muntaber akibat infeksi bakteri Heliobacter pylori.

Hanya saja, penggunaan obat ini harus dengan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pasalnya, obat yang mengandung salisilat bisa menimbulkan efek samping berupa pendarahan serius pada pasien yang menderita luka lambung.

Meski bisa dibeli bebas di apotek, jangan berikan berikan obat muntaber di atas pada anak-anak. Satu-satunya obat muntaber anak yang aman hanyalah dengan memberikannya solusi rehidrasi oral alias oralit.

Cairan oralit ini bisa dibuat sendiri dengan mencampur air, gula, dan garam, atau Anda bisa membelinya di apotek terdekat. Tanyakan kepada apoteker atau dokter yang menangani anak Anda tentang tata laksana pemberian oralit ini.

Pada penderita muntaber yang disebabkan oleh infeksi bakteri, pemberian antibiotik dapat dilakukan. Sedangkan obat muntaber jenis lainnya juga bisa diberikan jika Anda didiagnosis mengalami keracunan. Namun, pemberian obat-obatan ini harus dengan pantauan dokter.

Kapan harus menghubungi dokter

Ketika muntaber menimbulkan ketidaknyamanan pada Anda, terutama jika menyebabkan Anda tidak bisa makan dan minum, periksakan diri ke dokter. Jangan tunda untuk pergi ke fasilitas kesehatan terdekat jika:

  • Muntaber terjadi pada anak di bawah 2 tahun yang sudah berlangsung selama 12 jam berturut-turut dan disertai oleh gejala lain, seperti demam, muntah, dan diare
  • Pada anak di atas 2 tahun dan orang dewasa, muntaber sudah berlangsung selama lebih dari 1 hari
  • Muntah dan berak dengan bercak darah
  • Muntaber pada penderita penyakit ginjal, hati, atau jantung yang harus membatasi asupan cairannya
  • Muncul sakit perut parah yang tiba-tiba
  • Muncul gejala dehidrasi.

Jika Anda sudah mencoba pengobatan sendiri, namun tetap tidak sembuh dalam 1 minggu, segera periksakan diri ke dokter. Di rumah sakit, pertolongan pertama pada muntaber yang parah adalah dengan memberi cairan lewat pembuluh darah vena.

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/gastroenteritis
Diakses pada 3 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/gastroenteritis-treatment
Diakses pada 3 Maret 2020

Better Health Victoria State Government. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/gastroenteritis
Diakses pada 3 Maret 2020

NIH. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/viral-gastroenteritis/treatment
Diakses pada 3 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4789-4025/loperamide-oral/loperamide-oral/details
Diakses pada 3 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3596/bismuth-subsalicylate-oral/details
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait