Jangan Sembarang Minum Obat Muntaber Dewasa, Ini Penjelasannya


Obat muntaber dewasa yang paling aman dikonsumsi adalah oralit. Selain itu, ada juga beberapa pilihan obat bebas di apotik maupun resep dari dokter untuk mengatasi kondisi ini.

(0)
03 Mar 2020|Asni Harismi
Hati-hati dalam mengonsumsi obat muntaber dewasaMuntaber dapat menyebabkan sakit perut karena diare
Di Indonesia, penyakit gastroenteritis lebih dikenal dengan istilah muntaber (muntah dan berak). Kondisi ini akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya sehingga obat muntaber kadang kala diberikan untuk mengurangi gejalanya.Muntaber atau gastroenteritis adalah peradangan dan infeksi di saluran pencernaan. Ketika Anda menderita muntaber, ada banyak gejala yang Anda rasakan, tapi yang paling membahayakan memang muntah dan berak (diare) yang berpotensi menyebabkan dehidrasi.Muntaber bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, racun, parasit, zat kimia, maupun obat-obatan tertentu. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami penyakit yang satu ini.

Pilihan obat muntaber dewasa

Penanganan utama yang direkomendasikan untuk penderita muntaber adalah minum banyak cairan, seperti minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Anda dianjurkan minum cairan yang mengandung elektrolit, misalnya minuman kebugaran maupun oralit, tapi konsumsi jus buah atau kaldu pada sayuran berkuah juga diperbolehkan.Jangan sembarangan mengonsumsi obat antimuntah atau diare sebagai obat muntaber, terutama pada anak. Meminum obat ini tanpa resep dokter hanya akan mengurung virus, bakteri, maupun racun penyebab muntaber di dalam tubuh sehingga dikhawatirkan justru akan memperparah kondisi Anda.Meskipun demikian, ada beberapa obat muntaber dewasa yang cenderung aman digunakan saat Anda menderita gejala muntah dan diare, antara lain:
  • Loperamide (Imodium)

Obat muntaber ini sering disebut sebagai obat diare, namun loperamide hanya meringankan gejala diare, bukan mengobati penyebab diare itu sendiri. Obat ini bekerja dengan memperlambat pergerakan usus sehingga membuat feses lebih padat dan tidak terlalu berair.
  • Bismuth subsalisilate (Bismol)

Obat muntaber ini bisa menghilangkan mual dan diare yang dibarengi dengan demam atau adanya darah maupun lendir pada feses. Bismuth subsalisilate juga bisa mengatasi muntaber akibat infeksi bakteri Heliobacter pylori.Hanya saja, penggunaan obat ini harus dengan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Pasalnya, obat yang mengandung salisilat bisa menimbulkan efek samping berupa pendarahan serius pada pasien yang menderita luka lambung.Meski bisa dibeli bebas di apotek, jangan berikan obat muntaber dewasa seperti yang tertulis di atas untuk anak-anak. Satu-satunya obat muntaber anak yang aman hanyalah dengan memberikannya solusi rehidrasi oral alias oralit. Cairan ini juga dapat diberikan pada bayi. Namun, tentunya Anda perlu memerhatikan beberapa hal tentang cara pemberian oralit untuk bayi.Cairan oralit ini bisa dibuat sendiri dengan mencampur air, gula, dan garam, atau Anda bisa membelinya di apotek terdekat. Tanyakan kepada apoteker atau dokter yang menangani anak Anda tentang tata laksana pemberian oralit ini.Pada penderita muntaber yang disebabkan oleh infeksi bakteri, pemberian antibiotik dapat dilakukan. Sedangkan, obat muntaber jenis lainnya juga bisa diberikan jika Anda didiagnosis mengalami keracunan. Namun, pemberian obat-obatan ini harus dengan pantauan dokter.

Bagaimana cara mengatasi muntaber yang benar?

Tidak semua gastroenteritis harus diatasi dengan minum obat muntaber. Bahkan dalam kebanyakan kasus, muntaber disebabkan oleh infeksi virus sehingga akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.Jika Anda mengalami gejala-gejala muntaber, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat Anda lakukan, di samping mengonsumsi obat muntaber, khususnya untuk orang dewasa.
  • Perbanyak waktu untuk beristirahat agar tubuh semakin tidak lemas dan lelah akibat buang air besar dan muntah secara terus menerus.
  • Konsumsi makanan dalam porsi sedikit, namun secara bertahap dengan intensitas waktu makan lebih sering.
  • Hindari makanan dengan bumbu yang terlalu kuat dan pilih makanan yang mudah dicerna, seperti buah pisang.
Sebagai tambahaan, menurut ahli, Anda juga perlu memerhatikan kebiasaan sehari-hari untuk mencegah diare, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, masak makanan secara matang, dan juga cuci buah serta sayuran sebelum dikonsumsi atau diolah.

Kapan harus menghubungi dokter?

Ketika muntaber menimbulkan ketidaknyamanan pada Anda, terutama jika menyebabkan Anda tidak bisa makan dan minum, periksakan diri ke dokter. Jangan tunda untuk pergi ke fasilitas kesehatan terdekat jika:
  • Muntaber terjadi pada anak di bawah 2 tahun yang sudah berlangsung selama 12 jam berturut-turut dan disertai oleh gejala lain, seperti demam, muntah, dan diare
  • Pada anak di atas 2 tahun dan orang dewasa, muntaber sudah berlangsung selama lebih dari 1 hari
  • Muntah dan berak dengan bercak darah
  • Muntaber pada penderita penyakit ginjal, hati, atau jantung yang harus membatasi asupan cairannya
  • Muncul sakit perut parah yang tiba-tiba
  • Muncul gejala dehidrasi.
Jika Anda sudah mengonsumsi obat muntaber dewasa dan melakukan perawatan secara mandiri, namun tetap tidak sembuh dalam 1 minggu, segera periksakan diri ke dokter. Di rumah sakit, pertolongan pertama pada muntaber yang parah adalah dengan memberi cairan lewat pembuluh darah vena.
diaremuntahgastroenteritis
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/gastroenteritis
Diakses pada 3 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/gastroenteritis-treatment
Diakses pada 3 Maret 2020
Better Health Victoria State Government. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/gastroenteritis
Diakses pada 3 Maret 2020
NIH. https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/viral-gastroenteritis/treatment
Diakses pada 3 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4789-4025/loperamide-oral/loperamide-oral/details
Diakses pada 3 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3596/bismuth-subsalicylate-oral/details
Diakses pada 3 Maret 2020
Cleaveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12418-gastroenteritis
Diakses pada 24 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait