Jangan Remehkan, Ini Tanda-Tanda Tubuh Alami Gangguan Elektrolit


Peran elektrolit adalah mengendalikan fungsi fisiologis tubuh yang penting. Gangguan elektrolit terjadi ketika kadarnya terlalu tinggi atau rendah. Konsekuensinya, sistem tubuh pun terdampak.

(0)
07 Mar 2021|Azelia Trifiana
Penderita gangguan elektrolit bisa merasa pusingPenderita gangguan elektrolit bisa merasa pusing
Di dalam tubuh, terdapat elemen dan senyawa yang terbentuk secara alami disebut elektrolit. Perannya adalah mengendalikan fungsi fisiologis tubuh yang penting. Gangguan elektrolit terjadi ketika kadarnya terlalu tinggi atau rendah. Konsekuensinya, sistem tubuh pun terdampak.Bahkan, ketidakseimbangan elektrolit yang cukup parah dapat menimbulkan masalah serius. Contohnya seperti koma, kejang, hingga serangan jantung.

Gejala gangguan elektrolit

Apabila gangguan elektrolit termasuk ringan, bisa jadi orang yang mengalaminya tak merasakan gejala apapun. Bahkan, masalah semacam ini bisa saja tak terdeteksi hingga melakukan pemeriksaan darah rutin.Gejala umumnya mulai muncul ketika kondisinya sudah cukup parah, ditandai dengan kondisi seperti:
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Tubuh terasa lemas dan lesu
  • Kejang
  • Mual
  • Muntah
  • Diare atau konstipasi
  • Kram perut
  • Kram otot
  • Otot terasa lemah
  • Mudah tersinggung
  • Merasa bingung
  • Sakit kepala
  • Sensasi kebas
Apabila muncul gejala-gejala di atas yang mengarah ke kecurigaan mengalami ketidakseimbangan elektrolit, segera hubungi dokter. Apabila dibiarkan, kondisi ini bisa mengancam nyawa.

Penyebab gangguan elektrolit

diare
Saat diare seseorang bisa alami kekurangan elektrolit
Penyebab paling sering terjadinya gangguan elektrolit adalah hilangnya cairan tubuh dalam jangka waktu lama. Orang bisa mengalaminya ketika terus menerus muntah, diare, atau berkeringat. Mengalami luka bakar juga bisa memicu terjadinya kehilangan elektrolit.Selain itu, konsumsi obat tertentu juga dapat berpengaruh terhadap kadar elektrolit dalam tubuh. Pada beberapa kasus, ada juga yang terpengaruh dari kondisi medis seperti penyakit ginjal baik akut maupun kronis.

Jenis gangguan elektrolit

Ada banyak jenis elektrolit dalam tubuh, itulah yang menjadikan gangguan elektrolit pun dibedakan menjadi beberapa kategori. Ketika kadarnya terlalu tinggi, sebutannya diawali dengan kata “hyper”. Sebaliknya ketika terlalu rendah, disebut dengan “hypo”.Berikut jenis-jenis gangguan elektrolit yang bisa terjadi:

1. Kalsium

Kalsium merupakan mineral penting tubuh yang digunakan untuk membuat tekanan darah stabil. Tak hanya itu, kalsium juga berperan dalam pembentukan tulang dan gigi yang kuat.Apabila kadar kalsium terlalu tinggi, kondisi ini disebut dengan hiperkalsemia. Penyebab terjadinya kondisi ini adalah:
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan tiroid
  • Penyakit paru-paru
  • Kanker seperti kanker payudara dan kanker paru-paru
  • Konsumsi suplemen kalsium, vitamin D, dan antacid berlebih
  • Konsumsi obat seperti lithium dan theophylline
Sementara ketika kalsium terlalu rendah, istilahnya adalah hipokalsemia. Penyebabnya adalah:
  • Gagal ginjal
  • Hipoparatiroid (produksi hormon paratiroid sangat sedikit)
  • Kekurangan vitamin D
  • Pankreatitis
  • Kanker prostat
  • Konsumsi obat seperti mengatasi osteoporosis dan antikejang

2. Klorida

Mineral klorida digunakan untuk mengatur keseimbangan cairan tubuh. Apabila terlalu banyak, kondisinya disebut dengan hiperkloremia. Ini bisa terjadi ketika seseorang mengalami dehidrasi parah, gagal ginjal, atau menjalani prosedur cuci darah.Sebaliknya, hipokloremia terjadi apabila klorida dalam tubuh terlalu sedikit. Pemicunya bisa karena penyakit cystic fibrosis, gangguan maka, sengatan serangga seperti kalajengking, dan gagal ginjal akut.

3. Magnesium

Peran magnesium adalah untuk mengatur kontraksi otot, ritme jantung, hingga fungsi saraf. Ketika berlebih, disebut dengan hipermagnesemia. Ini biasanya dialami penderita Addison’s disease dan penyakit ginjal tahap akhir.Sementara kondisi kekurangan magnesium atau hipomagnesemia terjadi karena minum alkohol berlebihan, kurang nutrisi, diare kronis, keringat berlebih, gagal jantung, dan konsumsi obat tertentu.

4. Fosfat

Bekerja sangat dekat dengan kalsium, fosfat juga diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh. Kondisi kelebihan fosfat atau hiperfosfatemia bisa terjadi ketika seseorang menderita penyakit ginjal kronis, cedera otot parah, kesulitan bernapas, sindrom tumor lysis, atau saat kadar kalsiumnya rendah.Sebaliknya ketika tubuh kekurangan fosfat atau hipofosfatemia, ini bisa dialami orang yang menyalahgunakan alkohol, mengalami luka bakar parah, kelaparan, kekurangan vitamin D, hingga yang kelenjar paratiroidnya terlalu aktif.

5. Potasium

Fungsi utama potasium adalah mengendalikan fungsi jantung dan menjaga kesehatan saraf. Apabila terlalu tinggi, bisa terjadi hiperkalemia yang dipicu dehidrasi parah, gagal ginjal, konsumsi obat pengendali tekanan darah, serta kekurangan kortisol.Sementara hipokalemia terjadi ketika seseorang mengalami gangguan makan, mual dan muntah cukup parah, dehidrasi, atau mengonsumsi obat seperti laksatif dan kortikosteroid.

6. Sodium

Demi bisa mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh, sodium sangat diperlukan. Tak hanya itu, mineral ini juga diperlukan untuk mengatur fungsi saraf dan kontraksi otot.Ketika kadarnya berlebih, disebut dengan hipernatremia. Ini bisa terjadi karena kurang minum air, dehidrasi parah, kehilangan cairan tubuh lewat mual, muntah, berkeringat, atau masalah pernapasan.Sementara kondisi kekurangan sodium atau hiponatremia terjadi ketika tubuh kehilangan cairan berlebih, mual, muntah, nutrisi buruk, overhidrasi, gagal ginjal, gagal jantung, atau gagal hati.

Mencegah gangguan elektrolit

minum air putih
Minum air putih secukupnya
Begitu pentingnya peran elektrolit dalam tubuh, perlu diketahui indikator apa saja yang bisa memberi sinyal apakah kadarnya sudah seimbang atau belum. Artinya, bukan hanya harus cukup cairan saja. Terkadang, terlalu banyak minum air juga bisa menyebabkan tubuh mengalami ketidakseimbangan elektrolit.Untuk mencegahnya, coba lakukan:
  • Melihat warna urine untuk tahu kecukupan asupan cairan
  • Minum yang mengandung elektrolit apabila olahraga berintensitas tinggi
  • Batasi asupan cairan sekitar 120-180 ml setiap 20 menit berolahraga
  • Mengenali sinyal tubuh ketika haus, bukan terus menerus minum
  • Segera mencari pertolongan medis apabila berat badan bertambah atau berkurang 2% setelah berlari
Sangat jarang terjadi kondisi darurat akibat gangguan elektrolit. Meski demikian, penting untuk menjaganya terutama bagi atlet atau orang dengan kondisi medis tertentu.

Ketika gangguan elektrolit terjadi karena konsumsi obat tertentu, dokter bisa menyesuaikan jenis obat. Apabila pemicunya adalah kondisi medis, akan dilakukan langkah penanganan untuk mencegah terjadinya gangguan elektrolit di masa depan.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang cara menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
diarehidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/electrolyte-disorders
Diakses pada 21 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/how-to-prevent-an-electrolyte-imbalance#prevention
Diakses pada 21 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/electrolyte-imbalance
Diakses pada 21 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait