Jangan Salah, Penderita Astigmatisme Juga Bisa Pakai Softlens Silinder

Softlens silinder atau toric contact lenses dapat membantu penderita astigmatisme untuk dapat melihat dengan jelas
Softlens silinder memiliki kemampuan meridian yang berbeda dengan softlens untuk penderita rabun jauh dan dekat

Seringkali penderita kelainan refraksi astigmatisme atau silinder merasa tidak bisa terbantu dengan memakai softlens silinder. Padahal, sudah banyak pilihan softlens silinder yang bisa membantu orang dengan astigmatisme bisa melihat dengan jelas.

Sebutan untuk softlens silinder adalah toric contact lenses yang berbeda dengan softlens biasa. Untuk softlens biasa, fungsinya adalah membantu penderita kelainan refraksi miopi (rabun jauh) atau hipermetropi (rabun dekat).

Perbedaan dengan softlens biasa

Tentunya, jenis lensa dalam softlens silinder berbeda dengan softlens biasa (spherical). Perbedaan utamanya ada pada:

  • Berbeda fungsi

Softlens silinder punya kemampuan meridian berbeda untuk membantu orang dengan kelainan refraksi astigmatisme. Kemampuan softlens ini berada di meridian berbeda dengan softlens untuk rabun jauh atau rabun dekat.

  • Desain

Selain fungsi, softlens silinder juga memiliki fitur yang memungkinkan lensa berputar ke orientasi yang tepat di kornea. Dengan demikian, kekuatan meridian lensa selaras dengan meridian mata dan objek bisa terlihat dengan jelas.

  • Harga

Dengan fitur yang lebih lengkap dan kompleks, umumnya softlens silinder dijual lebih mahal ketimbang softlens biasa. Harga ini bisa bervariasi bergantung pada desain dan material lensa. Tempat membeli softlens juga menentukan harga jualnya.

Mengingat kondisi mata dengan astigmatisme unik, tentu perlu lebih dari satu pasang softlens silinder sebelum menemukan mana yang paling nyaman dan jelas. Biasanya, ada beberapa merek softlens silinder dengan spesifikasi berbeda-beda.

Rigid gas permeable, softlens silinder yang juga populer

Selain softlens silinder toric, ada juga yang disebut dengan rigid gas permeable (RGP/GP). Pada banyak kasus, softlens silinder jenis ini dapat mengatasi astigmatisme tanpa harus didesain seperti softlens toric.

Hal ini memungkinkan karena gas permeable softlens lebih kaku ketika menempel di mata. Jadi, cara kerjanya berbeda dengan softlens silinder lain yang menyesuaikan dengan bentuk kornea yang tidak teratur. 

Bagian permukaan softlens GP ini membantu kornea dengan cara membengkokkan arah cahaya yang masuk ke mata. Artinya, lensa tak perlu berotasi seperti halnya softlens silinder toric.

Banyak penderita astigmatisme merasa penglihatannya lebih tajam ketika menggunakan softlens GP dibandingkan dengan softlens silinder toric. Namun mengingat bentuknya lebih kaku, tentu waktu adaptasi bagi yang belum terbiasa mungkin lebih lama. 

Mana yang lebih baik, kacamata atau softlens silinder?

Tentu orang yang memiliki kelainan refraksi mata juga mempertimbangkan mana yang lebih baik, memakai kacamata atau softlens? Pertimbangannya banyak, mulai dari penampilan, aktivitas, dan kebutuhan lainnya.

Pada kelainan refraksi astigmatisme, kornea berbentuk lebih oval seperti football, bukan bulat seperti basketball. Jika tingkat astigmatisme masih rendah, softlens GP saja cukup untuk mengatasinya.

Apabila tingkatnya menengah, alternatifnya bisa memakai softlens silinder toric. Tujuannya agar softlens bisa menyesuaikan posisi kornea mata. Namun tentu saja, hal ini tidak mutlak dan perlu pemeriksaan lebih lanjut.

Pada kasus astigmatisme yang cukup parah, softlens silinder juga masih bisa jadi pilihan. Ada pilihan lensa hybrid yang bisa membantu melihat dengan jelas namun tetap mengutamakan rasa nyaman dan stabilitas.

Artinya, bagi orang dengan astigmatisme dan merasa lebih nyaman memakai softlens silinder, tak ada masalah untuk beralih dari kacamata biasa. Preferensi ini kembali pada setiap orang. Softlens memang lebih nyaman untuk mobilitas sehari-hari, namun perawatannya harus lebih detail.

Selain itu, harga kacamata silinder juga cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan softlens silinder. Hal yang terpenting adalah tidak membiarkan astigmatisme hingga berlarut-larut.

Jika dibiarkan, astigmatisme bisa menyebabkan saraf tegang, sakit kepala, leher kaku, hingga kebiasaan mata tanpa disadari menjadi juling. 

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/contacts/torics.htm
Diakses 25 Februari 2020

American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/ask-ophthalmologist-q/why-are-glasses-better-than-contacts-astigmatism
Diakses 25 Februari 2020

The Eye Pros. https://theeyepros.com/can-still-wear-contact-lenses-astigmatism/
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait