Jangan Sampai Kekurangan Vitamin D, Kenali Penyebab dan Bahayanya

Hindari kekurangan vitamin D dengan memastikan asupannya yang cukup
Vitamin D bisa didapatkan secara alami dari beragam bahan makanan

Vitamin D termasuk salah satu jenis vitamin yang sangat penting bagi tubuh. Vitamin ini membantu tubuh dalam mempertahankan kesehatan tulang serta menjaga fungsi otak, sistem imun, dan saraf.

Namun banyak orang yang menyepelekan kebutuhan vitamin ini, sehingga kekurangan vitamin D bisa saja terjadi. Kondisi defisiensi vitamin D tidak hanya bisa dialami oleh bayi dan anak-anak, tetapi orang dewasa.

Penyebab kekurangan vitamin D bisa bermacam-macam. Bila terjadi secara berkepanjangan, kondisi ini dapat berujung pada berbagai gangguan kesehatan.

Kekurangan vitamin D bisa terjadi karena hal-hal ini

Sesuai namanya, kekurangan vitamin D adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak cukup mendapatkan asupan vitamin tersebut. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengalami defisiensi vitamin D. Berikut penjelasannya:

1. Kurang paparan sinar matahari

Tubuh akan membentuk vitamin D dengan bantuan sinar matahari, yang diserap melalui kulit. Bagi Anda yang banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan kurang terpapar sinar matahari, mungkin saja berisiko mengalami defisiensi vitamin D. 

Sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah pada pukul 11 hingga 3 sore. Jam-jam ini dianggap sebagai waktu yang tepat memperoleh manfaat sinar matahari tanpa mempertinggi risiko bahaya paparan sinar ultraviolet.

Durasi berjemur yang dianjurkan memang tidak ada. Tapi usahakan agar Anda tidak berada di bawah sinar matahari dalam waktu terlalu lama. Apa alasannya?

Paparan cahaya mentari berlebihan bisa membuat kulit terbakar dan mempertinggi risiko kanker kulit. Terutama jika Anda tidak memakai tabir surya.

2. Memiliki kulit berwarna gelap

Pembentukan vitamin D juga dipengaruhi oleh melanin pada kulit. Melanin adalah bagian yang memberikan warna di kulit.

Semakin gelap warna kulit seseorang, penyerapan sinar matahari guna membentuk vitamin D akan semakin sedikit. Sejumlah penelitian pun menunjukkan bahwa kalangan lanjut usia (lansia) yang berkulit lebih gelap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami defisiensi vitamin D. 

3. Mengalami gangguan penyerapan vitamin D

Beberapa gangguan kesehatan tertentu dapat memengaruhi kemampuan usus dalam menyerap vitamin D yang berasal dari makanan. Misalnya, pada pengidap penyakit Crohn, fibrosis kistik, dan penyakit Celiac.

4. Mengalami obesitas

Orang dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih cenderung mengalami kadar vitamin D yang rendah. Kenapa?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan berkaitan dengan kadar vitamin D yang rendah. Hal ini mungkin disebabkan oleh kelebihan lemak yang memengaruhi proses penyerapan vitamin D dalam tubuh. 

5. Pengaruh usia

Seiring bertambahnya usia seseorang, kemampuan tubuhnya dalam menyerap vitamin D akan berkurang. Karena itu, defisiensi vitamin D lebih berisiko dialami oleh kalangan lanjut usia (lansia). 

Faktor-faktor penyebab defisiensi vitamin D tersebut memang ada yang bisa dihindari dan tidak. Alangkah baiknya bila Anda sebisa mungkin mengendalikan faktor risiko yang bisa diperbaiki. Pasalnya, kekurangan vitamin D dalam jangka panjang tentu tidak bagi bagi kesehatan.

Ini bahaya kekurangan vitamin D

Meski terdengar sepele, kekurangan vitamin D yang terjadi berkepanjangan dapat memengaruhi kondisi tubuh dan organ di dalamnya. Mudah lelah, sering sakit, nyeri tulang atau pegal-pegal, luka sulit sembuh, dan depresi termasuk beberapa gejala defisiensi vitamin D. 

Bila berlangsung terus-menerus, defisiensi vitamin D yang parah bisa mengakibatkan beberapa gangguan kesehatan di bawah ini:

  • Rakitis

Rakitis adalah kondisi kesehatan yang menyerang anak-anak. Penyakit ini menyebabkan tulang menjadi lunak, mengalami pembengkokan, dan penebalan.

Penyakit rakitis ditandai dengan kemampuan motorik dan pertumbuhan yang terhambat, sakit pada tulang belakang, kaki, dan panggul, serta kelemahan pada otot.

  • Osteoporosis

Vitamin D adalah salah satu zat pembentuk tulang. Kekurangan vitamin ini tentu dapat menimbulkan berbagai masalah pada tulang, salah satunya osteoporosis.

Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan penurunan jumlah mineral, sehingga kepadatan tulang akan berkurang. Tulang pun menjadi rapuh, mempunyai postur yang buruk, dan mudah patah. 

  • Demensia

Sebuah studi dalam jurnal Neurology menyatakan bahwa kondisi kekurangan vitamin D tingkat sedang dan parah pada kalangan lansia, dapat meningkatkan risiko demensia hingga dua kali lipat.

Demensia adalah penyakit yang menyerang kemampuan otak, sehingga membuat penderitanya mengalami penurunan kemampuan berpikir atau menjadi pikun

  • Skizofrenia

Sebuah studi menyebutkan bahwa seseorang yang mengalami kekurangan vitamin D berisiko lebih tinggi untuk mengidap skizofrenia. Gangguan kejiwaan ini ditandai dengan gejala halusinasi dan kecenderungan menarik diri dari masyarakat. 

  • Risiko penyakit jantung

Memiliki kadar vitamin D yang rendah juga disebut berkaitan dengan penyakit jantung. Mulai dari hipertensi, aterosklerosis, diabetes, dan stroke. Pendapat ini diperkuat oleh suatu penelitian yang dimuat dalam jurnal Circulation Research.

Menilik penjelasan di atas, sudah jelas bahwa bahaya kekurangan vitamin D tidak boleh dianggap remeh. Anda perlu memastikan bahwa tubuh Anda mendapatkan asupan vitamin ini dalam jumlah yang cukup.

Memenuhi kebutuhan vitamin D bisa dilakukan dengan mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup serta mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D (seperti minyak ikan, salmon, tuna, jamur, kuning telur, dan hati sapi).

Namun ingatlah bahwa Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dulu jika ingin mengubah pola makan maupun menjalani penanganan tertentu. Dengan ini, langkah pencegahan dan pengobatan kekurangan vitamin D yang Anda lakukan tidak sia-sia.

WebMD. https://www.webmd.com/diet/guide/vitamin-d-deficiency#1
Diakses pada 18 September 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/news/illnesses-linked-vitamin-d-deficiency/
Diakses pada 18 September 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318060.php
Diakses pada 18 September 2019

Health. https://www.health.com/health/gallery/0,,20504538,00.html?slide=93594#93594
Diakses pada 18 September 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000490.htm
Diakses pada 18 September 2019

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/how-to-get-vitamin-d-from-sunlight/
Diakses pada 20 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed