Jangan Sembarangan Disentuh, Ini Cara Tepat Merawat Luka Bekas Tindik Telinga

(0)
25 May 2020|Azelia Trifiana
TIndik telinga oleh ahlinya mengurangi risiko luka bernanahTindik telinga haruslah dilakukan oleh ahlinya untuk mencegah luka
Pada beberapa orang, melakukan tindik telinga bisa menimbulkan “masalah” baru. Terutama, ketika bekas tindik menimbulkan luka hingga infeksi. Idealnya, kulit bisa mereda dengan sendirinya lewat terbentuknya kolagen. Namun, perlu penanganan medis jika sudah menunjukkan gejala infeksi.Beberapa gejala infeksi pada luka bekas tindik telinga seperti keluarnya nanah, sensasi gatal dan terbakar, nyeri seperti ditusuk-tusuk, kemerahan dan bengkak, berdarah, atau area luka semakin luas.

Bekas luka tindik telinga hipertrofik

Berbeda dengan keloid, salah satu bekas luka tindik telinga yang umum terjadi disebut hipertrofik. Bentuknya lebih tebal dari luka biasa, dengan ciri-ciri:
  • Luka berukuran kurang dari 4 mm
  • Luka terasa keras
  • Luka berwarna kemerahan
Bagi orang yang memiliki jenis luka ini, sensasinya bisa terasa gatal hingga nyeri. Namun setelah beberapa waktu, bekas luka hipertrofik akan menyusut dengan sendirinya. Jenis luka ini paling sering terjadi di bekas tindik telinga dan hidung.

Mengapa luka bekas tindik telinga muncul?

Idealnya, ketika tubuh mengalami luka seperti bekas tindik telinga, maka tubuh akan memproduksi protein kolagen. Ibaratnya, kolagen adalah struktur yang menyusun kulit termasuk saat pemulihan.Namun ketika sel tubuh menghasilkan terlalu banyak kolagen, bisa muncul luka hipertrofik yang mengeras. Faktor lain seperti genetik, jenis kulit, usia, dan lainnya juga perlu diperhitungkan.Beberapa alasan yang menyebabkan munculnya luka bekas tindik telinga adalah:
  • Trauma fisik

Infeksi dan peradangan bisa menyebabkan sel memproduksi terlalu banyak kolagen. Ini bisa terjadi apabila luka bekas tindik telinga terlalu sering disentuh saat masa pemulihan. Padahal, tangan yang digunakan untuk menyentuh belum tentu benar-benar bersih.
  • Iritasi bahan kimia

Produk kosmetik atau perawatan tubuh yang mengenai area bekas tindik telinga juga bisa menimbulkan iritasi. Contohnya makeup, hair spray, atau sampo. Untuk itu, sebaiknya hindari penggunaan produk yang beraroma terlalu kuat ketika baru melakukan tindik telinga.
  • Perhiasan yang digunakan

Jenis perhiasan yang digunakan juga bisa berpengaruh terhadap luka tindik telinga. Contohnya ada orang yang langsung mengalami alergi ketika memakai anting-anting dari bahan bukan emas. Untuk itu, ketahui terlebih dahulu bagaimana reaksi kulit ketika terkena bahan perhiasan tertentu.

Cara perawatan luka bekas tindik telinga

Luka setelah melakukan tindik telinga bisa muncul di hari yang sama atau beberapa hari kemudian. Indikasinya adalah telinga tampak kemerahan, mengeluarkan cairan, terasa nyeri, dan ada sensasi gatal.Jika ini terjadi, beberapa cara perawatan yang tepat adalah:

1. Tidak melepaskan perhiasan

Tentu ketika mengalami luka, ada godaan untuk melepaskan perhiasan berupa anting-anting agar luka tidak semakin memburuk. Namun, jangan lakukan hal ini sendirian. Periksakan pada dokter atau ahlinya dan biarkan mereka melepasnya di waktu yang tepat.

2. Tidak menyentuh

Godaan lain yang ingin dilakukan ketika mengalami luka bekas tindik telinga adalah menyentuh area yang mengalami luka. Jangan lakukan ini karena berisiko memperburuk infeksi yang terjadi. Belum tentu pula tangan yang digunakan untuk menyentuh luka benar-benar steril.

3. Jaga kelembapan

Meskipun menyentuh sangat tidak disarankan, namun boleh saja menjaga kelembapan kulit dengan memberikan minyak tertentu seperti minyak vitamin E atau minyak zaitun. Namun jika belum yakin atau terbiasa menggunakan minyak seperti ini, konsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya.

4. Mengganti perhiasan

Apabila luka bekas tindik telinga terjadi karena jenis perhiasan yang digunakan, maka pertimbangkan untuk mengganti dengan bahan lain. Tujuannya untuk menghindari reaksi alergi berkepanjangan. Meski demikian, prosedur penggantian perhiasan ini sebaiknya hanya dilakukan oleh ahlinya.Utamanya pada luka bekas tindik telinga hipertrofik, risiko terjadinya komplikasi sangat kecil. Hanya saja, proses hingga luka hipertrofik benar-benar matang memerlukan waktu yang cukup lama. Tetap sabar dan jangan terlalu sering menyentuh area luka.Namun jika luka bekas tindik telinga menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas, segera konsultasikan pada ahlinya. Dokter akan melihat apakah terjadi infeksi, seberapa parah, dan kapan langkah penanganan yang tepat.
hidup sehatkeloidpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/hypertrophic-scar-piercing
Diakses 10 Mei 2020
Bustle. https://www.bustle.com/articles/103430-7-ways-to-close-a-piercing-properly-with-as-little-scarring-as-possible
Diakses 10 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/keloid-ear
Diakses 10 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait