Jangan Sembarang Obat, Ini Cara Mengobati Sakit Kepala yang Tepat

Ada macam-macam jenis sakit kepala seperti migrain, sakit kepala cluster, maupun sakit kepala seperti tertekan
Jenis sakit kepala yang berbeda membutuhkan obat yang berbeda pula

Ketika sakit kepala terjadi, cara mengobati sakit kepala seperti apa yang selalu Anda lakukan? Jika jawabannya adalah obat yang selalu sama, bisa jadi hal itu tidaklah efektif.

Langkah pertama yang perlu dilakukan ketika Anda merasa sakit kepala adalah menentukan jenis sakit kepala yang terjadi. Meskipun rasa sakitnya sama-sama di kepala, jenisnya bisa saja berbeda.

Bagaimana cara menentukannya? Ketahui betul gejala dan tanda-tandanya. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui apa hal yang mungkin menjadi pemicu sakit kepala.

Cara mengobati sakit kepala

Anda perlu tahu betul pengobatan apa yang tepat untuk jenis sakit kepala yang dialami. Jangan sampai Anda mengonsumsi obat namun ternyata salah sasaran.

Langkah terbaik adalah berkonsultasi kepada dokter dengan menceritakan gejala dan pemicu yang dicurigai. Setelah itu, barulah bisa dirumuskan jenis pengobatan yang tepat.

Berikut ini beberapa cara mengobati sakit kepala berdasarkan jenisnya. Namun yang perlu diingat, beberapa dari obat tidak dapat dibeli secara bebas di apotek. Kunjungi dokter untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.

1. Sakit kepala terasa tertekan (tension-type headaches)

Ini adalah jenis sakit kepala yang paling umum terjadi. Gejalanya adalah kepala seperti tertekan di kedua sisi atau di belakang kepala dan leher terasa tegang. Sakit kepala ini terjadi sesekali dan bisa terjadi 15 hari hingga satu bulan.

Sakit kepala ini bisa diobati dengan obat-obat yang dijual bebas, seperti:

2. Migrain

Migrain juga salah satu jenis sakit kepala yang sering terjadi. Potensinya tiga kali lipat lebih sering dibandingkan dengan pria.

Penderitanya bisa merasakan mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, dan bisa terjadi selama 4 hingga 72 jam.

Untuk meredakannya, Anda bisa beristirahat di ruangan yang gelap dan hening. Selain itu, kompres kepala dan leher dengan air hangat atau air dingin.

Pengobatannya bisa menggunakan:

  • Ibuprofen
  • Acetaminophen
  • Triptans
  • Metoprolol
  • Propranolol (obat tekanan darah)
  • Inderal
  • Amitriptyline
  • Divalproex
  • Topiramate (obat anti-kejang)

3. Sakit kepala cluster

Untuk sakit kepala jenis ini, dokter akan merekomendasikan menghirup oksigen untuk meredakan rasa nyeri. Selain itu, pengobatannya juga bisa lewat:

4. Sakit kepala karena sinus

Untuk infeksi bakteri karena sinus, dekongestan dan antibiotik bisa menjadi pilihan yang tepat. Jika disebabkan oleh peradangan karena alergi, obat alergi dan antiinflamasi akan diresepkan oleh dokter.

Jenis sakit kepala

Ada beberapa jenis sakit kepala yang mungkin terjadi pada manusia, mulai dari yang ringan hingga yang paling kronis. Secara garis besar, hal ini bisa dibedakan menjadi:

  • Sakit kepala primer

Sakit kepala yang terjadi karena aktivitas berlebihan dan gaya hidup. Jenis yang paling sering terjadi adalah migrain, sakit kepala cluster, sakit kepala tegang, hingga trigeminal autonomic cephalalgia.

  • Sakit kepala sekunder

Sakit kepala sekunder terjadi karena kondisi medis lain seperti cedera pada kepala. Ada banyak kemungkinannya seperti sinus akut, gumpalan darah di otak, tumor otak, keracunan karbon monoksida, gegar otak, dehidrasi, tekanan darah tinggi, flu, dan banyak lagi lainnya.

Selain kedua jenis sakit kepala di atas, ada juga sakit kepala yang terjadi karena penggunaan obat yang berlebihan sedikitnya selama tiga bulan. Sakit kepala jenis ini bisa terjadi selama 15 hari hingga satu bulan penuh.

Hindari pemicu sakit kepala 

Selain mengetahui cara mengobati sakit kepala yang efektif, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah menghindari hal-hal yang memicu sakit kepala.

Beberapa hal berikut ini dapat menyebabkan sakit kepala:

  • Menderita penyakit lain seperti radang tenggorokan, pilek, demam, infeksi, sinusitis, dan sebagainya
  • Stres
  • Terpapar asap rokok dan polusi
  • Perubahan pola tidur
  • Posisi duduk yang salah (terutama para pekerja kantoran)
  • Postur yang buruk
  • Mengonsumsi alkohol dan kafein
  • Aktivitas fisik yang berlebihan

Pemicu ini bisa diketahui dengan mengingat-ingat apa yang Anda konsumsi atau lakukan sebelum sakit kepala terjadi.

Bila sakit kepala terus berulang dan terasa mengganggu, sebaiknya segera temui dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-daily-headaches/in-depth/headaches/art-20047375
Diakses 18 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320767.php
Diakses 18 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/migraines-headaches/understanding-headache-treatment-medref#1
Diakses 18 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed