logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Jangan Sembarangan Minum Antibiotik untuk Batuk, Begini Petunjuknya

open-summary

Antibiotik umumnya digunakan untuk mengobati batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Minum antibiotik sembarangan akan meningkatkan risiko resistensi antibiotik sehingga akan menyulitkan pengobatan penyakit yang memang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.


close-summary

15 Jun 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

antibiotik untuk batuk

Untuk mengobati batuk, perhatikan penggunaan obat yang tepat

Table of Content

  • Bolehkah mengobati batuk dengan antibiotik?
  • Batuk seperti apa yang memerlukan antibiotik?
  • Efek buruk penyalahgunaan antibiotik untuk batuk
  • Cara mengobati batuk yang tepat

Dalam kondisi tertentu, Anda boleh saja mengonsumsi obat batuk yang dijual di apotek, seperti obat untuk batuk kering dan batuk berdahak. Namun, hindari minum antibiotik untuk mengatasi batuk, karena tidak boleh sembarangan mengonsumsinya tanpa resep dan pengawasan dokter.

Advertisement

Simak penjelasan lengkapnya mengenai penggunaan antibiotik untuk batuk dalam artikel ini.

Bolehkah mengobati batuk dengan antibiotik?

Saat batuk, Anda tak boleh sembarangan mengobatinya dengan minum antibiotik. Antibiotik adalah obat yang digunakan dokter untuk batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Sementara itu, umumnya, penyebab batuk adalah infeksi virus. 

Mengutip NHS, antibiotik tidak akan bekerja untuk infeksi virus, seperti pilek, flu, kebanyakan batuk, dan sakit tenggorokan. Itu sebabnya, minum antibiotik untuk batuk akibat infeksi virus tidak akan menyembuhkan batuk Anda.

Minum antibiotik sembarangan justru bisa mengakibatkan beberapa efek samping, seperti ruam, pusing, mual, diare, infeksi jamur, reaksi alergi yang mengancam jiwa, hingga resistensi antibiotik. Akibatnya, Anda mungkin membutuhkan obat yang lebih kuat untuk mengobati infeksi bakteri karena tak lagi mempan.

Batuk yang disebabkan oleh virus biasanya dapat sembuh sendiri dalam kurun waktu 2-3 minggu. Dalam kurun waktu itu, Anda bisa mengonsumsi obat batuk di apotek yang dijual secara bebas untuk meredakan gejalanya.

Ketika batuk berlangsung lebih dari itu dan disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian antibiotik khusus seusai penyebabnya.

Baca Juga

  • Langkah Pertolongan Pertama Sesak Napas, untuk Diri Sendiri dan Orang Lain
  • Mengenal BPPV, Penyebab Vertigo Kambuh yang Perlu Diwaspadai
  • Sederet Bahaya Buah Melon yang Dapat Mengganggu Kesehatan Anda

Batuk seperti apa yang memerlukan antibiotik?

Seperti penjelasan sebelumnya, antibiotik hanya diberikan untuk mengatasi batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain itu, antibiotik merupakan obat yang harus dibeli dengan resep dokter, sehingga Anda membutuhkan konsultasi dokter.

Berikut adalah beberapa kondisi batuk yang mungkin perlu pengobatan antibiotik sesuai anjuran dokter, seperti:

  • Batuk tidak mereda dalam 14 hari
  • Muncul gejala infeksi sinus akibat bakteri yang tidak membaik dalam 10 hari atau memburuk
  • Mengalami batuk rejan (pertusis)
  • Batuk pneumonia yang penyebabnya infeksi bakteri
  • Antibiotik untuk batuk berdahak hijau disertai demam lebih dari 38,9 derajat Celcius selama beberapa hari

Jika batuk disertai demam 38 derajat Celcius terjadi pada bayi yang berusia di bawah 3 bulan, segera bawa ke dokter.

Bayi mungkin saja mengalami infeksi serius yang harus mendapatkan pengobatan antibiotik untuk batuk.

Ketika dokter meresepkan antibiotik untuk mengatasi batuk, ia biasanya akan memberi tahu diagnosis penyakit yang Anda alami. Sangat penting bagi Anda untuk minum antibiotik sesuai resep, mulai dari dosis hingga jangka waktunya.

Pastikan Anda meminum antibiotik sesuai dengan anjuran dokter. Jangan menghentikan pengobatan sekalipun sudah merasa membaik apabila dokter tidak menyarankan demikian.

Efek buruk penyalahgunaan antibiotik untuk batuk

Jika Anda sering menggunakan golongan antibiotik tanpa resep, bakteri akan ‘beradaptasi’ dengan obat tersebut.

Jadi, ketika mengalami penyakit yang disebabkan oleh bakteri, obat antibiotik tersebut mungkin saja tidak akan manjur, karena Anda mengalami resistensi antibiotik.

Akibatnya, Anda akan membutuhkan obat yang lebih kuat, sehingga risiko efek samping juga akan meningkat.

Antibiotik juga memiliki efek samping, seperti mengakibatkan pusing, mual dan muntah, infeksi ragi, hingga diare. Dalam kasus yang lebih serius, efek lainnya adalah reaksi alergi, kesulitan bernapas, serta kerusakan usus.

Cara mengobati batuk yang tepat

Batuk yang tak kunjung hilang bisa mengganggu dan membuat Anda tidak nyaman. Namun, bukan berarti Anda bisa langsung minum antibiotik untuk batuk pilek tanpa resep dokter.

Meskipun sebagian batuk bisa sembuh sendiri, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi dan meredakan batuk, di antaranya adalah:

1. Minum obat batuk

Obat batuk yang disarankan adalah obat yang mengandung guaifenesin atau antitusif dextromethorphan. Namun, obat ini hanya boleh diminum oleh orang dewasa atau anak-anak yang berusia di atas 12 tahun.

2. Minum madu

Madu menjadi salah satu obat batuk alami yang terbukti efektif meredakan batuk yang menyerang saluran pernapasan, yaitu dengan mengurangi frekuensi maupun keparahannya.

Alasannya, karena ada kandungan dalam madu yang dapat menenangkan. Akan tetapi, madu hanya dianjurkan untuk orang dewasa dan anak di atas usia 5 tahun, sedangkan bayi  1 tahun sangat tidak dianjurkan.

3. Konsumsi pelega tenggorokan

Anda bisa mengonsumsi permen pelega tenggorokan untuk membantu melegakan jalan napas serta meredakan batuk kering. Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengonsumsi minuman hangat, termasuk air rebusan jahe.

Beberapa tips berikut juga dapat dilakukan untuk meringankan batuk tanpa harus mengonsumsi antibiotik, yaitu:

  • Minum banyak air putih agar tidak dehidrasi dan mengurangi lendir
  • Hirup uap panas atau mandi air hangat untuk mengencerkan dahak, tapi hindari jika batuk disebabkan asma
  • Berkumur dengan air garam untuk mengencerkan dahak
  • Gunakan bantal lebih tinggi agar Anda bisa tidur lebih nyenyak
  • Jangan merokok

Apabila tips di atas tidak juga meredakan batuk, periksakan kondisi Anda ke dokter. Jika dokter meresepkan antibiotik untuk batuk, ikuti petunjuk dokter dan jauhi pantangan yang diberikan bila ada.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai penggunaan antibiotik untuk batuk pilek? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

antibiotikbatukpenyakitinfeksi saluran pernapasan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved