Jangan Salah, Ini Klasifikasi Stroke yang Perlu Anda Ketahui

(0)
10 Sep 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Klasifikasi stroke penting diketahui untuk menentukan pengobatan dari dokterKlasifikasi stroke akan menentukan jenis penanganan medisnya
Stroke adalah kondisi medis gawat darurat yang terjadi akibat terganggunya aliran darah menuju otak. Untuk menanganinya secara tepat, dokter mesti mengetahui klasifikasi stroke yang dialami oleh pasien terlebih dulu.Stroke dapat memicu beragam komplikasi serius bila tak segera diatasi. Pasalnya, tanpa aliran darah yang baik, sel-sel otak dapat mengalami kematian yang berujung pada disabilitas, bahkan kematian.

Apa saja klasifikasi stroke?

Secara umum, terdapat tiga jenis stroke, yakni transient ischemic attack (TIA), stroke iskemik, dan stroke hemoragik. Di antara ketiga klasifikasi ini, stroke iskemik termasuk tipe stroke yang paling sering terjadi, yaitu sekitar 87% dari keseluruhan kasus.

1. Stroke iskemik

Stroke iskemik terjadi ketika gumpalan darah menyumbat aliran darah yang menuju otak. Gumpalan darah ini paling sering disebabkan oleh aterosklerosisAterosklerosis adalah penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Tumpukan lemak ini bisa terlepas lalu menyumbat pembuluh darah di otak.Klasifikasi stroke iskemik juga dapat terjadi akibat emboli. Emboli merupakan gumpalan darah yang berasal dari bagian tubuh lain, dan menyumbat pembuluh darah di otak.Sekitar 15 persen kasus emboli disebabkan oleh gangguan irama jantung, yang dikenal dengan fibrilasi atrium.Gumpalan darah penyebab stroke iskemik tidak dapat menghilang dengan sendirinya. Ini berarti, jenis stroke yang juga disebut stroke non-hemoragik ini memerlukan penanganan medis.Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya stroke iskemik meliputi:
  • Berusia lebih dari 60 tahun
  • Mengidap hipertensi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, atau diabetes
  • Mengalami gangguan irama jantung (aritmia)
  • Merokok
  • Memiliki anggota keluarga yang juga mengidap stroke

2. Stroke hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah otak pecah dan darah akan keluar ke jaringan di sekitarnya. Perdarahan di dalam otak dinamakan perdarahan intraserebral. Sedangkan perdarahan yang terjadi di lapisan antara otak dan tulang tengkorak disebut perdarahan subarakhnoid.Kondisi stroke hemoragik bisa disebabkan oleh tiga hal utama di bawah ini:
  • Aneurisma, yakni pembuluh darah otak tipis, sehingga rawan pecah
  • Malformasi arteri-vena, yakni kondisi pembuluh darah yang tidak normal
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Selain itu, klasifikasi stroke hemoragik juga dapat disebabkan oleh cedera, kelainan darah, maupun penggunaan kokain.Secara umum, gejala stroke hemoragik akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Tetapi gejala pada pendarahan subarakhnoid bersifat tiba-tiba.Gejala stroke hemoragik tersebut dapat berupa sakit kepala yang hebat, linglung, mual dan muntah, lebih sensitif terhadap cahaya, gangguan penglihatan, atau pingsan.

3. Transient ischemic attack (TIA)

Transient ischemic attack (TIA) disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak, yang bersifat sementara. Kondisi ini juga lebih dikenal dengan istilah stroke ringan.Berbeda dengan klasifikasi stroke lain, gejala TIA cuma berlangsung singkat. Durasi gejala ini biasanya tidak lebih dari Iima menit, dan akan menghilang dalam 24 jam.Meskipun gejala stroke ringan umumnya menghilang dengan sendirinya, kondisi ini merupakan tanda bahaya bahwa stroke berisiko terjadi di kemudian hari.Sama seperti jenis stroke iskemik atau hemoragik, TIA juga membutuhkan penanganan segera. Lebih dari sepertiga pasien yang tidak menjalani pengobatan lebih lanjut, akan mengalami stroke dalam waktu satu tahun setelah TIA.

Apa saja tanda-tanda Anda mengalami stroke?

National Stroke Association merangkum tanda bahaya stroke menjadi metode yang dikenal dengan singkatan FAST. Apakah artinya?
  • Face (wajah): Apakah salah satu sisi wajah pasien lumpuh ketika tersenyum?
  • Arms (lengan): Apakah salah satu lengan pasien jatuh ketika kedua lengannya diangkat?
  • Speech (bicara): Apakah pasien mengalami kesulitan bicara?
  • Time (waktu): Segera hubungi dokter apabila pasien mengalami salah satu dari gejala di atas
Dengan metode FAST, dokter dapat mengidentifikasi adanya stroke dengan cepat. Selain FAST, gejala stroke lainnya meliputi:
  • Tiba-tiba bingung, seperti sulit mengerti apa yang dikatakan orang lain
  • Kesulitan berjalan
  • Pusing mendadak
  • Kehilangan kemampuan koordinasi tubuh
  • Sakit kepala berat yang tiba-tiba muncul tanpa penyebab jelas
  • Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata

Bagaimana cara mengobati stroke?

Penanganan stroke akan tergantung pada klasifikasi stroke yang Anda alami. Apa sajakah langkah-langkahnya?
  • Penanganan TIA

Untuk penderita transient ischemic attack (TIA), dokter akan menganjurkan perbaikan gaya hidup sebagai langkah awal. Misalnya dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan agar berada di batas angka ideal.Dokter juga bisa memberikan beberapa jenis obat untuk mencegah terjadinya stroke di kemudian hari. Obat-obatan ini meliputi golongan antiplatelet dan antikoagulan, yang berfungsi mengurangi risiko penggumpalan darah.
  • Penanganan stroke iskemik

Pada stroke iskemik, obat antikoagulan tidaklah efektif. Penanganan dari dokter tergantung pada seberapa cepat pasien tiba di rumah sakit serta riwayat medis pasien.Apabila pasien tiba di rumah sakit dalam tiga jam sejak gejala muncul, dokter dapat memberikan obat bernama tissue plasminogen activator (tPA). Waktu ideal pemberiannya adalah 4,5 jam dari kemunculan gejala. Obat ini berfungsi memecah gumpalan darah.Namun tPA tidak boleh diberikan pada pasien yang baru tiba setelah lima jam dari munculnya gejala. Pasalnya, obat ini justru dapat memicu perdarahan.Pasien juga tidak boleh mendapatkan tPA bila pernah mengalami stroke hemoragik, perdarahan di otak, cedera kepala, atau baru daja menjalani operasi besar.Bagi pasien yang tidak bisa menggunakan tPA, dokter akan menganjurkan operasi untuk mengangkat gumpalan darah. Prosedur ini bisa dilakukan pada maksimal 24 jam pascagejala.
  • Penanganan stroke hemoragik

Berbeda pula pada stroke hemoragik. Dokter bisa melaksanakan operasi untuk menghentikan perdarahan maupun memberikan obat-obatan untuk mengurangi tekanan di dalam otak.Dokter juga akan memberikan transfusi darah. Prosedur ini akan meningkatkan faktor penggumpalan darah dalam tubuh pasien, sehingga proses pembekuan darah bisa terjadi. Dengan ini, perdarahan pun akan terhenti.Sekarang Anda sudah mengetahui klasifikasi stroke, dari TIA, stroke iskemik, dan stroke hemoragik. Meski gejalanya serupa, tingkat keparahannya bisa berbeda-beda.Perlu bantuan dokter untuk mendeteksi jenis stroke dengan lebih saksama. Dengan memastikan klasifikasi stroke, dokter bisa memberikan langkah pengobatan yang tepat dan cepat. Semakin cepat ditangani, risiko komplikasi stroke pun bisa dminimalisir.
gejala strokestrokestroke hemoragik
Healthline. https://www.healthline.com/health/stroke-types
Diakses pada 10 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/stroke/cerebral-ischemia
Diakses pada 10 September 2020
CDC. https://www.cdc.gov/stroke/types_of_stroke.htm
Diakses pada 10 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/stroke/guide/types-stroke#1
Diakses pada 10 September 2020
Mayo Clinic https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/diagnosis-treatment/drc-20350119
Diakses pada 10 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait