Jangan Sembarangan Minum Antibiotik untuk Batuk, Begini Petunjuknya

(0)
29 Jun 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Batuk tidak boleh ditangani sembarangan dengan antibiotik untuk batukSeorang wanita sedang batuk
Jangan sembarangan mengonsumsi obat saat flu dan batuk, apalagi sampai minum antibiotik. Antibiotik untuk batuk hanya disarankan dalam kondisi tertentu, itupun harus dengan rekomendasi dan pengawasan dokter.Antibiotik merupakan obat yang digunakan dokter untuk membunuh bakteri yang mengakibatkan penyakit di tubuh Anda. Sementara itu, mayoritas batuk disebabkan oleh virus sehingga pemberian antibiotik tidak akan menyembuhkan kondisi Anda, malah justru bisa memperparah kesehatan Anda secara keseluruhan.Batuk yang disebabkan oleh virus biasanya akan sembuh sendiri dalam kurun waktu 2-3 minggu. Ketika batuk berlangsung lebih dari itu plus disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian antibiotik untuk batuk.

Batuk seperti apa yang bisa ditangani dengan antibiotik?

Seperti disebutkan di atas, antibiotik hanya boleh diminum bila batuk Anda disebabkan oleh infeksi bakteri. Nah, diagnosis tersebut hanya bisa ditegakkan setelah pemeriksaan dokter sehingga Anda tidak boleh membeli antibiotik tanpa resep, meski mereka dijual bebas dengan harga yang relatif terjangkau.Dokter akan meresepkan antibiotik untuk batuk jika:
  • Batuk Anda tidak mereda dalam 14 hari
  • Muncul gejala infeksi sinus akibat bakteri yang tidak membaik dalam 10 hari, atau membaik dalam waktu singkat kemudian kembali memburuk
  • Anda mengalami batuk rejan (pertusis) atau batuk karena pneumonia yang diakibatkan oleh infeksi bakteri
  • Anda mengalami batuk yang disertai keluarnya lendir berwarna hijau kekuningan dan demam lebih dari 38,9 derajat Celcius selama beberapa hari berturut-turut.
Jika batuk disertai demam 38 derajat Celcius atau terjadi pada bayi yang berusia di bawah 3 bulan, segera periksakan ia ke dokter. Bayi yang masih berusia sangat muda mungkin mengalami infeksi serius yang mengharuskan pemberian antibiotik untuk batuk.Ketika dokter meresepkan antibiotik untuk batuk Anda, ia biasanya akan memberi tahu diagnosis penyakit yang Anda alami. Sangat penting bagi Anda untuk meminum antibiotik sesuai resep, mulai dari banyaknya dosis hingga durasi meminum obat yang harus Anda lakukan.Jika masih ada antibiotik yang tersisa, antibiotik tidak boleh disimpan untuk mengobati batuk Anda di kemudian hari. Anda juga tidak boleh berbagi antibiotik dengan orang lain maupun meminum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain demu menghindari efek buruk penyalahgunaan antibiotik.

Efek buruk penyalahgunaan antibiotik untuk batuk

Jika Anda sering menggunakan antibiotik, bakteri akan ‘beradaptasi’ dengan obat tersebut. Jadi ketika Anda terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri, kemudian benar-benar minum antibiotik, obat tersebut tidak akan manjur dan Anda dikatakan mengalami resistensi antibiotik.Antibiotik juga memiliki efek samping, seperti mengakibatkan pusing, mual dan muntah, infeksi ragi, hingga diare. Dalam kasus yang lebih serius, antibiotik dapat mengakibatkan munculnya reaksi alergi, kesulitan bernapas, serta kerusakan usus.

Penanganan batuk yang tepat

Batuk yang bandel memang menyebalkan, namun bukan berarti Anda bisa langsung meminum antibiotik untuk batuk tanpa resep dokter. Meski batuk akan sembuh sendiri, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh batuk, seperti:

1. Minum obat batuk

Obat batuk yang disarankan adalah obat yang mengandung guaifenesin atau antitusif dextromethorphan. Namun, obat ini hanya boleh diminum oleh orang dewasa atau anak-anak yang berusia di atas 12 tahun.

2. Minum madu

Madu terbukti efektif meredakan batuk yang menyerang saluran pernapasan, salah satunya dengan mengurangi frekuensi maupun keparahan batuk itu sendiri. Tetapi, minum madu hanya dianjurkan untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 5 tahun, sedangkan bayi yang berusia di bawah 1 tahun sangat tidak dianjurkan untuk diberi madu.

3. Konsumsi pereda nyeri tenggorokan

Anda bisa mengonsumsi permen pereda nyeri tenggorokan untuk melegakan jalan napas. Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengonsumsi minuman hangat, termasuk air rebusan jahe.Beberapa tips berikut juga dapat dilakukan untuk meringankan batuk maupun rasa sulit bernapas tanpa harus mengonsumsi antibiotik untuk batuk, yaitu:
  • Minum banyak air putih agar Anda tidak dehidrasi dan kekentalan lendir berkurang
  • Hidup atau mandi air hangat untuk mengencerkan dahak, tapi jangan lakukan ini bila batuk Anda disebabkan oleh asma
  • Berkumur dengan air garam untuk mengencerkan dahak
  • Gunakan bantal lebih tinggi agar Anda bisa tidur lebih nyenyak
  • Jangan merokok.
Bila tips di atas tidak juga meredakan batuk, periksakan kondisi Anda ke dokter. Jika dokter meresepkan antibiotik untuk batuk, ikuti petunjuk dokter dan jauhi pantangan yang diberikan bila ada.
antibiotikbatuk
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/antibiotics-colds
Diakses pada 13 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/cough
Diakses pada 13 Juni 2020
Healthy Children from the AAP. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-home/medication-safety/Pages/Antibiotics-for-a-Sore-Throat-Cough-or-Runny-Nose.aspx
Diakses pada 13 Juni 2020
NHS. https://www.nhs.uk/news/heart-and-lungs/honey-not-antibiotics-recommended-coughs/
Diakses pada 13 Juni 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/how_to_stop_coughing/article.htm
Diakses pada 13 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait