Jangan Remehkan Tanda-Tanda Infeksi Luka pada Penderita Diabetes

Ulkus dekubitus adalah cedera lokal pada kulit yang berisiko mengalami infeksi luka pada penderita diabetes
Luka di kulit kaki merupakan tanda-tanda infeksi ulkus dekubitus pada penderita diabetes.

Ulkus dekubitus merupakan cedera lokal pada kulit yang rentan terjadi pada area yang melapisi tulang. Tanda-tanda infeksi luka akibat ulkus dekubitus juga kerap dialami penderita diabetes. 

Diabetes merupakan salah satu pemicu terjadinya ulkus dekubitus. Jenis luka yang paling umum terjadi pada penderita diabetes biasanya di area kaki karena terkait dengan gangguan saraf dan pembuluh darah.

Tanda-tanda infeksi luka pada penderita diabetes

Biasanya, luka pada penderita diabetes dapat dikenali lewat beberapa tanda-tanda infeksi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Luka di kulit kaki
  • Pembengkakan atau peradangan bagian kaki 
  • Rasa sakit di kaki
  • Mati rasa di kaki
  • Sering merasa kesemutan
  • Pergeseran sendi meski tidak ada cedera sebelumnya

Mengapa tanda-tanda infeksi luka lebih sering terjadi di kaki?

Kaki merupakan bagian tubuh yang teridentifikasi sebagai tempat terjadinya luka terbanyak kedua setelah area bokong dekat tulang ekor. Prevalensinya mencapai 28% dari semua pasien yang mengalami ulkus dekubitus.

Penderita diabetes menahun biasanya merasakan mati rasa di saraf-saraf kakinya. Akibatnya, mereka tidak bisa merasakan sakit di kaki mengingat ada peningkatan kadar gula darah dari waktu ke waktu yang merusak pembuluh darah.

Itulah mengapa penderita diabetes kadang tidak merasakan ada luka di kaki atau bagian tubuh mereka yang lain. Kadang orang sekitar atau penderita baru menyadari ketika ada pembengkakan atau luka berdarah di kaki.

Bagaimana infeksi terjadi?

Hampir 30-50% pasien diabetes rentan mengalami infeksi. Selain mereka tidak bisa merasakan sakit atau temperatur di kaki, tekanan pada kaki juga sulit dikendalikan. Hal ini memicu terjadinya ulkus dekubitus lebih parah.

Penderita diabetes bisa mengalami luka mulai dari yang ringan hingga parah sekalipun. 

Ketika kulit sudah mengalami luka, artinya jaringan di dalamnya rentan terpapar organisme patogenik atau penyebab penyakit. Ketika tanda-tanda infeksi terjadi, artinya ada bakteri-bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Streptococci di luka tersebut.

Apabila sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan tanda-tanda infeksi ini dengan baik, maka kondisinya bisa jadi kian buruk.

Harus diingat bahwa luka apapun pada penderita diabetes harus ditangani dengan sangat serius. Semakin dini diagnosis dan penanganan dilakukan, bisa menghindari kemungkinan terburuk: amputasi.

Bagaimana mengatasinya?

Kunci dari menyembuhkan luka pada penderita diabetes adalah dengan memastikan kondisi kesehatannya tetap baik. Berikut ini beberapa hal yang wajib diprioritaskan bagi penderita diabetes yang mengalami tanda-tanda infeksi luka:

  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengobati luka dengan tepat dan higienis
  • Mengobati tanda-tanda infeksi sekecil apapun
  • Mengurangi gesekan dan tekanan di area luka

Selain beberapa hal di atas, pastikan pula asupan nutrisi maksimal bagi penderita diabetes. Konsultasikan pada dokter perkembangan dari setiap luka. Selain itu, sebagai langkah pencegahan, pasien perlu memeriksakan kondisi kakinya setiap tahun.

Dengan cara ini, dokter bisa memeriksa apakah ada kerusakan kulit, masalah pada kuku, hilangnya respons saraf di kaki, hingga apa alas kaki yang digunakan oleh pasien.

Wounds International. https://www.woundsinternational.com/resources/details/diabetic-foot-or-pressure-ulcer-on-the-foot
Diakses pada 30 Mei 2019

American Podiatric Medical Association. https://www.apma.org/Patients/FootHealth.cfm?ItemNumber=981
Diakses pada 30 Mei 2019

American Diabetes Association. http://www.diabetes.org/assets/pdfs/community/foot_care_for_a_lifetime.pdf
Diakses pada 30 Mei 2019

American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2008/0701/p71.html
Diakses pada 30 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed